alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Warga NTB Dievakuasi ke Jayapura

MATARAM-Papua belum kondusif. Warga NTB yang tinggal di Wamena, Papua diungsikan. Sebagian telah dievakuasi ke Jayapura. Tapi mereka belum bisa pulang langsung ke NTB.

Alhamudulillah sudah terbang ke Jayapura pakai pesawat Hercules, tapi masih ada beberapa yang menyusul besok,” kata Taufikurrahman, salah seorang purna praja IPDN asal NTB yang tugas di Wamena, pada Lombok Post, kemarin (29/9).

Dia tidak menerangkan lebih jauh bagaimana kondisi warga di sana. Taufik hanya menyebut sebagian masih di Wamena, dan akan diungsikan secara bertahap. Mereka sudah mengupayakan semua warga dievakuasi karena situsi di sana belum aman.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial NTB Hj Wismaningsih Drajadiah menerangkan, pihaknya terus memantau warga NTB di sana. Dinas Sosial NTB bahkan sudah langsung mengirim tim ke Papua. Rencananya, pagi ini mereka tiba dan akan melaukan pendataan. ”Proses selanjutnya kita tunggu informasi tim,” ujarnya.

Mereka juga telah mengirimkan bantuan dana untuk logistik dan obat-obatan bagi warga NTB di Wamena dan Jayapura. ”Sementara dukungan logistik dari Kemensos RI telah berangkat hari ini,” katanya.

Informasi terakhir yang didapatkan, 37 orang pengungsi yang ada di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) sudah dievakuasi ke Jayapura. Tapi masih ada 13 orang yang mengungsi di Kodim dan lima orang di Kabupaten Yalimo.

Gubernur NTB H Zulkieflimansyah sejak beberapa hari lalu sudah meminta, warga NTB dievakuasi dari Wamena dengan pesawat komersial. Tapi, saat itu tidak bisa karena tidak ada jadwal penerbangan pesawat dalam dua hari ini. Penerbangan baru ada tanggal 3-4 Oktober. ”Tapi Hercules disiapkan, sehari empat kali,” ujar Wismaningsih.

Jumlah warga NTB di Wamena sebelumnya 171 orang, sebagian besar sudah diungsikan ke luar dari Wamena. Sisanya tinggal 13 orang dan lima lainnya di Yalimo. Tapi rencananya akan dievakuasi hari ini.

Di Jayapura lebih aman, warga ditampung di Yonif 751/Jayapura. ”Sudah ada yang pulang ke Makassar, Jakarta, dan Bima,” katanya.

Para korban rumahnya dibakar, sebagian tidak dibakar, tapi mereka ketakutan. Kondisi mereka mulai sakit-sakit karena trauma. Mereka juga takut dengan ancaman.

Untuk memantau kondisi terakhir, pihaknya terus koordinasi dengan semua pihak terkait. Termasuk pengiriman bantuan dan obat-obatan dari Dinas Kesehatan NTB. Koordinasi juga dilakukan dengan Komandan Detasemen Wamena Letkol Pnb Arief Sudjatmiko.

Ia berharap, upaya evakuasi warga NTB di Papua ini berjalan dengan mulus tanpa adanya korban. Setiap perkembangan akan dilaporkan dan disikapi segera. ”Kita tunggu dan mari sama-sama kita doakan kondisi warga kita di sana,” pungkasnya.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda NTB Najamudin Amy menambahkan, gubernur terus  memantau kondisi warganya dari NTB. Dia memerintahkan evakuasi warga NTB korban kerusuhan segera mendapatkan pelayanan evakuasi dari Wamena ke Jayapura.

Dia juga berterimakasih kepada warga Bima, Dompu, Kemensos RI, TNI dan Polri yang telah membantu warga NTB di sana.

Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan, evakuasi warga NTB di Wamena sudah dievakuasi. Terkait proses evakuasi warga NTB sudah diserahkan pemprov NTB. ”Saya tidak tahu apakah evakuasinya dilakukan ke Jayapura atau dipulangkan ke NTB. Belum saya mendapatkan laporannya,” kata Nana.

Sejauh ini, pihak kepolisian masih melakukan pengamanan. ”Saat ini, masih dalam proses pemulihan,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum ada masyarakat NTB yang menjadi korban di Wamena. Mereka masih aman. ”Tidak ada korban jiwa dari NTB. Mudahan masyarakat NTB di Wamena selalu aman,” pungkasnya.    (ili/r3)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks