Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

PMI Siapkan Bantuan Kemanusiaan ke Iran Lewat Jalur Internasional

Yuyun Kutari • Jumat, 20 Maret 2026 | 11:50 WIB

Ketua umum PMI Jusuf Kalla  saat memimpin pertemuan koordinasi antara PMI Pusat dengan PMI se-wilayah DKI Jakarta, dari tingkat provinsi hingga kota, di Markas Pusat PMI, beberapa waktu lalu.
Ketua umum PMI Jusuf Kalla saat memimpin pertemuan koordinasi antara PMI Pusat dengan PMI se-wilayah DKI Jakarta, dari tingkat provinsi hingga kota, di Markas Pusat PMI, beberapa waktu lalu.

LombokPost - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla menyatakan pihaknya tengah mempertimbangkan pengiriman bantuan kemanusiaan, berupa obat-obatan dan perlengkapan kesehatan ke Iran.

Langkah ini menyusul adanya permintaan resmi dari pemerintah Iran melalui perwakilan diplomatiknya di Indonesia. 

Permintaan tersebut disampaikan oleh Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan dengan jajaran PMI di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3).

Dalam pertemuan itu, Iran mengungkapkan kebutuhan mendesak, akan dukungan medis di tengah keterbatasan fasilitas kesehatan dan pasokan obat-obatan. 

Jusuf Kalla menjelaskan kondisi sektor kesehatan di Iran saat ini memerlukan perhatian serius, terutama dalam hal ketersediaan obat dan dukungan fasilitas medis.

Meski demikian, ia menegaskan mekanisme penyaluran bantuan tidak dilakukan secara langsung oleh pemerintah, melainkan melalui jaringan organisasi kemanusiaan internasional. 

Menurutnya, bantuan dari PMI akan disalurkan melalui jaringan Palang Merah internasional, yakni melalui organisasi Bulan Sabit Merah di negara-negara tetangga Iran, seperti Turki, sebelum akhirnya diteruskan kepada masyarakat yang membutuhkan di Iran. 

Selain itu, PMI juga mempertimbangkan jalur distribusi alternatif melalui Pakistan atau Turki guna mempercepat proses pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. 

Namun demikian, aspek efisiensi menjadi perhatian penting dalam proses ini. Jusuf Kalla mengungkapkan, biaya pengiriman obat dari Indonesia berpotensi lebih tinggi dibandingkan nilai barang itu sendiri.

Karenanya, PMI mempertimbangkan opsi pengadaan obat dari negara yang lebih dekat dengan Iran, untuk menekan biaya sekaligus mempercepat distribusi. 

Saat ini, PMI masih melakukan penghitungan kebutuhan bantuan secara rinci, termasuk jenis obat-obatan, dan perlengkapan medis yang diperlukan.

Koordinasi lanjutan juga akan dilakukan dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), guna memastikan proses penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran. 

Langkah ini, menjadi bagian dari komitmen kemanusiaan Indonesia dalam merespons kebutuhan global, khususnya dalam membantu negara yang tengah menghadapi tantangan, di sektor kesehatan melalui jalur kerja sama organisasi kemanusiaan internasional.

Editor : Redaksi Lombok Post
#Turki #duta besar #Indonesia #pakistan #palang merah indonesia (pmi) #PMI #Palang Merah Internasional #Bulan Sabit Merah #bantuan kemanusiaan #Fasilitas Kesehatan #iran #fasilitas medis