Dua program unggulan, yakni PKH dan BPNT, diprediksi akan mulai membanjiri rekening Keluarga Penerima Manfaat (KPM) pada Februari mendatang.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat prasejahtera terpenuhi di awal tahun anggaran.
- PKH Tahap 1
Dikutip dari kanal Info Bansos, sebagai bansos reguler, PKH menyasar masyarakat miskin ekstrem hingga rentan dengan skema bantuan yang spesifik berdasarkan komponen keluarga.
Pencairan pada Februari nanti merupakan bagian dari Tahap 1 untuk alokasi periode Januari, Februari, dan Maret. Dana bantuan ini diberikan untuk mendukung:
Kesehatan: Ibu hamil dan balita.
Pendidikan: Anak sekolah jenjang SD, SMP, hingga SMA.
Kesejahteraan Sosial: Lansia dan penyandang disabilitas berat.
Nominal bantuan yang diterima bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah per tahun, tergantung pada jumlah komponen yang dimiliki dalam satu Kartu Keluarga (KK).
- BPNT (Bansos Sembako)
Selain PKH, Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau yang akrab disapa Bansos Sembako juga memasuki jadwal pencairan tahap pertama.
Berbeda dengan PKH yang sifatnya bersyarat, BPNT diberikan secara merata kepada keluarga yang masuk dalam kategori miskin dan rentan.
Baca Juga: Intip 5 Kriteria KPM yang Berpeluang Diprioritaskan Cair Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026
Pada penyaluran kali ini, KPM diprediksi akan menerima dana rapel tiga bulan sekaligus (Januari-Maret) dengan total Rp 600.000.
Dana tersebut ditransfer langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) Merah Putih melalui bank penyalur (Bank Himbara).
Masyarakat dapat memanfaatkan saldo ini untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras, telur, daging, hingga sayuran di agen resmi atau pasar terdekat.
Meski kabar pencairan sudah di depan mata, masyarakat diimbau untuk tidak langsung menyerbu mesin ATM. Sangat penting bagi KPM untuk memastikan status kepesertaannya tetap aktif di sistem terbaru.
Pemerintah secara rutin melakukan pembaruan data (verifikasi dan validasi) untuk memastikan bantuan tepat sasaran. Jika data Anda tidak padan dengan Dukcapil atau dianggap sudah mampu, maka bantuan bisa dihentikan secara otomatis.
Cara Mudah Cek Status Penerima Bansos 2026
Agar tidak kecewa saat mengecek saldo di ATM, silakan ikuti langkah-langkah pengecekan resmi berikut:
1. Akses Situs Resmi: Buka laman cekbansos.kemensos.go.id.
2. Input Wilayah: Masukkan data tempat tinggal secara lengkap (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan).
3. Nama Sesuai KTP: Masukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai dengan identitas kependudukan (KTP).
4. Kode Verifikasi: Masukkan huruf kode (captcha) yang muncul di layar dengan benar.
5. Cari Data: Klik tombol "Cari Data". Sistem akan menampilkan informasi lengkap mengenai nama penerima, jenis bantuan yang didapat, status aktif, serta periode penyaluran terakhir.
KPM dihimbau untuk tetap waspada terhadap oknum yang menjanjikan pencairan bansos dengan meminta imbalan tertentu.
Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran bansos PKH dan BPNT tidak dipungut biaya sepeser pun. Pantau terus informasi dari pendamping sosial di wilayah masing-masing dan pastikan Kartu KKS Anda dalam kondisi baik.
Editor : Kimda Farida