alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Peluang Penyelenggaraan Ibadah Haji 2020 Mengecil

JAKARTA–Kepastian penyelenggaraan haji sampai saat ini tidak kunjung dikeluarkan. Kondisi ini membuat sebagian pihak pesimis haji 2020 bisa diselenggarakan. Apalagi di Arab Saudi, khususnya di kota Makkah, penanganan wabah Covid-19 masih berlangsung sampai sekarang.

Di antara yang meragukan penyelenggaraan haji tahun ini bisa terlaksana adalah Sekretaris Forum Shilaturahim Asosiasi Travel Haji dan Umrah (SATHU) Muharom Ahmad. Sepekan sebelum lebaran, dia baru mendarat di tanah air dari Arab Saudi. Selama tiga bulan dia berada di sana untuk urusan pekerjaan.

Menurut Muharom pemerintah Saudi hati-hati memutuskan haji tahun ini kembali diselenggarakan atau tidak. ’’Kalaupun diselenggarakan, yang boleh berhaji harus orang yang dipastikan tidak membawa virus korona,’’ katanya Rabu (27/5) lalu.

Kehati-hatian itu penting, karena pemerintah kerajaan Arab Saudi tidak ingin penyelenggaraan haji menjadi fitnah di kemudian hari. Dia mengatakan Arab Saudi tidak ingin penyelenggaraan haji dicap sebagai mega klaster atau klaster raksasa penularan Covid-19.

Melihat perkembangan terkini, Muharom mengatakan tahun ini penyelenggaraan haji kecil kemungkinan bisa terlaksana. ’’Kecil kemungkinan bukan berarti sudah pasti tidak ada haji tahun ini,’’ katanya. Diantara pertimbangannya adalah waktu yang semakin mepet. Menurutnya keputusan haji hingga awal Juni merupakan keputusan yang beresiko.

Menurut Muharom banyak hal teknis yang bisa menjadi kendala penyelenggaraan haji tahun ini. Misalnya ada pasangan jamaah haji, yang salah satunya dinyatakan positif Covid-19. Contoh lainnya dalam satu kloter penerbangan disiapkan unutk 450 orang. Ternyata sepertiga atau separuh diantaranya tidak bisa terbang karenca tertular Covid-19. Maka Kemenag harus menyiapkan gantinya. Jika tidak ongkos penerbangan menjadi lebih mahal, karena penumpangnya berkurang.

Muharom menjelaskan dari sisi waktu, saat ini benar-benar mepet. Dia mencontohkan tahun lalu sebelum Ramadan seluruh kontrak layanan haji di Arab Saudi sudah beres. Sehingga bisa dilakukan proses penerbitan visa haji. Sementara tahun ini, sampai selesai Idul Fitri, belum ada kontrak layanan haji. Padahal kontrak layanan haji itu syarat untuk mengurus visa haji.

Ketua Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj meminta pemerintah Indonesia tegas memutuskan haji tahun ini ditunda atau dibatalkan. ’’Dengan waktu yang semakin mendesak dan mepet, membuat sejumlah pihak, khususnya jamaah haji gelisah,’’ katanya. Dia juga menjelaskan sampai saat ini pemerintah Arab Saudi masih berjibaku mengendalikan wabah Covid-19 di sana.

Merujuk pelaksanaan haji sebelumnya, memasuki akhir Ramadan seluruh persiapan haji yang bersifat fundamental sudah selesai. Seperti penyiapan dokumen paspor dan visa, pembekalaan atau manasik haji, serta kontrak layanan haji di Arab Saudi meliputi hotel, transportasi darat, dan katering.

Dengan kondisi itu, Komnas Haji dan Umrah mendorong agar Presiden joko Widodo segera mengambil kebijakan tegas. ’’Yaitu dengan menunda pengiriman misi haji Indonesia tahun 2020 karena pandemi Covid-19,’’ jelasnya. Dengan kewenangan dan kedaulatan penuh, Presiden bisa mengambil keputusan itu tanpa menunggu sikap dari pemerintah Arab Saudi. Keputusan itu tidak hanya demi keselamatan CJH saja. Tetapi juga personel petugas haji dari unsur tenaga medis, TNI, Kepolisian, dan lainnya.

Dari Kemenag belum banyak perkembangan soal penyelenggaraan haji 2020. Juru bicara Kemenag Omat Fathurrahman mengatakan belum ada perkembangan informasi dari Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

Sementara itu Saudi merelaksasi kebijakan lockdown di negaranya. Mulai Minggu (31/5), tempat ibadah akan mulai dibuka. Namun, dengan sejumlah syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi.

Kabar tersebut dibenarkan oleh Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Achmad Rizal Purnama. Ia mengaku sudah mendapat kabar mengenai rencana pembukaan masjid-masjid di Saudi. Kecuali, masjid yang berada di Mekkah. Artinya, Masjidil Haram masih akan ditutup hingga keputusan selanjutnya.

”Kami sudah mendengar kebijakan pelonggaran terkait ibadah di masjid per 31 Mei 2020 tersebut,” ujarnya dalam temu media secara daring kemarin (27/5).

Rizal mengatakan, pembukaan tersebut akan tetap disertai dengan sejumlah protocol kesehatan yang wajib dipatuhi. Misalnya, masjid baru akan dibuka 20 menit sebelum adzan dan ditutup kembali 20 menit setelah ibadah sholat selesai dilakukan.

Sayangnya, kebijakan tersebut belum disertai dengan adanya keputusan pasti mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah. Menurut Rizal, dari komunikasi yang dilakukan dengan pihak kedutaan Arab Saudi di Jakarta serta informasi perwakilan pemerintah di Saudi, hingga kini belum ada keputusan apapun mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah ini.

”Seperti diketaui, telah dibentuk komite tingkat tinggi yang dipimpin oleh Raja Salman sendiri mengenai hal ini. tapi hingga saat ini belum ada keputusan apapun,” papar Rizal.

Seperti diketahui, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sudah lebih dari dua bulan ditutup sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19. Ibadah di kedua masjid tersebut ditangguhkan mulai 20 Maret 2020 lalu menyusul meningkatkan jumlah kasus positif di Saudi.

Melihat kondisi yang mulai kondusif, pemerintah Saudi pun mulai menyusu skema pelonggaran lockdown. Mengutip dari Aljazeera, pelonggaran akan dilakukan melalui tiga tahapan. Pertama, dengan mengizinkan kegiatan jual beli termasuk dibuka kembali mall, pada 28-30 Mei 2020. Kegiatan ini boleh dilakukan selama 15 jam, mulai  pukul 6 pagi sampai 3 sore.

Tahap kedua, mulai 31-20 Juni 2020 pegawai kantoran baik pemerintah dan swasta diperbolehkan masuk kantor. Kegiatan dibatasi hanya pada pukul 6 pagi sampai 8 malam. Pada tahap ini, masji juga sudah diperbolehkan untuk menggelar salat berjamaah dan  salat Jumat dengan sejumlah protocol kesehatan.

Tahap terakhir, pada 21 Juni 2020 mendatang, semua aktivitas diharapkan berjalan normal seperti biasa. Hanya saja, setiap masyarakat diimbau tetap memakai masker dan menjalankan hidup bersih. Sebagai informai, kasus positif Covid-19 di Saudi sejauh ini tercatat sebanyak 74.795 orang. Dari angka tersebut, 399 orang dilaporkan meninggal dunia. (wan/mia/JPG/r6)

 

Perkembangan Kebijakan Jam Malam di Arab Saudi

 

28–30 MEI

  • Mengizinkan kegiatan di luar rumah, bepergian antar kota dan provinsi, kegiatan pertokoan atau mal antar ajam 06.00 – 15.00 WIB, kecuali di kota Makkah.
  • Salon kecantikan, tempat cukur, klub olahraga, pusat hiburan, dan bioskop tetap ditutup dengan alasan untuk jaga jarak

 

31 MEI–20 JUNI

  • Mengizinkan kegiatan di luar rumah, bepergian antar kota dan provinsi, kegiatan pertokoan atau mal antar ajam 06.00 – 20.00 WIB, kecuali di kota Makkah.
  • Mengizinkan salat jumat dan salat rawatib di seluruh masjid di Arab Saudi, kecuali di Kota Makkah. Khusus di kota Makkah, salat jumat dan rawatib hanya dilakukan di Masjidilharam.
  • Mengizinkan aktivitas perkantoran pemerintah dan swasta dengan melaksanakan protokol kesehatan.
  • Mengizinkan penerbangan dalam negeri dengan protokol kesehatan.
  • Mengizinkan perjalanan ke seluruh wilayah Arab Saudi dengan kendaraan umum atau pribadi.
  • Restoran dan kafe diizinkan menerima layanan makan di tempat dengan mematuhi protokol kesehatan.
  • Salon kecantikan, tempat cukur, klub olahraga, pusat hiburan, dan bioskop tetap ditutup dengan alasan untuk jaga jarak.
  • Larangan masih berlaku untuk kegiatan dengan massa lebih dari 50 orang. Seperti pernikahan, takziyah, dan lainnya.

 

21 JUNI DAN SETERUSNYA

  • Situasi normal di seluruh Arab Saudi dikembalikan sepenuhnya, kecuali di Kota Makkah.
  • Umrah dan ziarah tetap dilarang untuk sementara.
  • Tetap melarang penerbangan internasional sampai dengan waktu yang belum ditentukan.

 

Sumber : Kebijakan Pemerintah Arab Saudi

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.
Enable Notifications    Ok No thanks