LombokPost - Preferred by Nature menggelar International Sustainable Rice Forum (ISRF) 2025 di Jakarta (17-18 November 2025) sebagai langkah nyata mengatasi krisis iklim dari sektor pertanian.
Laporan World Resources Institute menunjukkan, budidaya beras konvensional menyumbang 1,0 gigaton setara karbon dioksida (GtCO2e) emisi gas rumah kaca global.
Tema Sentral: Mengangkat tema "Low Carbon Rice. High Global Impact," forum ini bertujuan mempercepat transformasi praktik pertanian padi yang lebih ramah lingkungan, efisien, dan mendukung kesejahteraan petani.
Forum dibuka oleh Menko Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, yang menegaskan komitmen Indonesia:
Aksi Nasional: "Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen untuk memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui produksi beras, jagung, dan protein yang lebih produktif, berkelanjutan, dan tahan terhadap perubahan iklim."
Dukungan UE: Duta Besar Uni Eropa, H.E. Denis Chaibi, menyatakan komitmen UE melalui program SWITCHAsia untuk mendorong praktik pertanian yang lebih hijau dan memperkuat rantai nilai regional di Indonesia.
Indonesia menjadi sentra utama Proyek Low Carbon Rice, menunjukkan dampak nyata dari praktik berkelanjutan di Jawa Tengah dan Jawa Timur:
Efisiensi Energi: Mendukung 67 penggilingan kecil beralih dari bahan bakar diesel ke listrik, yang berhasil menekan biaya operasional hingga 40 persen dan mengurangi emisi karbon hingga 15 persen (menurut Ketua Umum PERPADI, Sutarto Alimoeso).
Keterlibatan Petani: Membangun kemitraan dengan lebih dari 2.650 petani di area seluas 1.037 hektar untuk produksi beras berkelanjutan.
Peter Feilberg, Executive Director Preferred by Nature, menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor.
"Yang kita perlukan adalah menjembatani sains, kebijakan, dan praktik di lapangan agar transformasi benar-benar terjadi," terangnya.
Akses Pasar: Salah satu fokus diskusi adalah memperluas akses pasar terhadap produk pertanian berkelanjutan, menghubungkan petani dan penggilingan dengan pembeli institusional, serta mengintegrasikan Standar Keberlanjutan (SRP) ke dalam kebijakan nasional.
Diskusi Global: Forum ini menghadirkan tokoh-tokoh kunci dari International Rice Research Institute (IRRI), Sustainable Rice Platform (SRP), World Bank, dan FAO untuk membahas solusi dan pembiayaan hijau.
Langkah-langkah yang dibahas di ISRF 2025 ini menunjukkan bahwa Indonesia memegang peran strategis dalam membangun sistem pangan dunia yang lebih tangguh, tanah yang lebih sehat, dan iklim yang lebih stabil.
Editor : Pujo Nugroho