LombokPost - Dugaan adanya beras premium oplosan membuat masyarakat resah.
Untuk itu, Kementan akan mengirim daftar merek beras terbaru kepada Satgas Pangan Polri untuk diperiksa.
Puluhan merek beras yang diserahkan ini untuk diperiksa.
“Total ada 40 merek beras yang bakal diserahkan,” kata Mentan Andi Amran Sulaiman.
Amran mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan temuan beras tidak sesuai standar kepada Satgas Pangan Mabes Polri dan Kejaksaan Agung.
Hasilnya dilakukan pemeriksaan terhadap 26 merek beras. Kemudian, pemeriksaan 40 merek lainnya segera menyusul.
Sebelumnya, Kementan sudah melakukan investigasi terhadap 268 sampel beras yang beredar di masyarakat.
Hasilnya, ada 212 sampel yang dinyatakan tidak memenuhi standar. Mulai dari tidak sesuai kualitas hingga takaran timbangannya tidak sesuai.
Amran menyampaikan temuan baru. Pihaknya menemukan beras yang tidak sesuai spesifikasi. Bukan dicampur atau dioplos.
”Ini bukan sekadar kasus beras oplosan. Ini lebih dari itu. Beras kualitas biasa dijual sebagai premium tanpa proses pencampuran. Ini adalah manipulasi yang merugikan masyarakat,” jelas Amran.
Dari hasil pengawasan bersama, kata Amran, ada sekitar 90 persen sampel tidak memenuhi standar. Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha yang telah secara sukarela menarik dan menyesuaikan harga produk mereka dengan kualitas sebenarnya.
Menyikapi dugaan beras premium oplosan ini, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram melakukan pengecekan, Rabu (16/7). Pengecekan dilakukan di dua ritel lokal dan satu ritel jaringan, yakni Ruby Supermarket, Niaga, dan Lotte.
Kepala Bidang Bapokting Disdag Kota Mataram Sri Wahyunida mengatakan, hasil pengecekan tersebut tidak ditemukan adanya beras kemasan yang diduga oplosan. Tak berhenti sampai di situ, pihaknya berjanji pengecekan akan terus berlanjut hingga beberapa hari ke depan di ritel-ritel lainnya. “Kami cek di lapangan dulu seperti apa nantinya, dan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Nida mengimbau masyarakat tidak panik dan termakan isu yang belum terverifikasi. Sejauh ini, belum ada komplain masyarakat terkait merek beras yang diduga oplosan. "Selama ini tidak pernah ada komplain dari pihak masyarakat. Begitu juga dengan ritel lokal, tidak ada komplain. Kami tidak ingin membuat masyarakat panik terhadap isu beras ini,” jelasnya.
Meski pun kondisi beras dipastikan aman, Disdag Kota Mataram masih akan tetap melanjutkan pengecekan ke ritel-ritel lainnya. Nida juga akan berkoordinasi dengan Bidang Metro terkait isu pengurangan takaran beras premium. "Nanti kami akan turun di ritel berikutnya terkait dengan ukuran beras ini yang isunya di samping terjadi oplosan, ada pengurangan takaran,” tuturnya. (wan/idr/aph/fer/JPG/r3)
Editor : Siti Aeny Maryam