alexametrics
Kamis, 22 Oktober 2020
Kamis, 22 Oktober 2020

Belum Terima Bantuan Kuota, Siswa Diminta Lapor ke Sekolah

JAKARTA-Bantuan subsidi kuota internet 2020 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi dikucurkan sejak Selasa (22/9). Kuota diberikan bertahap. Bila hingga batas waktu belum menerima, peserta didik dan pendidik dipersilahkan lapor.

Dalam acara peresmian bantuan kuota internet secara virtual, kemarin (25/9), Nadiem menyampaikan, bantuan kuota internet ini dibagikan secara merata pada seluruh pendidik dan peserta didik yang telah terdaftar. Tidak hanya untuk sekolah negeri, tapi juga swasta di bawah Kemendikbud.

Kuota ini, kata dia, bakal disalurkan secara bertahap. Karenanya, para orang tua siswa tidak perlu khawatir jika anak-anak mereka belum mendapatkan bantuan kuota ini.

”Untuk bulan pertama, tahap pertama bantuan kuota diberikan pada 22-24 September 2020, disusul tahap kedua pada 28-30 September 2020,” ujarnya. Kuota ini berlaku 30 hari terhitung sejak diterima oleh nomor ponsel.

Untuk bulan kedua, bantuan kuota diberikan pada 22-24 Oktober 2020 untuk tahap I dan 28-30 Oktober 2020 untuk tahap II. Sama seperti bulan pertama, kuota berlaku selama 30 hari terhitung sejak diterima nomor ponsel.

Sedangkan untuk bulan ketiga dan keempat, tahap I diberikan pada 22-24 November. Sedangkan, tahap II pada 28-30 November 2020. Pada tahap ini masa berlaku sedikit lebih lama, yakni 75 hari sejak diterima nomor ponsel pendidik dan peserta didik.

Lebih lanjut dia menjelaskan, mekanisme pemberian bantuan kuota data internet diawali dengan pendataan dan verifikasi nomor ponsel. Kedua, Kemendikbud melakukan verifikasi dan validasi nomor ponsel oleh operator seluler. Ketiga, penerbitan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM). Dan terakhir, pemutakhiran nomor ponsel.

”Jika pendidik dan peserta didik belum menerima bantuan, segera melapor kepada pimpinan satuan pendidikan,” katanya. Pendidik dan peserta didik kemudian harus menyampaikan nomor ponsel aktif untuk kemudian didaftarkan ke dapodik maupun PD Dikti. Sehingga bisa segera diproses lebih lanjut.

“Seluruh pendidik dan peserta didik akan mendapatkan bantuan. Tapi kerana ini bertahap. Selain itu masa berlaku terhitung sejak bantuan kuota belajar diterima,” papar alumni Harvard University tersebut.

Mengenai pengawasan kebijakan ini, Nadiem mengaku, pihaknya telah bekerja sama dengan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP). Meski begitu, masyarakat juga dapat melakukan pengawasan dan melaporkan temuan di lapangan bila terdeteksi adanya penyimpangan. Pelaporan bisa melalui Unit Layanan Terpadu (ULT) Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat Kemendikbud di laman http://ult.kemdikbud.go.id/.

Diakuinya, bantuan kuota untuk pelajar dalam skala masif baru pertama kali ini dilakukan oleh pemerintah. Kebijakan ini diambil guna membantu peserta didik dan pendidik yang selama ini kerap mengalami kesulitan soal kuota saat menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ). ”Semoga saja beban pelajar dan masyarakat terkait kuota bisa sedikit teringankan,”ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate meminta agar operator seluler yang terlibat dalam kebijakan ini betul-betul memperhatikan infrastrukturnya. Sehingga quality service maksimal dan dapat digunakan dengan baik untuk proses PJJ.

”Saya tahu itu potongan harganya sekitar dua pertiga (dari tarif dasar internet, red). Atas kerja sama para operator seluler, saya ucapkan terima kasih,” tuturnya.

Di lain sisi, dia mengatakan, bahwa pihaknya juga tengah melakukan perluasan jaringan internet. Selain melalui penambahan BTS, pihaknya kini mencoba menggunakan akses internet langsung ke satelit untuk wilayah-wilayah 3T. (mia/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kenali La Nina, Waspadai Dampaknya

HUJAN dengan intensitas sedang hingga tinggi mengguyur sebagian wilayah Indonesia beberapa waktu belakangan ini. Tentu banyak pihak yang bertanya-tanya, apakah memang musim hujan telah datang ? Berdasarkan prakiraan awal musim kemarau tahun 2020/2021 oleh BMKG, musim kemarau tahun 2020 ini sifatnya memang tidak sekering tahun sebelumnya.

17 Ribu Tenaga Kesehatan NTB Bakal Divaksin Lebih Dulu

Pemprov NTB telah menyetor nama-nama tenaga kesehatan untuk diberikan vaksin anti Covid-19. ”Daftar tenaga medis sudah saya serahkan ke pusat,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, kemarin (20/10).

Kampanye Sehat di Dompu Pasangan Eri-HI Bagi Masker untuk Para Lansia

PASANGAN Calon Bupati dan Wakil Bupati Dompu Eri Aryani-H Ichtiar (Eri-HI) terus menyuarakan kampanye sehat. Salah satunya dengan bagi-bagi masker saat ada kegiatan kampanye tertutup.

Juri Kampung Sehat NTB Mulai Menilai Pemenang di Sumbawa

Tim Penilai Lomba Kampung Sehat tingkat provinsi sedang berada di Sumbawa. Penilaian kini sedang dilakukan pada tiga pemenang Lomba Kampung Sehat tingkat kabupaten di wilayah tersebut. Yang sudah dinilai hingga kemarin Kelurahan Samapuin dan Desa Moyo Hilir.

XL Axiata, Pertama di Asia Tenggara yang Pakai SAP S/4HANA Cloud

“XL Axiata berhasil melakukan transformasi menjadi pemimpin dalam hal penyedia layanan digital dan data. Kami sangat percaya dan berkomitmen penuh terhadap transformasi digital sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan,” kata Yessie D. Yosetya, Director & Chief Information-Digital Officer XL Axiata.

Anggota DPR RI Ragukan NTB Siap Selenggarakan MotoGP

”Kami belum melihat ada promosi besar-besaran di tengah masyarakat,” katanya dalam keterangan pers di restoran Taliwang H Moerad, Rabu (20/10/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Pemerintah Janji Bantu UMKM NTB Terdampak Korona, Ini Syaratnya

encairan bantuan Rp 800 triliun bagi UMKM dan IKM masih menunggu petujuk pemerintah pusat. ”Kita tunggu petunjuk teknisnya dari kementerian koperasi UKM,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB Wirajaya Kusuma, Jumat (10/7
Enable Notifications    Ok No thanks