alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

Dua Warga Mataram Meninggal Akibat DBD

MATARAM-Warga Mataram diminta waspada. Peralihan musim dapat memicu Demam Berdarah Dengue (DBD) merajalela.

Catatan kasus pada bulan September, dua warga meninggal dunia. “Yang meninggal dua (orang),” kata Kepala Dinas Kesehatan dr Usman Hadi, kemarin (27/10).

Dari statistik, sebenarnya kasus menunjukkan tren menurun dari awal tahun 2021 ini. “Jangan sampailah (ada peningkatan kasus),” harapnya.

Dua kasus meninggal karena keterlambatan penanganan. Sehingga tindakan medis tidak berhasil memberi pertolongan.

dr Usman mengimbau masyarakat lebih tanggap. Segera ke Puskesmas terdekat bila melihat ada gejala dini di sekitar.

Selain dua orang meninggal, sampai bulan September mencatat kasus suspect 1 kasus.

Lalu yang menyerupai demam berdarah 108 kasus. “Menyerupai demam berdarah, tapi (setelah diteliti) bukan demam berdarah,” jelasnya.

Baca Juga :  Kondisi Terburuk, NTB Siapkan Rumah Sakit Khusus Korona

Sementara yang terkonfirmasi demam berdarah 281 kasus. “Dari 281 ini yang syok sindrom sebanyak 8 kasus,” jelasnya.

Dinas Kesehatan telah bekerja keras menolong 8 pasien yang syok sindrom demam berdarah. “Kita berhasil tangani (6 kasus), tapi 2 meninggal,” jelasnya.

Seperti diketahui, DBD disebabkan oleh virus Dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.

Nyamuk ini biasanya berkembang biak dengan cepat ketika musim pancaroba atau peralihan musim dari kemarau ke hujan seperti saat ini.

Warga diminta waspada dan memperhatikan kebersihan lingkungan dengan menerapkan 3 M. Menguras bak mandi atau tempat yang ada genangan air; menutup bak mandi; dan mengubur barang bekas. (zad/r3)

Baca Juga :  Sudah Ada 49 Kasus Positif, Warga Lotim Diimbau Waspadai DBD

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/