alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Dampak Korona, Dana BOS Boleh Dipakai Bantu Siswa Belajar di Rumah

KEMENTERIAN Agama (Kemenag) membuka kesempatan penggunaan dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pencegahan wabah Covid-19. Selain itu dana BOS yang dikucurkan untuk madrasah serta raudlatul atfal (RA) atau setingkat PAUD bisa dimanfaatkan menunjang pembelajaran jarak jauh.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Kemenag Ahmad Umar mengatakan penggunaan dana BOS untuk pencegahan wabah Covid-19 bisa digunakan sepanjang diberlakukannya masa darurat. Seperti diketahui pemerintah menetapkan masa darurat virus asal Tiongkok ini hingga 31 Mei depan.

Dia mengatakan untuk aspek pencegahan, ada sejumlah kegiatan yang bisa menggunakan dana BOS. ’’Seperti pembelian sabun cuci tangan, antiseptic, masker, dan sarana lain yang dapat menunjang pencegahan Covid-19,’’ katanya kemarin. Kemudian madrasah juga bisa membeli bahan kimia lainnya untuk pencegahan virus korona.

Selain itu dana BOS madrasah juga boleh digunakan untuk uang transportasi atau honor petugas kesehatan yang kompeten untuk pencegahan wabah Covid-19 di lingkungan madrasah atau RA.

Umar juga menjelaskan dana BOS bisa dipergunakan untuk menunjang pembelajaran jarak jauh. Seperti diketahui saat ini hampir semua sekolah di wilayah yang terpapar virus korona, menerapkan sistem belajar dari rumah. Madrasah diperbolehkan menambah kuota internet sebagai penunjang pembelajaran jarak jauh.

’’Juga bisa untuk sewa atau beli mobile modem yang diperuntukkan bagi guru sesuai dengan kebutuhan,’’ jelasnya. Mobile modem itu bermanfaat bagi guru untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh dari rumahnya. Selain itu pembelian modem internet ini juga diperbolehkan untuk siswa tidak mampu. Sementara untuk pembelian komputer atau laptop, hanya diperuntukkan bagi server pembelajaran online saja.

Tahun ini alokasi dana BOS madrasah dan RA di Kemenag mencapai Rp 10,1 triliun. Untuk jenjang RA dana BOS dialokasikan untuk 1,3 juta siswa dengan unit cost Rp 600 ribu/siswa/tahun. Sedangkan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI) dialokasikan untuk 3,8 juta siswa dengan satuan biaya Rp 900 ribu/siswa/tahun. Lalu untuk jenjang Madrasah Tsanawiyah (MTs) dialokasikan untuk 3,3 juta siswa dengan alokasi Rp 1,1 juta/siswa/tahun. Dan terakhir untuk jenjang Madrasah Aliyah dialokasikan Rp 1,5 juta/siswa/tahun untuk 1,4 juta siswa. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Jasa Raharja NTB turut Berpartisipasi Meriahkan Hut Lantas Ke-65

Sebagai bentuk koordinasi dan memperkokoh sinergi Kepala Cabang Jasa Raharja (JR) NTB bersama jajaran, Selasa (22/9) turut serta memeriahkan puncak HUT Lalu Lintas Bhayangkara Ke-65.

Sejak Pandemi, Omzet Pedagang Pasar Tradisional Turun 40 persen

”Penurunan omzet juga diikuti penurunan kapasitas pedagang di pasar sebesar 40 persen,” katanya saat ditemui di ruang kerja, Senin (21/9/2020).

Manfaatkan Simulasi KBM Tatap Muka untuk Pembiasaan Pola Hidup Sehat

”Kita lihat mana yang belum pakai masker sekaligus kita kampanye 3M itu, bersama guru-guru yang lain,” jelas Winarna.

Menag Positif Korona, UIN Mataram Langsung Instruksikan Pegawai WFH

”Pegawai UIN Mataram semaksimal mungkin, agar bekerja dari rumah menyelesaikan tugas masing-masing,” tegas dia.

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks