alexametrics
Selasa, 29 September 2020
Selasa, 29 September 2020

Beasiswa untuk Mahasiswa NTB dari Malaysia

KUALA LUMPUR-Gubernur NTB H Zulkieflimansyah melakukan kunjungan kerja ke Malaysia.  Di hari pertama kunjungan, orang nomor satu di NTB tersebut menggelar pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Rusdi Kirana di Kantor Kedutaan Besar di Kuala Lumpur pada Senin (25/2).

Dengan Dubes Rusdi Kirana, Gubernur Zulkieflimansyah mendiskusikan sejumlah hal. Terutama yang terkait dengan upaya Gubernur untuk membuka pintu kerja sama bidang pendidikan antara NTB dan Malaysia. Ini terkait dengan program beasiswa 1.000 pelajar NTB ke luar negeri.

“Pendidikan menjadi perhatian utama kami saat ini,” kata Gubernur dalam diskusi dengan Dubes tersebut. Gubernur didampingi Ketua PKK NTB Hj Niken Saptarini Widyawati dan sejumlah kepala ODP lingkup Pemprov NTB.

Gubernur mengatakan, NTB telah mengirimkan 46 mahasiswa S2 ke tiga universitas di Polandia pada bulan Oktober 2018. Kemudian disusul mahasiswa gelombang kedua yang berangkat pada Februari 2019.

“Setelah ini, kami juga ingin mengirimkan pelajar melanjutkan jenjang S2 di Malaysia,” katanya.

Ikatan kesamaan dan kedekatan antara Malaysia dan Indonesia, menjadi salah satu dasar kerja sama bidang pendidikan yang hendak dibuka antara NTB dan Malaysia. Di samping tentu pertimbangan fasilitas pendidikan seperti perpustakaan dan laboratorium yang lengkap di sejumlah kampus ternama di Malaysia.

Terkait rencana Gubernur NTB ini, Dubes Rusdi Kirana menyambut baik niat tersebut. KBRI di Malaysia pun memastikan akan menjembatani program Pemprov NTB dengan kampus-kampus di Malaysia yang potensial menyediakan kuota beasiswa bagi mahasiswa dari luar Malaysia.

“Saya sangat gembira dan mendukung program beasiswa 1.000 mahasiswa NTB ke luar negeri,” katanya.

“Kami akan memfasilitasi dan menghubungkan antara universitas di sini dengan Pemprov NTB, ” lanjutnya.

Menurut Dubes Rusdi, selain beasiswa di kampus-kampus Malaysia, program yang bisa direalisasikan  adalah pendidikan aviasi atau penerbangan. Rusdi yang merupakan pendiri dan pemilik maskapai Lion Air Group tersebut bersedia memfasilitasi putra-putri terbaik NTB terkait hal ini.

“Akan kami bantu supaya bisa sekolah di Malaysia setahun untuk teorinya. Kemudian lanjut 2 tahun kerja praktik di pusat perawatan pesawat dan fasitas penerbangan Lion Group di Batam,” katanya.

Saat ini kata dia, sudah ada anak TKI yang berprestasi. Disekolahkan pihaknya dengan model seperti ini hingga akhirnya saat ini telah menjadi seorang pilot.

Pada saat yang sama, terkait kepentingan Pemprov NTB dalam menggeliatkan kembali kunjungan wisatawan pascabencana gempa bumi, Gubernur Zul juga meminta bantuan Rusdi untuk memperbanyak frekuensi dan rute penerbangan Lion Group dari dan menuju Lombok. Sekaligus untuk menurunkan harga tiket.

“Harga tiket yang mahal ini jelas memukul upaya pariwisata NTB untuk bangkit dari keterpurukan pascagempa,” kata Gubernur.

Begitu juga dengan makin berkurangnya direct flight ke Lombok. Karena itu, Gubernur berharap Lion Group bisa membantu NTB dengan memperbanyak penerbangan langsung dari luar negeri atau dalam negeri ke Lombok.

Dubes Rusdi Kirana menekankan, jika melambungnya harga tiket memang jadi persoalan baru di dunia transportasi udara. Menurutnya, butuh kerja sama yang baik dan terpadu antara maskapai dengan pemerintah daerah dan juga PT Angkasa Pura sebagai pengelola bandara-bandara di berbagai wilayah.

Diungkapkan, maskapai Lion Group tadinya beroperasi 11 jam perharinya sebagai salah satu strategi mengejar tiket murah. Tapi dengan 11 jam, menyebabkan jadwal sering tidak on time. Akhirnya publik protes. Lion sering diomelin karena telat atau delay melulu.

Karena itu, sekarang, Lion Air Group beroperasi 7 jam sehari. Supaya bisa tepat waktu. “Tapi konsekuensinya tiket nggak lagi bisa murah,” jelas Rusdi.

Untuk mengakomodir kebutuhan  seperti yang diungkapkan Gubernur NTB, Rusdi menjelaskan perlunya subsidi atau insentif kebijakan dari pemerintah daerah setempat. Misalnya, pemeirntah daerah menyediakan lahan untuk dijadikan tempat parkir atau hanggar tambahan bagi pesawat sehingga mengurangi anggaran maskapai.

Gubernur Zul menyatakan bakal mempertimbangkan masukan dari owner Lion Group itu. Keberadaan bandara lama Selaparang di Mataram yang bisa digunakan sebagai hanggar atau lahan parkir pesawat, bisa menjadi salah satu solusi alternatif untuk memberikan insentif kebijakan pada maskapai.

Pada akhirnya, diharapkan relasi ini bisa berdampak pada penurunan harga tiket dan juga memperbanyak frekuensi penerbangan dari dan ke Lombok. termasuk rute-rute direct flight. (kus/r8/ADV)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Memenangkan Pilkada dengan Survei

ADALAH sahabat saya satu almamater, Denny JA, yang pertama kali memopulerkan survei untuk pemilihan umum melalui lembaganya yang bernama Lingkaran Survey Indonesia.  Baik untuk pemilihan Presiden, pemilihan kepala daerah, ataupun pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD.

Kisah Wenri Wanhar, Lima Tahun Kaji Sejarah Borobudur

Borobudur bukan sekadar mahakarya untuk wisata atau ber-selfie ria. Tapi, secara tersembunyi merekam ajaran dan teknologi masa lampau. Wenri menemukan ajaran dan teknologi itu tersebar di pelosok Indonesia.

Lomba Kampung Sehat NTB Bangkitkan Semangat dan Kekompakan

WAKAPOLDA NTB Brigjen Pol Asby Mahyuza mengunjungi dua Kampung Sehat di Sumbawa. Yakni Kampung Sehat Lingkungan Maras, Kelurahan Samapuin, di Sumbawa Besar, dan Kamung Sehat Desa Moyo, Kecamatan Moyo Hilir, di Pulau Moyo.

Pelibatan Tiga Pilar, Kunci Teggakkan Protokol Kesehatan

PENEGAKAN protokol kesehatan terus dimaksimalkan Polres Lombok Barat. Salah satunya dengan mengoptimalkan peran tiga pilar.

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks