Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Tak Gentar Konflik Iran-AS, 40 Jamaah Muhsinin Tetap Khusyuk Umrah di Mekkah

Alfian Yusni • Minggu, 1 Maret 2026 | 11:14 WIB

Di tengah konflik Iran-Amerika, 40 jamaah awal Ramadan Muhsinin Tour and Travel tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhidmatan di Kota Suci Mekkah. (ist)
Di tengah konflik Iran-Amerika, 40 jamaah awal Ramadan Muhsinin Tour and Travel tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhidmatan di Kota Suci Mekkah. (ist)

LombokPost - Ketegangan geopolitik antara Iran-AS dalam 24 jam terakhir mengguncang dunia internasional. Namun konflik Iran-AS itu sama sekali tak mengusik kekhusyukan ibadah jamaah umrah di Tanah Suci.

Di tengah konflik Iran-Amerika, 40 jamaah awal Ramadan Muhsinin Tour and Travel tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh kekhidmatan di Kota Suci Mekkah.

Situasi Mekkah dilaporkan tetap kondusif meski eskalasi konflik Iran-Amerika terus menjadi sorotan global.

“Alhamdulillah, situasi di Mekkah relatif tenang dan aman. Jamaah tetap khusyuk beribadah,” ujar pendamping jamaah Muhsinin Tour and Travel, Ustad Taufiqurrahman, Minggu (1/3/2026).

Saat hiruk-pikuk pemberitaan konflik Iran-Amerika memenuhi media internasional, 40 jamaah Muhsinin justru tengah melaksanakan umrah kedua mereka.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian umrah kedua berjalan lancar dan penuh kekhusyukan,” tambahnya.

Konflik Iran-AS Ganggu Penerbangan, Umrah Tetap Berjalan

Di sisi lain, dampak konflik Iran-Amerika mulai terasa pada sektor penerbangan internasional. Sejumlah jamaah umrah asal Indonesia di Arab Saudi dilaporkan masih menunggu kepastian jadwal kepulangan setelah beberapa maskapai menghentikan sementara penerbangan.

Penutupan wilayah udara di sejumlah negara Timur Tengah menyebabkan pembatalan dan penundaan jadwal penerbangan.

Maskapai besar seperti Qatar Airways, Emirates, Etihad Airways, serta Turkish Airlines dilaporkan membatalkan sejumlah rute menuju dan dari kawasan Timur Tengah, termasuk jalur vital Jeddah–Doha.

 

Langkah ini diambil setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan operasi militer terhadap Iran yang kemudian dibalas serangan rudal dari Teheran.

Negara-negara Teluk seperti Qatar dan Uni Emirat Arab mengambil langkah antisipatif dengan membatasi bahkan menutup sementara ruang udara demi keamanan penerbangan.

Doha dan Dubai yang selama ini menjadi hub utama transit jamaah umrah Indonesia dari Jeddah dan Madinah pun ikut terdampak.

Meski konflik Iran-Amerika berdampak pada sektor penerbangan global, kondisi ibadah jamaah Muhsinin tetap aman dan terkendali. Seluruh rangkaian ibadah umrah berjalan normal tanpa gangguan.

Sebanyak 40 jamaah awal Ramadan Muhsinin Tour and Travel dijadwalkan kembali ke Indonesia pada 8 Maret 2026.

Di tengah eskalasi konflik Iran-Amerika dan ketegangan global, kisah jamaah Muhsinin menjadi gambaran bahwa ibadah umrah di Mekkah tetap berlangsung khusyuk, aman, dan damai. (***)

Editor : Alfian Yusni
#jadwal penerbangan #Muhsinin Tour and Travel #Iran-AS #umrah awal Ramadhan #konflik