alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pelatih Juga Tetap Diperhatikan

Pelatih Protes soal Bonus

MATARAM-Pembagian bonus bagi atlet dan pelatih yang digelar di Graha Bhakti Praja Kantor Gubernur NTB sempat diwarnai kericuhan, kemarin (28/10). Hal ini dipicu kekecewaan pelatih yang merasa tidak dihargai karena tidak dipanggil untuk menerima bonus serta tidak mendapat kejelasan berapa jumlah bonus yang harus diterima.

Pantauan Koran ini, protes dilayangkan pelatih saat Kadispora NTB Surya Bahari sedang diwawancarai usai acara penyerahan bonus. Pelatih meluapkan kekecewaan dengan berteriak ke Kadispora NTB saat Gubernur NTB H Zulkieflimansyah masih berada di lokasi.

Ketua Forum Pelatih NTB Agus Suharyan mengatakan, insiden yang terjadi saat pembagian bonus adalah luapan emosi para pelatih karena sudah dikecewakan Dispora NTB. ”Yang pasti ini karena tidak ada keterbukaan pada pelatih,” ujarnya.

Agus menjelaskan, setelah PON Papua selesai tidak ada upaya dari Dispora NTB untuk merangkul pelatih membicarakan besaran bonus untuk pelatih. Karena sudah muncul isu-isu miring soal pembagian bonus bagi pelatih. ”Saat itu muncul isu bonus pelatih hanya 30 persen dari atletnya. Bahkan sampai sekarang kita tidak tahu berapa sih jumlah bonus itu,” ujarnya.

Baca Juga :  Informasi Geospasial Penting sebagai Dasar Perencanaan Pembangunan

Terkait bonus bagi pelatih ini, Agus menilai sebenarnya tidak perlu dipusingkan. Jika pemerintah mau menggunakan acuan pembagian bonus pelatih pada PON Jabar 2016 lalu. ”Ini malah kesannya mencari aturan baru untuk mengurangi bonus pelatih,” katanya.

Pelatih Tarung Derajat NTB Abdul Khaer menambahkan, insiden tadi muncul karena tidak ada ruang bagi pelatih untuk menyampaikan hal-hal sesuai kesepakatan awal. ”Ekspektasi kami itu bonus 60 persen. Dasarnya bonus PON 2012 dan PON 2016,” katanya.

Khaer melanjutkan, kekecewaan pelatih ini semakin menumpuk setelah pada prosesi penyerahan bonus, nama pelatih tidak ada yang dipanggil untuk menerima bonus, bahkan secara simbolis. ”Kami ini tidak dihargai. Padahal gubernur sudah sangat luar biasa menghargai atlet dan pelatih tetapi Dispora justru punya sentimen pada pelatih,” paparnya.

Baca Juga :  Persaingan Ketat, Enam Orang Ambil Formulir Pencalonan Ketua KONI NTB

Menurut Khaer, insiden tadi tidak perlu terjadi. Jika Dispora NTB mau berkomunikasi dengan pelatih atau KONI NTB selaku leading sektor di bidang olahraga.

Kepala Dispora NTB H Surya Bahari menyampaikan ada miss komunikasi terkait kericuhan itu Pemprov NTB tetap memperhatikan atlet maupun pelatih yang telah sukses mengharumkan nama NTB dikancah nasional. ”Atlet maupun pelatih semua tetap diperhatikan, namun kali ini hanya miss komunikasi, karena beberapa pelatih masih harus menyelesaikan beberapa administrasi,” jelasnya dalam siaran pers yang diterima Koran ini.

Surya menegaskan semua untuk pelatih sudah disiapkan tinggal menunggu proses mekanisme administrasi buku tabungan saja. Hanya beberapa pelatih saja yang belum lengkap administrasinya. (puj/r8)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/