7 Sekolah Kedinasan Sepi Peminat 2024 – Peluang Jadi CPNS Gratis!
LombokPost - Di tengah kompetisi ketat masuk sekolah kedinasan, siapa sangka masih ada kampus-kampus yang justru kekurangan peminat? Padahal, mereka menawarkan kuliah gratis, asrama, dan yang paling penting: jaminan jadi CPNS setelah lulus.
Data Badan Kepegawaian Negara (BKN) tahun 2024 mencatat, ada tujuh sekolah kedinasan di bawah naungan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang peminatnya tergolong minim. Bahkan ada yang hanya diisi 26 orang pendaftar.
"Perjalanan karier di laut bukan hanya tentang navigasi, tapi juga tentang membangun ketangguhan, disiplin, dan keberanian menghadapi tantangan besar. Ini pengalaman saya setelah bertahun-tahun bekerja di laut, dan semua itu berawal dari pendidikan di Politeknik Pelayaran Sorong. Bagi kamu yang ingin mengejar karier di industri pelayaran, bergabunglah dengan kami di Politeknik Pelayaran Sorong. Dapatkan pendidikan berkualitas dan jadilah profesional yang siap menghadapi tantangan di lautan luas!" kata Lalu Muhammad Refin Effendi seperti dikutip dari instagram poltekpelsorong, menceritakan testimoni salah satu alumnusnya, pada 2 Januari 2025 lalu.
CpnsBaca Juga: Siapkan Rp 31 Miliar untuk Gaji 13 Pencairan Dilakukan Awal Juli, CPNS dan PPPK Juga Terima Gaji ke-13
7 Sekolah Kedinasan yang Sepi Peminat (Data BKN 2024)
1. Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Sorong
- Pendaftar: 26 orang
- Program: D-III Permesinan Kapal
- Target: SMA/MA MIPA & SMK teknik kapal, otomotif, listrik
- Catatan: Kuota 3 untuk Orang Asli Papua (OAP)
2. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Jayapura
- Pendaftar: 61 orang
- Program: D-III Manajemen Bandar Udara (MBU)
- Target: SMA IPA/IPS & SMK teknik/manajemen
- Fokus: OAP
3. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Makassar
- Pendaftar: 88 orang
- Program: D-III Teknologi Bandar Udara (TBU)
- Target: SMA MIPA & SMK teknik mesin, pesawat, bangunan
4. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Medan
- Pendaftar: 153 orang
- Program: D-III Teknik Listrik Bandar Udara
- Fokus: Kelistrikan & elektronika
5. Politeknik Penerbangan (Poltekbang) Palembang
- Pendaftar: 224 orang
- Program: D-IV Teknologi Rekayasa Bandar Udara
- Target: SMA IPA & SMK teknik mesin, jaringan komputer, bangunan
6. Poltekbang Surabaya
- Pendaftar: 226 orang
- Program:
- D-III Manajemen Transportasi Udara (MTU)
- D-III Teknik Bangunan & Landasan
- Target: SMA IPA/IPS & SMK konstruksi
7. Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar
- Pendaftar: 800 orang
- Program:
- D-IV Nautika (SMA IPA/SMK Nautika)
- D-IV Teknika (SMK teknik kapal)
- Catatan: Tertinggi di daftar ini, tapi tetap tergolong sepi dibanding sekolah kedinasan favorit lainnya.
Kenapa Bisa Sepi?
Kuota Terbatas dan Spesifik
Beberapa kampus seperti Poltekpel Sorong hanya buka 3 kursi untuk Orang Asli Papua (OAP) jadi secara alami pendaftarnya terbatas.
Apa Artinya Buat Kamu?
Kalau kamu pengin masuk sekolah kedinasan tapi takut saingan ketat, ini kesempatan langka. Sekolah yang sepi peminat:
- Persaingannya lebih ringan
- Fasilitas tetap top-tier
- Peluang lolos + jadi CPNS lebih tinggi
Belum ada jadwal resmi pendaftaran 2025, tapi riset dan persiapan dari sekarang itu kunci.
Tanya-Jawab Seputar Sekolah Kedinasan Sepi Peminat
Kok bisa sepi padahal gratis & langsung jadi PNS?
Banyak yang belum tahu info detail. Ada juga yang takut lokasi jauh (misal: Sorong, Jayapura), padahal peluangnya besar banget.
Apa syarat utama bisa daftar?
Umumnya lulusan SMA/SMK teknik. Ada beberapa program spesifik seperti nautika, listrik, mesin, dll.
Kenapa penting daftar lebih awal?
Karena kuota terbatas. Kalau kamu daftar duluan, dan berkas rapi, kamu punya peluang lebih gede diterima.
Saya bukan OAP, boleh daftar?
Boleh banget! Kuota OAP itu khusus sebagian kecil, sisanya terbuka buat umum.
Kalau sudah lulus, langsung jadi CPNS?
Ya. Sekolah kedinasan Kemenhub termasuk yang menjanjikan ikatan dinas CPNS setelah lulus.
Kadang yang sepi justru menyimpan peluang paling besar. Mungkin bukan karena tak layak, tapi karena belum banyak yang tahu. Bisa jadi, jalanmu jadi PNS dimulai dari sini.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin