alexametrics
Kamis, 9 April 2020
Kamis, 9 April 2020

Makkah, Riyadh, dan Madinah Lockdown, 42 Jamaah Umrah Indonesia Tertahan

Berita Terkait

JAKARTA–Arab Saudi memberlakukan lockdown untuk Kota Makkah, Riyadh, dan Madinah. Ini menyusul adanya dua kasus kematina pasien positif Korona. Di tengah kondisi lockdown ini, ada 42 jamaah umrah asal Indonesia di Makkah.

Kementerian Agama (Kemenag) meminta penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) segera melapor jika jamaahnya masih tertahan di Saudi. Catatan sampai kemari nada 42 jamaah umrah Indonesia tertahan di kota Makkah. Perinciannya adalah 39 jamaah menggunakan visa umrah dan sisanya menggunakan visa ziarah.

Seluruh jamaah umrah itu tidak bisa pulang karena pemberlakuan penutupan akses penerbangan dari dan ke Arab Saudi sejak 15 Maret lalu. Keberangkatan seluruh jamaah itu melalui sebelas PPIU. Kemenag menegaskan pemulangan sisa jamaah yang masih tertahan itu difailitasi oleh pemerintah Arab Saudi. Dengan ketentuan batas waktu pelaporan hingga 28 Maret besok.

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Arfi Hatim meminta PPIU untuk melaporkan jemaahnya yang masih berada di Arab Saudi melalui sistem yang disediakan pemerintah Saudi. ’’Agar diproses pemulangannya,’’ kata Arfi kemarin (26/3).

Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sudah menyampaikan kesiapan memfasilitasi kepulangan jamaah umrah setelah penutupan penerbangan internasional. Dia menegaskan fasilitas ini hanya diperuntukkan bagi jamaah umrah yang masuk Arab Saudi pada musim umrah 1441 H.

Secara teknis untuk mendapatkan fasilitas pemulangan melalui penerbangan khusus itu jamaah harus melapor melalui situs https://eservices.haj.gov.sa. Kemudian jamaah memilih layanan Overstayed Registration for Mutamers Season 1441 H. Kemudian jamaah mengisi kolom yang telah disapkan.

’’Ini harus segera dilakukan. Karena batas waktunya hanya sampai 28 Maret 2020,’’ kata Endang. Dia mengatakan vasilitas ini hanya berlaku untuk jamaah dengan visa umrah saja. Tidak termasuk untuk jamaah umrah dengan visa turis atau ziarah.

Dalam penerbangan khusus itu, pemerintah Arab Saudi menyediakan pesawat terbang ke Indonesia. Selain itu juga menerapkan pembebasan denda keimigrasian untuk jamaah yang telah melakukan registrasi secara online. Endang mengatakan jadwal pemulangannya akan diinfokan lebih lanjut.

Saat ini kondisi jamaah yang tertahan di Makkah dalam keadaan baik. Mereka berada di hotel masing-masing. Endang mengatakan tidak memiliki dokumentasi foto para jamaah. Karena pemerintah Arab Saudi memberlakukan kebijakan bekerja dari kantor dan pembatasan aktivitas di luar rumah.

Pelaksana Penerangan Sosial dan Budaya (Pensosbud) KBRI Riyadh Djoko Sulastomo ada kebijakan baru yang diterapkan pemerintah Arab Saudi untuk menanggulangi wabah Covid-19. Seperti penduduk di 13 provinsi dilarang melakukan perjalanan antarprovinsi.

Kemudian diberlakukan jam malam di seluruh wilayah Arab Saudi mulai pukul 19.00 sampai 06.00 waktu setempat. Khusus untuk wilayah Riyadh, Makkah, dan Madinah jam malam berlaku pada 15.00 sampai 06.00 waktu setempat. Selain itu penduduk di Riyadh, Makkah, dan Madinah di larang keluar masuk kota. Namun aturan ini dikecuailkan untuk kondisi darurat. Misalnya evakuasi atau misi kemanusiaan. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-
- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Lawan Korona, Suhaili Tak Mau Setengah Hati

PRAYA-Penanganan penyebaran Covid-19, atau Virus Korona di Lombok Tengah harus dilakukan maksimal. ”Dari tingkat kepala keluarga (KK), lapisan masyarakat yang paling inti,” tegas Bupati...

Gubernur Resmikan Gedung Baru STIP

MATARAM-Science Technology and Industri Park (STIP) NTB punya gedung baru. Peresmian dilakukan Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, kemarin. “Mudah-mudahan UKM-UKM kita punya wadah dan bisa segera...

NTB Dijatah 50.299 Kartu Pra Kerja

MATARAM-Pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran bisa terjadi bila perekonomian terus melemah akibat Covid-19. ”Pemerintah mengantisipasi dengan pemberian kartu pra kerja bagi mereka yang diberhentikan,”...

Extrajoss Dukung Taya Tahan Pahlawan Korona

GIRI MENANG-Msyarakat tengah dihadapkan pada wabah virus korona. Extrajoss sebagai produk minuman kesehatan yang mengandung Vitamin B Complex dan Ginseng memberikan sumbangan produk kepada...

Tarif Listrik Non Subsidi Tidak Naik

MATARAM-Sebanyak 868.552 pelanggan PLN di NTB mendapatkan keringanan tagihan listrik dan token gratis. ”PLN ikut meringankan beban masyarakat selama pandemi Covid-19 ini,” kata Fauzi...

Kota Mataram Belum Mau Tiru Jakarta Terapkan PSBB

MATARAM-Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh penuh percaya diri. Ia yakin bisa mengatasi wabah virus Korona. "Kita maksimalkan cara yang sekarang,” kata Ahyar, kemarin. Ia...

Paling Sering Dibaca

Innalillahi, PDP Korona, Anggota DPRD Lombok Barat Meninggal Dunia

GIRI MENANG-Seorang Anggota DPRD Lombok Barat (Lobar) berinisial HM meninggal dunia Rabu (8/4) sore. Anggota dewan Dapil Lingsar-Narmada dari Partai Berkarya ini meninggal dengan...

Waspada Penularan Lokal Korona, Klaster Aikmel Sudah Menular ke Tiga Pasien Baru

MATARAM—Jumlah  pasien positif Covid-19 NTB bertambah menjadi 10 orang. Dua pasien baru berasal dari Lombok Timur. ”Keduanya punya riwayat kontak erat dengan pasien 01,” kata...

Sembuh dari Korona, Ini Pesan Hj Yuyum Warga Aikmel yang Sempat Dirawat di RSUP NTB

MATARAM- Pasien Korona 01, Hj Yuyum Minwaroh asal Aikmel,  Lombok Timur telah dinyatakan sembuh dari korona. Hasil dua kali tes menyatakan dirinya bersih dari...

Kontak dengan Pasien Positif Korona asal Lombok Tengah, 13 Tenaga Medis di Lobar Diisolasi

GIRI MENANG-Sejumlah tenaga medis di dua fasilitas kesehatan yang ada di Lombok Barat (Lobar) diisolasi mandiri. Tenaga medis ini diketahui kontak dengan salah satu...

Tak Ada Yang Aman dari Korona, Semua Wilayah NTB Zona Merah

MATARAM-- Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik menegaskan, tidak ada daerah di NTB yang aman dari virus Korona. ”Meski baru empat daerah yang...
- advertisement mobile-
WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com