Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melawan Budaya Sibuk: "Space-Out Competition" Korea Selatan Menjadi Simbol Kesehatan Mental

Sanchia Vaneka • Selasa, 13 Januari 2026 | 20:38 WIB


Kompetisi space out
Kompetisi space out


LombokPost – Di tengah tekanan budaya kerja Korea Selatan yang dikenal sangat cepat dan menuntut, sebuah kompetisi unik bertajuk Space-Out Competition atau lomba melamun kembali menarik perhatian dunia.

Lomba ini bukan sekadar ajang unik, melainkan sebuah pernyataan berani melawan obsesi masyarakat terhadap produktivitas tanpa henti.

Dalam kompetisi ini, peserta ditantang untuk melakukan hal yang paling sulit dilakukan di era digital: tidak melakukan apa-apa. Selama 90 menit, para peserta harus memenuhi kriteria berikut:

* Duduk diam tanpa menggunakan gawai (gadget).
* Dilarang berbicara atau berinteraksi dengan peserta lain.
* Dilarang tertidur.
Pemenang ditentukan melalui kombinasi pilihan penonton dan pemantauan detak jantung yang paling stabil, yang menunjukkan tingkat ketenangan terdalam.

Lomba ini awalnya digagas sebagai proyek seni pada tahun 2014 oleh seorang seniman bernama Woopsyang. Tujuannya adalah mengkritik budaya kerja berlebihan di Korea Selatan. Kini, ajang tersebut telah berkembang menjadi "olahraga mental" yang menekankan pentingnya fokus, ketenangan, dan pemulihan pikiran di tengah dunia yang penuh stimulasi.

Pemenang terbaru untuk edisi 2025 adalah Byung-jin Park, seorang musisi punk asal Seoul. Kemenangannya membuktikan bahwa berhenti sejenak dari hiruk-pikuk rutinitas adalah cara yang efektif untuk menyegarkan kondisi mental.

* Pemulihan Otak: Para ahli saraf menyatakan bahwa ketika kita "melamun" atau membiarkan pikiran mengembara, otak sebenarnya mengaktifkan Default Mode Network (DMN). Jaringan ini berperan penting dalam memproses emosi, kreativitas, dan membantu otak memulihkan diri dari stres kognitif.

* Konteks Global: Kesuksesan lomba di Korea Selatan telah memicu kompetisi serupa di berbagai negara lain, termasuk Belanda, Taiwan, dan Indonesia (pernah diadakan di Jakarta dan Solo), sebagai bagian dari kampanye global mengenai wellness dan kesehatan mental.
* Pernyataan Woopsyang: Sang penemu, Woopsyang, pernah menyatakan bahwa tujuan utama lomba ini adalah untuk menghilangkan stigma bahwa tidak melakukan apa-apa adalah perilaku "membuang waktu".

Sebaliknya, beristirahat adalah bentuk kepedulian diri yang krusial. 

"Berhenti sejenak bukan berarti malas, melainkan investasi untuk kesehatan mental jangka panjang."

Editor : Prihadi Zoldic
#melamun #korea #olahraga #Korea Selatan #space out