alexametrics
Senin, 26 Oktober 2020
Senin, 26 Oktober 2020

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

MATARAM-Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Dalam peta yang dirilis Gugus Tugas Covid-19 NTB, kemarin (29/9), penularan virus Korona di NTB sudah membaik. Dimana empat daerah zona kuning bertambah. Lombok Utara yang tadinya zona oranye kini menjadi zona kuning. Begitu juga Sumbawa Barat dan Sumbawa yang tadinya zona oranye kini menjadi zona kuning. Sementara Lombok Tengah tetap zona kuning.

Kemudian lima daerah oranye. Yakni Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Timur, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Sementara Dompu yang tadinya zona kuning, malah mulai hari ini menjadi Zona Merah, yang berarti penularan kasus bertambah buruk di wilayah tersebut.

Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 NTB H Lalu Gita Ariadi menyebut, dari 27 kasus positif baru di NTB kemarin, sebanyak 11 orang berada di Dompu dan 10 orang dari Kota Bima. ”Sisanya empat orang dari Kota Mataram dan dua orang dari luar provinsi NTB,” katanya.

Dengan tambahan kasus itu, total kasus positif Covid-19 di NTB telah mencapai 3.312 orang, dengan 2.640 orang sembuh, 196 orang meninggal dunia, dan 476 orang masih positif.

Dijelaskan bahwa perubahan status zona suatu wilayah ditentukan 14 indikator yang menjadi tolok ukur pemerintah. Antara lain, penambahan kasus positif baru dan angka kematian baru. Status zona daerah tersebut dievaluasi selama dua pekan.

Bila ada satu atau dua orang saja yang meninggal, itu akan sangat berpengaruh. ”Di Dompu kemarin ada 11 positif baru dan satu orang meninggal,” kata Gita Ariadi.

 

Belum Penuhi Standar WHO

 

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi menjelaskan, kondisi NTB saat ini sebenarnya belum menunjukkan kondisi sesungguhnya.”Kondisi kita ini semu. Semu itu seakan-akan kita sudah turun (kasusnya) tetapi sebetulnya tidak turun,” kata Eka.

Dia menjelaskan, daerah yang kasusnya benar-benar turun, mestinya tidak akan naik lagi. Kasusnya akan terus melandai sampai tidak ada lagi pasien Covid-19. ”Kalau kita kan turun naik, turun naik, dan turunnya itu semu,” tegasnya lagi.

Gambaran sesungguhnya baru bisa diketahui jika kasus positif baru di bawah 5 persen, kemudian angka kematian di bawah 3,3 atau di bawah angka nasional, dan tracing satu banding 30 orang kontak erat pasien Covid-19 sesuai standar Badan Kesehatan Dunia atau WHO. ”Itu baru riil, angka yang muncul itulah angka sebenarnya,” kata Eka.

Tapi jika kasus baru masih tinggi, tracing di masing-masing daerah belum ideal. Maka kata Eka, penurunan kasus yang terjadi belum menggambarkan kodisi sebenarnya. ”Seakan-akan kasus berkurang tetapi masih ada risiko naik lagi. Karena belum semua (orang tertuluar) terpegang,” katanya.

Tes screening Covid-19 yang ideal, kata Eka, yakni 1 per 1000 orang penduduk per pekan. Misalnya Kota Mataram memiliki penduduk 400 ribu orang, maka per pekan, 400 orang harus dites. ”Kemudian muncul kasusnya sedikit berarti riil itu,” tandasnya.

Faktanya, kasus tracing di NTB kini masih rendah. Data Kementerian Kesehatan pada September ini menunjukkan bahwa jumlah penduduk yang dites di NTB hanya 185 orang per pekan. Masih jauh dari batas ideal yakni 1.000 orang per pekan per satu juta penduduk.

Berkaca dari itu, Pemprov saat ini fokus melakukan tracing secara masif dan mencegah kasus kematian pasien Covid-19. Dua hal itu menjadi fokus utama beberapa bulan ke depan.

 

Baru Lima Provinsi

 

Secara keseluruhan, Indonesia memang hingga saat ini masih belum mampu memenuhi jumlah tes PCR minimum versi WHO. Yakni 1 per 1.000 orang tiap pekan atau dalam ukuran Indonesia, 267 ribu orang per pekan. Namun, pemerintah mengklaim progres testing Covid-19 terus mengalami kenaikan, khususnya di beberapa provinsi.

Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menuturkan, saat ini ada lima provinsi yang kemampuan tesnya sudah melampaui jumlah minimum versi WHO. Yakni, DKI Jakarta, Sumbar, Bali, Sulsel, dan Papua.

Berdasarkan laporan Satgas Penanganan Covid-19, sepekan terakhir Indonesia hanya mampu memeriksa 188.689 orang atau rata-rata 26.956 orang perhari. Setara dengan 70,67 persen dari jumlah tes minimal. Bila ingin memenuhi standar minimal WHO, maka rata-rata tes harian harus menembus angka 38.143 orang.

Wiku mengatakan, pihaknya masih terus mendorong kelima provinsi itu dan daerah-daerah lain untuk meningkatkan kapasitas tes. ’’Ini pasti akan berkontribusi dengan kasus aktif yang rendah di Indonesia,’’ lanjutnya.

Disinggung mengenai tes cepat yang direkomendasikan WHO, yakni rapid tes antigen, Wiku menyatakan sudah mendengar informasinya. Menurut dia, rapid tes antigen bisa digunakan di Indonesia sesuai rekomendasi WHO. ’’Agar bisa menggantikan rapid tes antibodi,’’ tambahnya.

Menurut Wiku, yang juga harus ditekan adalah angka kematian. Caranya adalah dengan menekan angka penularan di tengah masyarakat lewat penegakan protocol kesehatan. Karena angka kematian yang besar biasanya terjadi pada kelompok-kelompok rentan. Di mana mereka tinggal dengan keluarganya yang berpotensi jadi perantara akibat tidak patuh protokol kesehatan. Bila kelompok rentan bisa dilindungi, maka angka kematian bisa ditekan.

Sementara itu, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) mengklaim pertumbuhan kasus positif cenderung menurun setelah dua pekan mandat penanganan Covid-19 di 8 provinsi diserahkan pada Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan.

Delapan provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

Jubir Kemenko Marves Jodi Mahardi mengatakan, jika dilihat dari indikator di delapan provinsi secara mingguan, terjadi penurunan penambahan kasus konfirmasi dan angka kematian, kecuali Jawa Barat.

Khusus Jawa Barat, Jodi menyebut secara rata-rata wilayah Bogor, Bekasi dan Depok berkontribusi terhadap lebih dari 60 persen total peningkatan kasus di Jawa Barat dalam 2 minggu terakhir. ”Oleh karena itu penanganan kasus di Jabodetabek akan dilakukan secara terintegrasi” kata Jodi kemarin (29/9)

Dengan perkembangan positif ini, Jodi menyebut Luhut mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh seluruh gubernur di kedelapan provinsi, jajaran Polda, Kodam, Kemenkes, Satgas Covid 19 serta tim lain yang terlibat.

“Tapi pak Menko minta agar pemerintah pusat dan daerah tidak lengah dan tetap terus fokus pada upaya penurunan penambahan kasus harian, peningkatan angka kesembuhan dan penurunan angka kematian sesuai perintah Presiden,” sebut Jodi.

Pertumbuhan kasus positif nasional nyatanya masih terus menunjukkan kenaikan. Dalam sepekan terakhir, pertumbuhan kasus positif per hari masih berada di atas 4.000 kasus dengan puncak kasus tertinggi terjadi pada 25 september dengan 4.823 kasus. Pada tanggal 27 dan 28 September kemarin kenaikan sempat menurun ke angka 3.874 dan 3.509 kasus namun kemudian naik lagi kemarin (29/9) ke angka 4,002

Secara nasional, prosentase angka kesembuhan memang meningkat. Saat ini, berada pada 74,4 persen dibanding hari sebelumnya 74,2 persen. Demikian pula dengan angka kematian turun 0,1 poin dari 3,8 ke 3,7 persen. Sementara kasus aktif masih fluktuatif dan saat ini berada pada 21,8 persen menurun dari hari sebelumnya 22 persen.

Pelacakan dan pengetesan menjadi kunci dalam penanganan Covid-19. Pada Minggu (27/9) terlaksana rapat koordinasi Satgas Penangan Covid-19. Dalam rapat itu, sembilan kepala dinas kesehatan memberikan paparan bagaimana kondisi penanganan Covid-19 di wilayahnya. Sembilan kepala dinas kesehatan itu berasal dari provinsi prioritas penanganan Covid-19, yakni Papua, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Bali, Jawa Tinur, Jawa Tengah, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.

Sebagian besar menginginkan agar pengiriman reagen dilakukan secara konsisten. Sebab reagen memiliki peranan penting dalam pengetesan spesimen Covid-19.

Epidemiolog Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan bahwa pengetesan yang ideal adalah sesuai pernyataan WHO. Yakni setiap seribu penduduk ada satu spesimen yang dites. Jika penduduk Indonesia ada sekitar 270 juta jiwa maka idealnya pengetesan yang dilakukan sebanyak 270.000 spesimen.

”Laboratorium di Indonesia masih bermasalah dengan itu (pengetesan, Red),” ucapn Yunis. Menurut data dari Satgas Covid-19 perkemarin pemeriksaan spesimen sebanyak 37.158. DKI Jakarta terbanyak dalam pemeriksaan spesimen.

Selain pelacakan dan pengetesan, pencegahan dar hulu  juga penting. Misal dengan menaati protokol kesehatan. Ketua Tim Protokol  Mitigasi Covid-19 IDI dr Eka Ginandjar SpPD-KKV  menyatakan sebagian besar masyarakat tidak memahami pelaksanaan aturan adaptasi kehidupan baru. Menurutnya masih banyak yang tidak mematuhi protokol kesehatan. ”Penggunaan masker yang baik dan benar sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan Covid-19,” ujarnya kemarin.

Selain memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan juga harus dilakukan. Sebab menurut Eka langkah tersebut termasuk menjaga diri sendiri dan orang lain. Memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M) sudah seharusnya dilakukan seluruh orang. (ili/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Nyoman: Gonta Ganti Kendaraan Tidak Masalah, yang Penting Rasanya

“Baru di motor Forza 250 CC ini saya rasakan sama sekali tidak ada getarannya ketika sudah kita berkendara dan sangat cocok dengan kondisi kesehatan saya yang memiliki penyakit jantung. Sebelumnya pernah saya memakai sepeda motor  jenis lain namun karna ada getarannya sangat terasa membuat saya tidak nyaman,” aku Nyoman.

Warga Antusias Hadiri Peresmian Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan

Ratusan warga tumpah di jalan Saleh Sungkar, Dayen Peken Ampenan Kamis (22/10) sore kemarin. Warga hadir menyambut kedatangan pasangan H Mohan Roliskana – TGH Mujiburrahman (HARUM). Kedatangan pasangan ini untuk meresmikan Rumah Besar Relawan HARUM Ampenan.

Satgas Covid-19 : Masyarakat Harus Taat 3M Ketika Liburan

Kebijakan yang dibuat pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19 dinilai cukup baik. Tantangan selanjutnya adalah pengawasan terhadap implementasi di lapangan. Khususnya terkaitpenerapan 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Tiga Bank Syariah Digabung, Bersiap Jadi yang Terbesar di Nasional

”Mengawal dan membesarkan tidak hanya sampai legal merger, tapi juga memastikan hadirnya bank syariah nasional terbesar ini benar-benar dapat memberikan manfaat bagi orang banyak dan membawa nama Indonesia ke kancah global sebagai pusat ekonomi syariah dunia,” katanya.

Honda Genio Makin Fashionable

”Tampilan Honda Genio yang semakin atraktif mewakilkan ekspresi anak muda,” ujar Thomas. 

UN Diganti, Pemerintah Didorong Intensifkan Sosialisasi

”Supaya apa yang kurang dan kendala yang muncul, bisa segera dievaluasi,” ujar dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris dan Pasca Bahasa FKIP Unram ini.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.

52 Ribu UMKM NTB Bakal Dapat Bantuan Presiden Rp 2,4 Juta

Pemprov NTB mengusulkan 52.661 UMKM sebagai penerima bantuan presiden (banpres) produktif. ”Data ini terus kita perbarui sampai minggu kedua bulan September,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H Wirajaya Kusuma, pada Lombok Post, kemarin (23/8).

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications    Ok No thanks