alexametrics
Minggu, 9 Agustus 2020
Minggu, 9 Agustus 2020

Pengambilan Paksa Jenazah Korona Terulang, RSUD Mataram Jadi Sasaran

MATARAM-Kasus pemulangan jenazah pasien Covid-19 di RSUD Kota Mataram kembali terulang. Puluhan warga mendatangi RSUD Kota Mataram, kemarin (27/7). Mereka meminta jenazah MA, 34 tahun, pasien asal Desa Telagawaru, Lombok Barat, yang meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 agar dipulangkan.

“Pasien meninggal sekitar pukul 03.30 Wita dinihari tadi. Keluarga bersama warga datang sekitar pukul 08.00 Wita,” jelas Kasubag Humas RSUD Kota Mataram Lalu Hardimun kepada Lombok Post, Senin (27/7).

Pasien tersebut diketahui masuk ke IGD RSUD Kota Mataram tanggal 25 Juli lalu. Ia memiliki diagnosa penyakit sesak nafas. Sehingga ketika masuk, langsung dilakukan tes Swab. Pihak keluarga juga diminta menandatangi persetujuan untuk protokoler Covid-19.

“Mengantisipasi apabila pasien meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 agar dilakukan dengan protokoler yang ada,” jelas Hardimun.

Permintaan persetujuan ini berlaku bagi semua pasien yang masuk ke IGD RSUD Kota Mataram. Pihak rumah sakit mengantisipasi terjadinya pemulangan paksa jenazah pasien positif Korona oleh warga. Mengingat kejadian pemulangan paksa sudah beberapa kali terjadi. “Pihak keluarga pun memberikan persetujuan,” bebernya.

Namun ketika pasien meninggal dengan status terkonfimasi positif, keluarga justru datang ramai-ramai bersama warga. Mereka datang bersama Camat, Kepala Desa, dan sejumlah tokoh. Warga meminta agar jenazah dipulangkan.

Pihak RSUD Kota Mataram berupaya melakukan negosiasi. Didampingi oleh pihak kepolisian dan TNI yang berjaga di RSUD Kota Mataram. Mereka memang disiagakan untuk mencegah adanya kasus pemulangan paksa. Juga mengantisipasi adanya tindakan anarkis yang dilakukan oleh warga.

“Kalau pihak keluarga mau memandikan dan melakukan pemakaman, kami persilakan. Namun menggunakan APD dan protokoler Covid-19. Sebagian mau, namun sebagian menolak,” sesalnya.

Proses negoasiasi pun gagal. Warga tetap meminta pemulangan jenazah pasien Covid-19, meskipun semua prosedur sudah difasilitasi oleh RSUD Kota Mataram. Sayangnya, pihak keluarga dan warga menolak. Sehingga pihak RSUD tidak bisa berbuat banyak.

0“Kami sudah memberikan ruang agar pihak keluarga ikut proses pemakaman mulai dari memandikan, menyalatkan, dan memakamkan,” terang Hardimun.

Pihak rumah sakit menerapkan protokoler Covid-19 untuk melindungi warga. Namun kini rumah sakit dilema dengan kondisi saat ini. Banyak warga yang menganggap Covid-19 adalah konspirasi dan menuding pihak rumah sakit mengambil keuntungan.

“Kita layani salah, kita tidak layani salah. Makanya kami di rumah sakit selalu berharap kalau ada pasien yang meninggal dunia, hasil tes Swabnya negatif, biar nggak ribut,” kata Hardimun, pasrah.

Dewi Sayu Fironika, tim negosiasi RSUD Kota Mataram membeberkan, sebagian besar keluarga sebenarnya setuju untuk pemakaman dengan protokoler Covid-19. “Sayang, warga yang tidak masuk dalam keluarga inti atau tidak punya hubungan keluarga dengan jenazah pasien Covid-19 yang justru keberatan,” ujarnya.

Mereka yang kemudian akhirnya memprovokasi warga agar melakukan pemulangan jenazah pasien Covid-19. Total ada delapan jenazah pasien Covid-19 yang dipulangkan pihak keluarga. “Sebagian besar warga Lombok Barat,” bebernya.

Rinciannya ada lima pasien jenazah Covid-19 asal Lombok Barat yang keluarganya meminta pemulangan. Sementara yang berasal dari Kota Mataram ada tiga pasien.

“Kami di rumah sakit hanya memberikan pelayanan. Makanya kami berharap pemerintah daerah bisa lebih gencar memberikan sosialisasi ke desa-desa agar warganya patuh mengikuti protokoler Covid-19,” pinta Ayu, sapaannya.

Pemulasaraan jenazah pasien Covid-19, kata Ayu, sekarang bisa diikuti pihak keluarga. Mulai dari memandikan, meyalatkan, hingga proses pemakaman. Sehingga ia berharap semua pihak mau mematuhi protokoler Covid-19.

Terpisah, Camat Labuapi HL Moh Hakam yang dikonfirmasi mengenai pemulangan pasien Covid-19 asal Desa Telagawaru, kemarin tak memberikan respons. (ton/r3)

 

Kasus Pemulangan Paksa Pasien positif Covid-19 di RSUD Kota Mataram

  • MA, 34 tahun, Lak-laki asal Desa Telaga Waru, Lombok Barat  pada 27 Juli 2020
  • RA, 64 tahun, Laki-laki  asal Dasan Cermen, Mataram   pada 14 Juli 2020
  • JA, 63 tahun, Perempuan asal Karang Baru, Mataram  pada 11 Juli 2020
  • MA, 55 tahun, Perempuan asal Desa Mekar Sari, Lombok Barat  pada  6 Juli 2020
  • SU, Perempuan asal Paok Kambut, Lombok Barat  pada 23 Juni 2020
  • JA, 67 tahun asal Perempuan Paok Kambut, Lombok Barat   pada 22 Juni 2020
  • MI, 55 tahun, Perempuan asal Karang Taliwang, Mataram  pada  9 Juni 2020
  • HA, 50 tahun, Perempuan  asal Karang Pule, Kota Mataram  pada7 Juni 2020

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dewan Lombok Barat Minta Pekerja Hiburan Malam Jalni Rapid Test

Antisipasi penyebaran covid di tempat hiburan malam bisa lebih ketat. DPRD Lombok Barat (Lobar) mengusulkan para pekerja hiburan malam untuk dirapid test. ”Ini juga masuk bagian protokol kesehatan,” kata Ketua DPRD Lobar Hj Nur Hidayah, Jumat (7/8)

Fitch Ratings Indonesia Naikkan Peringkat Bank Bukopin Jadi AA-

Peringkat Nasional Jangka Panjang Bank Bukopin dinaikkan menjadi ‘AA-(idn)’ dari ‘BBB+(idn)’

Mata Air Lombok Utara Hanya Tersisa 77 Titik

Pemerintah KLU mencatat jumlah mata air potensial hanya tersisa 77 titik. Angka potensial itu terdeteksi sangat minim, dibandingkan total 238 mata air yang sebelumnya ada.

NTB Tuan Rumah Festival Ekonomi Syariah 2020

Provinsi NTB terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) atau Festival Ekonomi Syariah Indonesia ke-7 tahun 2020. ”Provinsi NTB sekaligus menjadi koordinator penyelenggaraan festival tahun ini,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam pembukaan ISEF 2020 secara virtual, Jumat (7/8).

Layangan Nyangkut Ganggu Jaringan Listrik Lombok

MATARAM-Akhir-akhir ini layang-layang kerap mengganggu aktivitas warga. Layangan putus banyak nyangkut di jaringan listrik PLN. Akibatnya listrik harus dipadamkan. ”PLN mencatat beberapa kali gangguan listrik yang disebabkan oleh layang layang,” kata Manager PLN UP3 Mataram Dony Noor Gustiarsyah, Jumat (7/8).

Tahun ini NTB Butuh Rp 8,3 Miliar Tangani Kekeringan

Seperti tahun-tahun sebelumnya, dana penanganan kekeringan tidak pernah sedikit. Tahun ini, BPBD NTB kembali mengusulkan dana hingga Rp 8,3 miliar lebih untuk atasi bencana kekeringan. ”Ini sedang kami usulkan mudahan dananya tersedia,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahmadi, Jumat  (7/8).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

TGB Dukung Mohan, Bang Zul Jagokan Selly di Mataram

Jika Bang Zul (panggilan akrab H Zulkieflimansyah) mendukung pasangan Hj Putu Selly Andayani-TGH Abdul Manan (paket Salaman). Maka tidak dengan TGB. Pria yang berkuasa selama 10 tahun di NTB itu memilih mendukung pasangan H Mohan Roliskana-TGH Mujibburahman (pasangan Harum).

Idola Baru Wisatawan, Bukit Pal Jepang Terapkan Sistem Booking Online

Begitu dibuka, Bukit Pal Jepang Desa Sapit, Kecamatan Suela, jadi incaran wisatawan. Dalam sebulan, bukit dengan ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut itu sudah didaki 3.550 wisatawan. Ibarat tengah berpuasa, inilah waktunya berbuka, setelah selama pandemi Covid-19 menahan dahaga akan sepinya wisatawan.
Enable Notifications.    Ok No thanks