alexametrics
Senin, 18 Januari 2021
Senin, 18 Januari 2021

Sekolah di NTB Sambut Kebijakan Pembukaan Sekolah

MATARAM-Kebijakan baru mengenai pembukaan sekolah mulai tahun depan telah ditetapkan. ”Kami sudah mendengar hal itu,” kata Kepala SLBN 2 Mataram H Winarna, Selasa (24/11/2020).

Harus diakui, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode daring, tidak bisa diterapkan secara utuh. Termasuk sangat tidak efektif jika diterapkan ke Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

”Banyak faktor yang tidak mendukung, karena kita tidak seperti sekolah reguler,” tegas dia.

Selama PJJ, sekolah tetap memfasilitasi kebutuhan pembelajaran peserta didik. Yakni melalui guru kunjung. ”Untuk luring pun kita sangat kesulitan, sekarang kami galakan home visit,” jelasnya.

Karena itu ia menyambut baik kebijakan baru tersebut. Kendati demikian, ia memberi catatan.

”Sebagai kepala sekolah, kami masih ingin (tahu, Red) bagaimana kepastian vaksin itu,” terang Winarna.

Diingatkan, ABK merupakan salah satu kelompok rentan. ”Kami maunya tetap ada batasan-batasan, penerapan sistem blok dan shift itu,” jelasnya.

Khsusus SLB, ia meminta dinas tidak terlalu menuntut pelaksanaan pembelajaran. ”Jangan dituntut full, kita atur sesuai kemampuan masing-masing,” pungkas Winarna.

Terpisah, Kepala SMAN 1 Selong Sri Wahyuni menyambut baik rencana pembukaan sekolah. ”Kalau daring memang berjalan lancar, hanya saja banyak kekurangan yang kita dapatkan,” terangnya.

Paling terasa saat pembelajaran yang sifatnya, membutuhkan praktik di lapangan. ”Misalnya anak-anak harus praktik di laboratorium,” ujar dia.

Ditegaskan, pihaknya tetap berkomitmen menerapkan protokol kesehatan secara ketat. ”Menyongsong tahun depan ini, kami juga akan betul-betul mempersiapkan segalanya,” kata Wahyuni.

Harapannya, sebelum kebijakan terbaru diterapkan, pemerintah memberi kesempatan kepada guru, untuk meningkatkan kompetensinya.

”Misalnya melalui diklat, pembinaan atau program-program lain, yang bisa mendukung pembelajaran dalam kebiasaan baru nanti,” terang dia.

Yang harus diantisipasi, pola pembelajaran saat ini dan berikutnya akan berbeda. ”Kami (butuh, Red) diberikan pemahaman dan pengetahuan, tentang teknis dan strategi pembelajaran yang terbaik untuk anak-anak,” tandasnya. (yun/r9)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Enable Notifications   OK No thanks