LombokPost – Dunia pemasaran mencatat tonggak sejarah baru dengan diresmikannya Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya di Jakarta. Museum pemasaran pertama di dunia ini didedikasikan untuk Prof. Philip Kotler, yang dikenal sebagai "Bapak Marketing Modern," dan bertepatan dengan ulang tahunnya yang ke-94.
Prof. Philip Kotler meresmikan museum ini secara daring dari Chicago, Amerika Serikat. Dalam sambutannya, Kotler mengungkapkan kedekatan khususnya dengan Indonesia. "Saya selalu memiliki kedekatan khusus dengan Indonesia. Indonesia telah menjadi sumber ide-ide pemasaran yang segar. Indonesia menjadi sebuah contoh nyata dari semangat 'Asia to the World' dalam dunia marketing," ujarnya.
Peresmian museum ini juga dihadiri secara virtual oleh Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi RI, bersama Hermawan Kartajaya, Founder & Chair of MCorp.
"Menjadi sebuah kehormatan besar bagi saya untuk turut meresmikan museum ini. Kita tahu Philip Kotler sebagai tokoh besar yang telah mentransformasi dunia pemasaran dengan gagasannya yang visioner. Museum ini sekadar sebagai tempat untuk mengenang sebuah pemikiran tetapi juga wahana pembelajaran yang hidup," kata Brian Yuliarto.
Hermawan Kartajaya, penggagas museum, menjelaskan bahwa Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya berakar dari Museum Marketing 3.0 yang didirikan pada tahun 2011 di Museum Puri Lukisan, Ubud, Bali.
Museum tersebut juga diresmikan langsung oleh Philip Kotler pada ulang tahunnya yang ke-80.
Konsep dan Pilar Utama Museum Pemasaran.Kini, dengan tampilan dan konsep baru yang lebih relevan, museum ini hadir di Jakarta untuk menjangkau lebih banyak pelaku bisnis, pegiat pemasaran, hingga akademisi.
Museum ini terdiri dari enam bagian, dimulai dari area penghormatan kepada keluarga Kerajaan Ubud, kemudian tiga area inti:
Key Elements of Marketing: Menjelaskan konsep fundamental pemasaran seperti 5 Drivers, 4C Diamond Analysis, dan 9 Core Elements of Marketing.
- Tech Marketing: Menampilkan evolusi pemasaran dari Marketing 1.0 (Product-Centric) hingga Marketing 6.0 (Immersive), diperkuat dengan video mapping dan gamifikasi interaktif berbasis Augmented Reality (AR) hasil kerja sama dengan Assemblr, startup teknologi asli Indonesia.
- Entrepreneurial Marketing: Mengusung konsep OMNIHOUSE Model, memadukan elemen CI-EL (Creativity, Innovation, Entrepreneurship, Leadership) dan PI-PM (Productivity, Improvement, Professionalism, Management) sebagai pendekatan holistik dalam kewirausahaan.
"Sebagai studi kasus nyata, kami juga menampilkan transformasi digital dari PT Kereta Api Indonesia serta inisiatif digitalisasi inovatif dari Bank Mandiri yang merepresentasikan implementasi nyata marketing masa kini," tambah Hermawan.
Philip Kotler Museum of Marketing with Hermawan Kartajaya menyuguhkan pengalaman edukatif berbasis teknologi dengan visualisasi konsep-konsep pemasaran yang telah dikembangkan oleh Philip Kotler dan Hermawan Kartajaya, menjadikannya destinasi wajib bagi siapa pun yang tertarik pada dunia pemasaran.