Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kisah Child Grooming di Balik Buku "Broken Strings": Akun Instagram Aurelie Moeremans Terus Dihack

Kimda Farida • Minggu, 11 Januari 2026 | 10:39 WIB
Aurelie Moeremans dan bukunya
Aurelie Moeremans dan bukunya

LombokPost--Aurelie Moeremans, penulis buku memoir “Broken Strings”, mengungkapkan akun Instagram khusus bukunya kembali hilang dan sering diserang peretas (hacker).

Kejadian ini terjadi saat buku yang berisi kisahnya sebagai korban child grooming dan kekerasan seksual di usia 15 tahun makin banyak dibicarakan publik.

Melalui unggahan di media sosialnya, artis Aurelie memberikan respons tegas.

“Buat kamu yang suka ngehack, kamu bisa ngilangin akun buku aku, tapi ngga bisa ngilangin cerita aku,” tulisnya.

Buku “Broken Strings” menjadi medium penyembuhan sekaligus peringatan keras bagi masyarakat.

Buku
Buku

Dalam tulisannya, Aurelie menceritakan dengan detail pengalaman traumatisnya, termasuk manipulasi emosional (child grooming) oleh mantan kekasih yang lebih dewasa.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan Kesehatan, Puskesmas Mataram Akan Direlokasi ke Eks SDN 19 Mataram

Hubungan berawal dari pendekatan yang terlihat caring, namun berubah menjadi kontrol penuh, kekerasan fisik seperti diludahi dan dianiaya, hingga penyebaran foto pribadi yang diambil secara paksa.

“Kamar ini masih berbau parfum bayi biru murahan milik Bobby… Aroma itu masih tertinggal di udara, seakan mengejek setiap doa yang sempat kuucap,” tulis Aurelie dalam salah satu penggalan memoirnya, menggambarkan betapa trauma itu masih melekat.

Aurelie sebenarnya sudah pernah membocorkan kasus ini di Facebook sekitar tahun 2013.

Namun, melalui bukunya, ia memberikan narasi utuh dari sudut pandang korban, tanpa romantisasi, untuk menyoroti bahaya child grooming yang sering terjadi di lingkungan yang terlihat aman.

Baca Juga: Final United Cup Memanas! Hubert Hurkacz–Iga Swiatek Tantang Swiss, Polandia Cari Akhir Manis di Sydney

Pelaku, yang hingga kini masih berkeliaran di dunia hiburan, digambarkan memanfaatkan kerentanan emosional remaja yang sedang mencari identitas.

Kasus ini menjadi pengingat publik bahwa child grooming bisa dilakukan oleh orang dewasa yang terlihat sabar dan peduli, namun bertujuan mengeksploitasi.

Buku “Broken Strings” kini tidak hanya menjadi simbol perjuangan korban, tetapi juga mengundang simpati dan dukungan luas dari masyarakat yang mendengar kisahnya.

Editor : Kimda Farida
#Buku Broken Strings #Akun Instagram Aurelie dihack #Aurelie Moeremans Broken Strings #Kisah child grooming Aurelie Moeremans