LombokPost - Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Penentuan tersebut dilakukan melalui pemantauan hilal yang memadukan metode rukyat tradisional dengan bantuan aplikasi astronomi modern.
Dalam proses pengamatan, tim menggunakan dua aplikasi berbasis Android untuk memantau posisi bulan dan fase pergerakannya secara presisi. Pendekatan ini dinilai mempermudah verifikasi waktu terbit dan terbenamnya bulan sebelum keputusan diambil.
Pimpinan An Nadzir, Samiruddin Pademmui, mengatakan teknologi membantu meningkatkan akurasi pengamatan tanpa meninggalkan metode keilmuan yang telah diwariskan para guru.
“Ada dua aplikasi di Android yakni Luna SolCal dan Sun Position Demo. Dua aplikasi ini lebih praktis dan ternyata juga hasilnya sangat akurat. Ini semakin memudahkan kita dalam memantau dan menetapkan waktu dan hitungan bulan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, penggunaan teknologi hanya berfungsi sebagai alat bantu untuk memperkuat ketepatan perhitungan hilal yang tetap berlandaskan metodologi tradisional.
Pemantauan bulan oleh jemaah dilakukan mengikuti ilmu falak yang diajarkan KH Syamsuri Abdul Madjid dan Ustadz Rangka Hanong Daey Kio. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah menjadikan fase purnama pertengahan Syaban sebagai titik acuan untuk menghitung siklus bulan berikutnya.
“Pada 29-30 Syaban 1447 H, tim pemantau melihat bulan sabit di timu dengan kain tipis hitam. Di situ tampak bulan sabit bersusun tiga. Artinya bulan sabit tua masih akan dua kali terbit di ufuk timur,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pengamatan tersebut, jemaah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari. Dengan demikian, salat Tarawih bagi jemaah telah dimulai sejak Selasa malam, 17 Februari 2026.
“Bagi yang ingin melaksanakan salat Taraweh berjemaah, dipersilakan mulai Selasa malam, 17 Februari 2026 hingga tiga malam ke depan di daerahnya masing-masing,” ucapnya.
Penetapan awal puasa An Nadzir ini sejalan dengan keputusan Muhammadiyah yang juga menetapkan 1 Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026 melalui metode hisab.
Editor : Lalu Mohammad Zaenudin