alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Akan Ada Penerbitan SK Baru Untuk Rumah Korban Gempa

MATARAM-Proses pembangunan rumah tahan gempa (RTG) di Pulau Lombok dan Sumbawa sampai saat ini masih terus berlangsung. Namun, di beberapa daerah sebut saja Kota Mataram, ada ratusan rumah warga terdampak yang status kerusakannya akan berubah.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) NTB I Gusti Bagus Sugiartha mengakui, dalam membangun rumah warga yang terdampak, ada saja yang belum sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. “Baik itu dari sisi administrasi maupun dari sisi kondisi bangunan itu sendiri,” jelasnya, kemarin (28/2).

Saat ada persoalan semacam itu, pihaknya tetap akan melakukan validasi kembali. Ini untuk memastikan kondisi yang sebenaranya di lapangan. Apakah harus dikoreksi atau tidak.

“Kalau tidak terkoreksi, maka akan berjalan apa adanya tetapi jika memang ada koreksi, harus disesuaikan dengan kondisi yang sebenarnya,” tegasnya.

Nantinya, dalam menentukan perubahan skala kerusakan rumah, tim dari provinsi dan kabupaten/kota saat ini telah bekerja. Mereka melakukan diskusi dan memutuskan bersama. Selain itu, ada beberapa kendala yang sangat krusial dan paling disorot. Yakni, masih banyak rumah warga terdampak gempa belum di data

Sehingga hasilnya, kemungkinan besar akan dilakukan perubahan dan penyesuaian SK masing-masing kepala daerah. Dalam hal ini bupati dan wali kota. “Jadi tidak menutup kemungkinan ada penerbitan SK lagi,” tegasnya.

Sugiartha menyebut, perubahan skala kerusakan akan berdampak pada bertambah atau berkurangnya rumah rusak berat, sedang, dan ringan. Sebab, bisa saja pada pendataan awal, rumah yang awalnya rusak ringan menjadi rusak sedang. Ini diakibatkan gempa beruntun yang terjadi. Atau bisa saja, rumah skala rusak berat menjadi rusak sedang, apabila rumah warga ada yang tidak mau dibongkar. “Perubahan semua itu tentu saja akan disesuaikan,” kata Sugiartha.

Ia pun menggaris bawahi, meski ada penyesuaian, namun tentu saja perubahan ini tidak serta merta berubah secara total. Karena menurutnya, akan terasa sia-sia saja apa yang sudah dikerjakan sedari awal. Maka, saat ada keluhan yang timbul saat ini, akan segera ditindaklanjuti.

Pada dasarnya, perubahan skala kerusakan rumah, biasanya memungkinkan akan ada perubahan soal jumlah bantuan yang dikirimkan pemerintah pusat ke NTB. Meski demikian, Sugiartha tidak berani berkomentar banyak soal itu. Karena yang harus dikebut pengerjaannya saat ini, bagaimana memastikan agar bantuan stimulan dari pemerintah pusat, sesuai dengan segi administrasi maupun kondisi sebenarnya. “Sekarang terus kita evaluasi semuanya,” Sugiartha. (yun/r7)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks