alexametrics
Jumat, 12 Agustus 2022
Jumat, 12 Agustus 2022

Pandemi Korona, Perayaan HUT Kota Mataram Digelar Sederhana

MATARAM–Kota Mataram akan merayakan hari jadinya yang ke-28 tahun pada Selasa 31 Agustus besok. Menyambut hari spesial itu, Pemerintah Kota Mataram tak mau merayakannya secara meriah. Ini dilakukan demi menjaga momentum turunnya kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.

“Sesuai arahan dan petunjuk pak wali kota kepada panitia HUT Kota Mataram, perayaan besok dilaksanakan secara sederhana. Jangan sampai mengundang kerumunan dan euforia yang mengabaikan protokol kesehatan,” jelas juru bicara Satgas Covid-19 I Nyoman Suwandiasa kepada Lombok Post, kemarin (29/8).

Jika biasanya setiap perayaan HUT Kota Mataram diwarnai dengan acara tasyakuran dan makan bersama, tahun ini Pemkot Mataram tak lagi melakukannya. Karena Pemkot berupaya menghindari potensi penularan saat acara makan-makan. Mengingat saat acara makan biasanya orang akan membuka maskernya.

“Selaku pemerintah kami diminta harus bisa memberikan contoh. Kita semua harus menjaga momentum yang kita dapatkan saat ini (PPKM Level 3). Sebagai bentuk simpati dan empati kepada masyarakat yang sudah cukup lama merasakan dampak pandemi,” jelas pria yang juga menjabat Kepala Dinas Kominfo Kota Mataram itu.

Baca Juga :  Urai Timbunan Sampah, Biodigester Mataram Diharap Segera Terealisasi

Pemkot Mataram memutuskan tidak ada pestapora. Puncak acara HUT Kota Mataram hanya akan ditandai dengan upacara bendera biasa di halaman Kantor Wali Kota Mataram. Dengan jumlah peserta dibatasi sama seperti HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus lalu.

Selesai upacara kemudian dilanjutkan dengan pemberian bantuan. Santunan tenaga kesehatan, masyarakat terdampak, penyerahan hadiah lomba fotografi dan inovasi daerah, pemberian sembako JPS Covid-19, serta launching program unggulan.

“Ada empat program unggulan yang akan  dilaunching bertepatan saat HUT Kota Mataram,” cetus Suwandiasa.

Diantaranya yakni pemberlakuan tanda tangan digital untuk mewujudkan smart city. Kemudian relaunching Call Center 112 sebagai nomor layanan terpadu masyarakat, gerakan one agency one inovation, serta penandatanganan prasati nol kilometer Mataram.

Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana dalam rapat dengan dewan pekan lalu menyampaikan kondisi perkembangan pandemi Covid-19 di Kota Mataram saat ini. Ia mengatakan saat ini hanya 0,57 persen daerah zona merah atau dua lingkungan yang tersisa di Kota Mataram. Kemudian 59 persen zona hijau, 30 persen zona kuning, dan sisanya zona oranye.

Baca Juga :  Tak Ada Gugatan ke MK Pasangan HARUM Tinggal Dilantik

“Perekonomian kita sempat kontraksi 5,5 persen. Namun semua membaik seiring banyak program bantuan pemerintah pusat dan daerah menggerakkan perekonomian,” katanya.

Bantuan pemerintah pusat dan daerah tersebut seperti PKH, BPNT, bantuan beras (CBP), bantuan1,4 miliar dari Baznas, dan Rp 5 miliar untuk JPS Covid-19. Sejumlah bantuan ini diyakini bisa mengurangi dampak pandemi.

Kepada dewan, Mohan meminta dukungan agar bersama-sama menjaga situasi saat ini agar tetap stabil bahkan cenderung mengalami penurunan secara signifikan. Sehingga Mataram bisa turun level hingga menjadi zona hijau Covid-19.

“Kami bersyukur penanganan Covid-19 berbasis kelurahan dibantu TNI-Polri. Ditambah kondisi vaksinasi sudah 57 persen dari target 70 persen. Dengan kapasitas oksigen dan BOR tersedia cukup baik,” ucapnya. (ton/r3)

 

 

 

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/