alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Semakin Mudah, Interaksi Pasien Korona Kini Bisa Terlacak Lewat Smartphone

JAKARTA—Sementara itu, setelah social distancing dan pemeriksaan massal (rapid test) pemerintah meluncurkan senjata baru untuk memperlambat persebaran virus Covid-19 yakni sistem pelacakan dan penelusuran otomatis melalui smartphone.

Aplikasi ini diberi nama TRACETOGETHER. Merupakan aplikasi yang dikembangkan Kominfo bersama Operator Seluler. TRACETOGETHER akan ditanam di smartphone milik pasien yang sebelumnya telah terdeteksi positif terinfeksi Covid-19 dan berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Aplikasi secara otomatis memindai seluruh kontak yang ada di HP tersebut untuk menemukan siapa saja yang telah melakukan kontakf fisik dengan si PDP. Aplikasi juga melacak pergerakan PDP dalam 14 hari terakhir.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johhny G Plate mengungkapkan, aplikasi ini adalah salah satu dukungan Kominfo pada upaya memerangi Covid-19 dalam sektor pos dan informatika sesuai instruksi Presiden RI.

Dukungan Pos dan Informatika yang diharapkan adalah pada sistem pengawasan (surveilans) berupa tracing (penelusuran), tracking (pelacakan) dan fencing (pengurungan) COVID-19. ”Untuk itu telah diterbitkan Keputusan Menteri Kominfo Nomor 159 Tahun 2020 tentang Upaya Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) Melalui Dukungan Sektor Pos dan Informatika,” jelas Johnny kemarin (26/3)

Sistem tracing cepat ini nantinya tidak hanya digunakan pada sitausi pandemi wabah penyakit saja. Namun juga dalam hal kebencanaan. ”Penyelenggaraan Surveilans terkait COVID-19 meliputi pengumpulan data, pengolahan data, analisis data, dan diseminasi informasi,” jelas Johnny.

Orang yang telah terdeteksi oleh TRACETOGETHER sebagai orang yang melakukan kontak dengan pasien PDP dalam 14 hari terakhir akan otomatis dikirimi peringatan dan diperintahkan untuk segera melakukan protokol Orang Dalam Pemantauan (ODP). “Aplikasi ini juga bisa memberi peringatan jika hendak melewati lokasi isolasi mereka (ODP,Red)” katanya.

Sementara itu, hingga kemarin (26/3) jumlah pasien yang positif terinfeksi virus Covid-19 terus bertambah. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, terdapat penambahan 103 orang pasien positif dalam kurung waktu 25 Maret 2020 hingga 26 Maret 2020.  “Sehingga total kasus keseluruhan adalah 893 orang positif,” jelas Yuri kemarin.

Yuri mengatakan sejauh ini persebaran infeksi terbesar masih berada di DKI Jakarta meskipun ada beberapa provinsi yang mulai mengalami lonjakan kasus seperti Sulawesi Selatan yang mengalami penambahan 14 orang.

Sementara untuk golongan yang sembuh bertambah 4 orang sehingga total menjadi 35 orang. Sementara itu, kasus kematian juga terus bertambah. Pada periode 25 hingga 26 Maret, tercatat 20 orang meninggal karena infeksi Covid-19. “Sehingga total kasus kematian menjadi 78 orang,” jelas Yuri. (JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Proyek Pembangunan Dermaga Senggigi Tak Jelas

Dermaga Senggigi berpotensi mangkrak lebih lama. Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Lombok Barat (Lobar) tetap mengupayakan kelanjutan pembangunannya. ”Mau tidak mau harus kita lanjutkan. Itu kewajiban kita,” kata Kadishub Lobar HM Najib.

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks