alexametrics
Kamis, 1 Oktober 2020
Kamis, 1 Oktober 2020

Visi Kandidat (10) : Badrun Janji Bawa Mataram Berlari Kencang

H Badrun Nadianto mengaku bisa membuat Kota Mataram berlari lebih kencang. Sehingga, jauh lebih maju dari apa yang terlihat saat ini.

———————————–

SENYUM Semringah terlihat di wajah H Badrun. Bakal calon wakil wali Kota Mataram yang maju lewat jalur perseorangan. Sesekali matanya fokus melihat layar ponsel android. Sementara disisi lain, timnya bersama pihak KPU Kota Mataram terus melakukan pemeriksaan berkas syarat dukungan perbaikan.

“Pasti lolos lah (ke tahap verifikasi administrasi). Kita sudah persiapkan jauh hari sebelumnya,” kata Badrun percaya diri.

Mencalonkan diri sebagai wakil wali Kota Mataram bukan hal baru bagi Badrun. Pada 2015 lalu, dia bertarung di Pilkada Lombok Tengah sebagai calon wakil bupati mendampingi H Lalu Wiratmaja. Kini, ia kembali mencalonlan diri sebagai wakil wali kota mendampingi H Dianul Hayezi.

Meski dari Pujut, Lombok Tengah. Badrun besar dan sekolah di Kota Mataram. Dia merupakan alumni SMAN 1 Mataram.

Ia melihat Kota Mataram dari kepemimpinan HL Mujitahid hingga H Ahyar Abduh terjadi kemajuan. Namun tidak cepat. “Kalau ada orang bilang Mataram tidak maju, itu orang tidak normal,” kata pria kelahiran 1968 itu.

Dia melihat kemajuan Kota Mataram ada. Tapi lambat. Badrun mengibaratkan, pemimpin Kota Mataram seperti mengendarai mobil dengan kecepatan 70 kilo meter per jam. Padahal, mereka bisa mencapai kecepatan 100 kilometer per jam.

Begitu juga bangunan di Kota Mataram dibangun menggunakan APBD hanya beberapa. Terbaru Tugu Mataram Metro dan Gerbang Tembolak. Mestinya sudah ada bangunan lain dibangun dari APBD. Seperti masjid agung Kota Mataram atau pusat olahraga.

Badrun melihat, bangunan megah banyak dimiliki perorangan dan perusahaan. Begitu juga dengan banyaknya perumahan milik pengusaha. Bukan pemerintah.

Sesuai dengan keilmuan, Badrun akan memajukan pendidikan dan kesehatan. Di Kota Mataram sendiri pendidikan katanya gratis. Namun siswa diminta bayar uang komite.

“Ya kalau begini tidak gratis namanya,” ujar pria yang menyelesaikan S2 di Universitas Negeri Surabaya ini.

Sementara di bidang kesehatan belum ditangani maksimal. Meski banyak sarjana kesehatan di Kota Mataram, pola hidup sehat tidak berjalan. Buktinya, Kota Mataram menjadi daerah di NTB yang kasus Deman Berdarah Dengue (DBD) paling tinggi.

Penanganan DBD tidak hanya difokuskan kepada pengobatan. Melainkan pencegahan. Jadi, pemerintah harus turun sosialisasi ke masyarakat tentang bagaimana menerapkan pola hidup bersih.

“Kalau saya terpilih saya akan turun ke masyarakat,” janji pria asal Pujut, Lombok Tengah ini. (ALI ROJAI/r3)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Sah! Gaji dan Tunjangan PPPK Sama dengan PNS

Penantian panjang honorer K2 yang lulus seleksi tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2019 lalu akhirnya usai sudah. Payung hukum terkait gaji dan tunjangan PPPK telah diterbitkan.

Antisipasi Penyebaran Covid Klaster Kampus!

KONDISI masyarakat pada era tatanan kehidupan baru (new normal) saat ini seolah-olah menggambarkan situasi masyarakat telah beradaptasi dengan tenangnya, kembalinya kehidupan normal saat ini kesadaran kita sebagai masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 sedikit demi sedikit sudah mulai abai dalam menerapkan pola hidup sehat dalam upaya pencegahan dan memutus rantai penularan virus corona.

Penurunan Kasus Korona di NTB Ternyata Semu

Perubahan warna zona Covid-19 di NTB tidak menentu. Kabupaten Dompu yang sebelumnya digadang-gadang sebagai daerah percontohan kini malah masuk zona merah kasus penularan Covid-19.

Pemerintah Harus Turunkan Harga Tes Swab

TARIF uji usap atau tes swab dinilai masih terlalu mahal. Ketua DPR RI Puan Maharani pun meminta pemerintah mengendalikan tarif tes sebagai salah satu langkah pengendalian dan penanganan penyebaran Covid-19. Jumlah masyarakat yang melakukan tes mandiri akan meningkat ketika harganya lebih terjangkau.

Desa Sekotong Tengah Punya Taman Obat Keluarga

ADA budidaya tanaman obat di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Tanaman obat ini dibudidayakan oleh masyarakat setempat melalui Kelompok Taman Obat Keluarga Suren.

Desa Pesanggrahan Lotim, Tangguh Berkat Kawasan Rumah Pangan Lestari

Desa Pesanggrahan terpilih menjadi Kampung Sehat terbaik di Kecamatan Montong Gading. Desa ini punya Tim Gerak Cepat Pemantau Covid-19 yang sigap. Ekonomi masyarakat juga tetap terjaga meski pandemi melanda.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks