alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Jatah Bantuan Tunai Dibagi Dua, Warga Desa Taman Ayu Protes

GIRI MENANG-Sejumlah warga Desa Taman Ayu penerima bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa protes. Lantaran bantuan yang mereka terima dinilai tidak sesuai.

“Saya terima awalnya Rp 600 ribu. Setelah tiba di rumah, dibagi dua untuk warga yang belum dapat. Dibagi sama-sama Rp 300 ribu,” ujar Wildan, salah satu warga Desa Taman Ayu kepada wartawan, Rabu (27/5).

Padahal, informasi yang ia ketahui, di desa lain bantuan yang didapatkan Rp 600 ribu. Ini yang membuatnya mempertanyakan alasan kenapa warga Desa Taman Ayu hanya dapat bantuan Rp 300 ribu.

Siani, warga lainnya juga mengaku demikian. Warga yang bekerja sebagai buruh tani ini mengaku dirinya belum pernah dapat bantuan apapun baik PKH, Sembako, maupun yang lainnya. Namun, ia mendapat bantuan Rp 300 ribu setelah dibagi dua dengan Wildan.

Senada dengan itu, Jelinah yang juga menerima bantuan BLT DD menanyakan alasan pembagian bantuan hanya terjadi di Desa Taman Ayu. Meskipun ia mengaku memang ada musyawarah dusun yang sebelumnya telah dilaksanakan di masjid, namun ia merasa tidak semua warga yang datang.

“Awalnya warga akan diberikan masing-masing Rp 200 ribu. Tetapi kesepakatan akhirnya dibagi Rp 300 ribu,” bebernya.

“Kalau kampung lain katanya Rp 600 ribu. Bahkan dari Presiden memang seperti itu. Jadi kami sangat keberatan kalau dikasih Rp 300 ribu,” sambungnya.

Kepala Desa Taman Ayu Tajudin mengaku pihaknya sudah memprediksi sejak awal akan ada gejolak terkait penyaluran bantuan. Sehingga ia meminta  penyaluran BLT DD mengacu aturan yang ada.

“Saya hanya membagikan ke 308 KK dengan nominal Rp 600 ribu. Itu dibagikan ke masyarakat langsung di kantor desa,” jelasnya.

Jika kemudian ada mekanisme lain di bawah, ia mempersilakan Kadus melakukan musyawarah dusun. Yang jelas pemerintah desa ditegaskannya tidak mau melanggar aturan yang sudah ada. “Sehingga kami memberikan Rp 600 ribu ke 308 KK yang sudah di SK-kan namanya,” ucapnya mempertegas.

Pemdes dikatakannya sejak awal sudah hati-hati dan tidak ingin berspekulasi dengan pembagian BLT DD. Sehingga jika kemudian ada persoalan di bawah, itu di luar kewenangan desa.

Tajudin mengaku memang mendengar terkait pembagian BLT DD sebesar Rp 300 ribu. para kadus menunjukkan berita acara kesepakatan musyawarah dusun terkait pemberian bantuan BLT DD tersebut. “Polanya itu di kadus. Ada delapan kadus yang melakukan itu,” jelasnya.

Tujuannya diketahui untuk pemerataan bantuan. Agar tidak terjadi gejolak di bawah. Prosesnya pun dikatakan telah melalui musyawarah. Sehingga kewenangan sepenuhnya ada di masyarakat di dusun itu sendiri.

Kepala Dusun Gunung Malang H Nurhidayat membenarkan jika pembagian BLT DD dari desa sudah sesuai aturan. KK penerima bantuan diberikan Rp 600 ribu. Namun itu kemudian dibagi dua untuk dibagikan masing-masing Rp 300 ribu ke warga lain yang belum menerima bantuan.

“Kami musyawarah untuk menyerap aspirasi masyarakat. Kita berpikir bagaimana semua rata dapat bantuan karena semua memang terdampak Covid-19 ini,” ungkapnya.

Sementara tidak semua warga terdaftar di data penerima bantuan. Sehingga warga yang terdaftar sebagai penerima bantuan memang diminta mengambil bantuannya di desa. Setelah diambil, itu dibagi dua dengan warga yang belum dapat bantuan. “Jadi memang tidak ada kaitannya dengan desa,” cetusnya.

Jikapun masyarakat ngotot menerima bantuan Rp 600 ribu, ia mengaku mereka belum tentu layak menerimanya. Karena, jika mengacu aturan pusat, sangat sulit menemukan kriteria itu. Sehingga diambil jalan tengah agar semua warga bisa merasakan bantuan dampak Covid-19.

“Kami ratakan supaya tidak terjadi kecemeburuan sosial. Dan nyatanya di bawah memang tidak ada masalah, tidak ada yang keberatan,” klaimnya.

Jika kemudian muncul segelintit orang yang merasa keberatan, ia mengaku sangat menyayangkan hal tersebut. Karena apa yang dilakukan para kepala dusun berdasarkan musyawarah yang telah jauh dilakukan sebelum penyaluran bantuan dilaksanakan. (ton/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dilantik Lusa, Kontribusi Pemuda Muhammadiyah Kota Mataram Dinanti

"Kita mengambil tema meneguhkan semangat kepemudaan untuk Kota Mataram maju dan religius," kata Ketua PDPM Kota Mataram Iskandar.

Dompu Zona Merah, Simulasi KBM Tatap Muka Dua Sekolah Distop

Rinciannya, SMAN 1 dan 2 Kilo, SMAN 1 dan 3 Pekat, SMAN 1 Kempo, SMKN 1 Manggalewa, SMKN 2 Dompu, dan SMAN 1 Hu’u. Namun, hanya simulasi di SMKN 2 Dompu dan SMAN 1 Hu’u yang dihentikan. ”Pertimbangannya, karena sekolah itu ada di wilayah kota dan dekat kota, sebagai pusat penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Cegah Penyakit Jantung di Masa Pandemi

dr. Yusra Pintaningrum, SpJP(K),FIHA,FAPSC,FAsCC

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks