alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Agar Tak Menular, Dokter Minta Penanganan Jenazah Pasien Korona seperti Penderita AIDS

DIREKTUR Rumah Sakit Universitas Airlangga, Surabaya, Prof dr Nasronudin SpPD-KPTI FINASIM mengungkapkan, pasien positif Covid-19 yang meninggal harus diperlakukan khusus. Jenazah harus dimandikan di rumah sakit. Sebab, rumah sakit memiliki pengalaman dan pembekalan khusus dalam penanganan jenazah Covid-19.

’’Pengurusan jenazahnya mirip seperti jenazah pasien HIV/AIDS,’’ katanya.

Nasronudin menjelaskan, tubuh jenazah positif Covid-19 masih memungkinkan mengeluarkan cairan. Jadi, bisa menular ke siapa saja. Karena itulah, jenazah harus dimandikan di rumah sakit oleh tim kesehatan yang khusus menangani jenazah pasien menular. ’’Tim yang bertugas memandikan jenazah pun harus lengkap menggunakan APD,’’ ujarnya.

Jenazah pun harus diberi disinfektan dan ditutup dengan plastik agar tidak ada cairan tubuh yang keluar. Karena itulah, ketika dibawa ke rumah, jenazah tidak boleh dibuka sama sekali. ’’Harus percayakan pada kami tim medis. Kalau nekat dibuka, bisa menularkan ke seluruh orang,’’ jelasnya.

Saat ini, RSUA juga sudah menyiapkan tim kesehatan khusus untuk menangani jenazah positif Covid-19. Ada dua petugas profesional yang ditugaskan. Namun, jumlah tersebut bisa ditambah sesuai kebutuhan.

’’Kami terus berupaya agar zero pasien positif Covid-19 yang meninggal. Kami terus berupaya agar mereka sembuh total,’’ katanya.

Sejauh ini, Kementerian Agama sendiri telah mengeluarkan protokol khusus untuk penanganan jenazah Covid-19. Hal itu sesuai dengan edaran dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Surat edaran itu sudah mencantumkan jelas seperti apa prosedurnya. Misalnya penanganan yang dilakukan petugas rumah sakit. Jenazah ditutup dengan kain kafan atau plastik.Dapat juga jenazah ditutup dengan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

Di sana juga tertulis jelas bahwa jenazah tidak boleh dibuka lagi. Kecuali dalam keadaan mendesak. Misalnya untuk keperluan otopsi dan dilakukan petugas. Tentunya waktu untuk persemayaman tidak boleh terlalu lama, tidak lebih dari empat jam.

Surat edaran juga mengatur soal salat Jenazah. Yakni, dilakukan di rumah sakit rujukan. Bisa dilakukan di masjid atau rumah, tetapi harus ada kepastian tempat itu memadai. Sanitasi sudah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, dilakukan penyemprotan disinfektan saat rampung.

Untuk teknis pemakaman, minimal jaraknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum serta 500 meter dari pemukiman terdekat. Untuk lubang makam, kedalamannya 1,5 meter dan timbunan tanah 1 meter. Setelah prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.(jpg/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks