alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Pemerintah Larang Mudik, Agar Korona Tak Menjalar ke Kampung Halaman

JAKARTA—Tidak hanya menyusun rancangan peraturan pemerintah karantina wilayah, Menkopolhukam Mahfud MD menjelaskan pihaknya  tengah menyiapkan ketentuan agar masyarak tidak buru-buru mudik. ”Sekarang kita dalam situasi bencana sehingga sedang dipertimbangan juga satu kebijakan larangan mudik menjelang lebaran,” jelasnya.

Kepada kementerian dan lembaga, Mahfud menyebut, anggaran untuk program mudik bareng sudah diminta dipakai membantu penanggulangan virus korona. Sebagaimana sudah dilakukan oleh Kementerian Perhubungan. Khusus Kementerian Pertahanan (Kemhan), kemarin instansi tersebut sudah mengeluarkan surat edaran larangan mudik tahun ini.

Direktur Jendral Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan bahwa rapat-rapat mengenai mudik telah digelar marathon. Keputusan awal, penyelenggaraan mudik gratis yang dilakukan pemerintah, BUMN, maupun swasta ditiadakan. Sementara untuk pelarangan mudik masih dalam pembahasan. ”Tahapannya imbauan dulu,” tuturnya kemarin.

Dia menyadari bahwa imbauan tidak dipatuhi oleh masyarakat. Bahkan ada yang sudah nekat pulang. Namun untuk pelarangan, membutuhkan rapat yang lebih tinggi. Senin nanti direncakan akan ada rapat terbatas para menteri yang akan membahas hal ini. ”Dari eselon satu sepakat bahwa untuk pelarangan mudik,” ucapnya.

Budi menyatakan bahwa dirinya sudah berkoordinasi dengan Korlantas Polri dan TNI. Ada beberapa skema yang akan dilakukan jika nanti benar-benar ada aturan larangan mudik. Misalnya di pintu keluar Jabodetabek akan diberi sekat. Penutupan dilakukan di jalan tol dan jalan nasional. ”Waktunya kapan sudah ada skemanya,” ungkapnya.

Yang belum diantisipasi adalah mudik dini. Menurut Budi, berdasarkan data yang dimilikinya ada peningkatan jumlah penumpang datang di beberapa terminal Tipe A di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Lonjakan terjadi pada 20-22 Maret. ”Rata-rata penumpang dari Jabodetabek,” ucapnya. Budi mencontohkan terminal yang mulai ramai ada di Solo, Wonogiri, dan Purwokerto.

Menindaklanjuti hal ini, Budi meminta kepala Balai Pengelola Transportasi Darat dan Dinas Perhubungan untuk berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat. Pengecekan kesehatan pada mereka yang datang dari Jabodetabek harus dimasifkan.

Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati menambahkan bahwa limpahan pemudik dari Jabodetabek ini membuat penularan semakin banyak. Dia baru mendapat laporan dari Kabupaten Sumedang bahwa ada peningkatan orang dalam pengawasan setelah ada banyak pemudik dari Jabodetabek. ”Kalau tidak ada pelarangan dari pemerintah, dikhawatirkan akan tambah zona merah di tujuan mudik,” ucapnya kemarin.

Di sisi lain, PT KeretaApi Indonesia (KAI) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di seluruh lingkungan kerja unit angkutan barang. ”Kegiatan ini bertujuan untuk menjamin pasokan logistik melalui kereta barang aman dan lancar. Serta tidak terganggu oleh merebaknya wabah Covid-19,” ujar VP Public Relations KAI Yuskal Setiawan kemarin.

Yuskal menambahkan, hal ini menunjukkan bahwa KAI tak hanya fokus pada pelayanan di angkutan penumpang. Namun juga pada angkutan barang. ”Khusus untuk angkutan binatang, sementara ini kami hentikan pelayanannya,” tuturnya. (jpg/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Distribusi Bantuan Beras Lelet, Dewan Minta Pemprov NTB Ambil Alih

”Pemda harus secepatnya koordinasi ke pusat, kalau ada kemungkinan ambil alih, take over secepatnya, kasihan masyarakat,” tegas Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah, Minggu (27/9/2020).

Kantongi Persetujuan Mendagri, Pjs Bupati Boleh Lakukan Mutasi

”Bisa (rombak) tetapi ada kendali di situ yakni rekom KASN. Pejabat definitif saja harus ada rekom KASN,” katanya.

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks