alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Jangan Sembarangan, Ini Prosedur Pemakaman Jenazah Pasien Korona Menurut Kemenag

MATARAM —Sejauh ini, Kementerian Agama sendiri telah mengeluarkan protokol khusus untuk penanganan jenazah Covid-19. Hal itu sesuai dengan edaran dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam.

Surat edaran itu sudah mencantumkan jelas seperti apa prosedurnya. Misalnya penanganan yang dilakukan petugas rumah sakit. Jenazah ditutup dengan kain kafan atau plastik.Dapat juga jenazah ditutup dengan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.

Di sana juga tertulis jelas bahwa jenazah tidak boleh dibuka lagi. Kecuali dalam keadaan mendesak. Misalnya untuk keperluan otopsi dan dilakukan petugas. Tentunya waktu untuk persemayaman tidak boleh terlalu lama, tidak lebih dari empat jam.

Surat edaran juga mengatur soal salat Jenazah. Yakni, dilakukan di rumah sakit rujukan. Bisa dilakukan di masjid atau rumah, tetapi harus ada kepastian tempat itu memadai. Sanitasi sudah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, dilakukan penyemprotan disinfektan saat rampung.

Untuk teknis pemakaman, minimal jaraknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum serta 500 meter dari pemukiman terdekat. Untuk lubang makam, kedalamannya 1,5 meter dan timbunan tanah 1 meter. Setelah prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Berikut beberapa hal yang harus dipatuhi saat memakamkan pasien korona:

  • JENAZAH penderita positif Korona ditutup dengan kain kafan atau plastik. Dapat juga jenazah ditutup dengan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar.
  • JENAZAH tidak boleh dibuka lagi. Kecuali dalam keadaan mendesak. Misalnya untuk keperluan otopsi dan dilakukan petugas.
  • WAKTU untuk persemayaman tidak boleh terlalu lama. Tidak lebih dari empat jam.
  • SALAT jenazah dilakukan di rumah sakit rujukan. Bisa dilakukan di masjid atau rumah, tetapi harus ada kepastian tempat itu memadai. Sanitasi sudah dilakukan secara menyeluruh. Kemudian, dilakukan penyemprotan disinfektan saat rampung.
  • LOKASI makam minimal jaraknya 50 meter dari sumber air tanah yang digunakan untuk minum serta 500 meter dari pemukiman terdekat.
  • UNTUK lubang makam, kedalamannya 1,5 meter dan timbunan tanah 1 meter.
  • SETELAH prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Sumber: Surat Edaran Kemenag

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).
Enable Notifications    Ok No thanks