alexametrics
Sabtu, 15 Agustus 2020
Sabtu, 15 Agustus 2020

Antisipasi Korona, Sejumlah Lingkungan di Mataram Mulai “Lockdown Gubok”

MATARAMLockdown atau karantina wilayah ala masyarakat lokal di Lombok diapresiasi. Tapi warga diminta bijak menggunakan istilah itu. ”Bagus, artinya masyarakat sadar sendiri,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB H Ahsanul Khalik, Selasa (31/3).

Pantauan Lombok Post, beberapa lingkungan di Kota Mataram menerapkan “lockdown gubok” untuk mengantisipasi masuknya virus Korona atau Covid-19. Seperti warga Karang Bedil, Mataram Timur dan warga Karang Pule, Sekarbela. Di pintu gang, warga menulis tidak menerima tamu dari luar karena sedang lockdown untuk menghindari Covid-19.

Selain itu, empat dusun di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah juga menerapkan lockdown lokal. Warga diminta tetap di dalam rumah. Mereka hanya boleh keluar untuk hal-hal mendesak.

Menurut Khalik, yang terpenting masyarakat tetap waspada, dan memperhatikan orang yang masuk ke kampungnya. ”Karena ini bagus untuk mempersempit penyebaran wabah,” ujarnya.

Di sisi lain, warga yang keluar kampung juga harus jelas pergi ke mana dan ketemu siapa, sehingga pergerakan mereka bisa dikontrol pengurus lingkungan. ”Sudah keluar ke mana saja dicatat,” kata mantan camat Cakranegara ini.

Terkait inisiatif warga yang melakukan lockdown, Khalik mengaku tidak ada komunikasi dengan pemprov. Untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, warga bisa mengatur sendiri. ”Tapi kita mendukung ini, dengan tetap mengatur bagaimana cara mendapatkan kebutuhan warga setiap harinya,” kata Khalik.

Soal ketersediaan bahan kebutuhan pokok, pemprov memberikan jaminan stok pangan masih aman. Selain itu, pusat-pusat perbelanjaan yang menjual bahan pokok dilarang tutup.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram Bayu Pancapati mengatakan, tidak masalah warga berinisiatif seperti itu. ”Selain mengurangi dampak penyebaran juga meningkatkan keamanan lingkungan,” katanya.

Meski demikian, Bayu menyarankan, warga tidak memakai istilah lockdown. Bisa pakai istilah lain seperti sitem keamanan lingkungan (Siskamling) satu pintu. Kemudian menjaga warga lingkungan dari pendatang yang tidak jelas. ”Kalau lockdown itu kan tidak bisa keluar atau masuk, lebih pasnya diadakan pemeriksaan,” sarannya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Pandai Besi, Penyelamat Ekonomi Rarang saat Pandemi

EKONOMI Warga Desa Rarang, Kecamatan Terara, Lombok Timur tak meredup, meski pandemi Covid-19 masih berlangsung. Keberadaan pandai besi yang ditekuni warga setempat menjadi musababnya.

Desa Medana Buka Destinasi Wisata dengan Protokol Kesehatan Ketat

Dunia pariwisata memang lesu di tengah pandemi. Tapi tidak bagi Desa Medana, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Tiga destinasi wisata di desa ini justru berkibar. Ada jurus jitu membuka destinasi wisata meski pandemi tengah mendera.

51.200 Pekerja NTB Masuk Daftar Penerima Bantuan Tambahan Penghasilan

Perusahaan di NTB harus bertanggungjawab. Mereka harus memastikan pekerja dengan upah di bawah Rp 5 juta mendapatkan bantuan tambahan penghasilan dari pemerintah. Sebab, hingga kemarin, di NTB, belum semua pekerja masuk daftar penerima bantuan.

Waspada Bahaya Klaster Covid 19 Baru di Sekolah

BARU beberapa hari sekolah dibuka, muncul klaster baru. Ketegasan pemerintah diharapkan banyak pihak. Sayangnya, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melempar tanggungjawab ke pemerintah daerah.

Kantor Layanan Publik Harus Jadi Contoh Pencegahan Covid 19 di NTB

nstansi pelayanan publik, BUMN, dan BUMD harus menjadi contoh penerapan protokol pencegahan Covid-19. ”BUMN dan BUMD berperan penting dalam mendisiplinkan masyarakat melalui budaya kerja dengan protokol kesehatan,” kata Sekda NTB H Lalu Gita Ariadi, selaku ketua pelaksana harian Gugus Tugas Covid-19 NTB, saat memimpin rapat pembahasan pencegahan Covid-19, Rabu (12/8).

BRI Dorong Loyalitas Nasabah dan Pengembangan UMKM

Acara Panen Hadiah Simpedes BRI kembali digelar untuk masyarat.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bukan Bunuh Diri, Terungkap Mahasiswi Unram Dicekik Lalu Digantung

Misteri kematian mahasiswi Universitas Mataram (Unram), Linda Novitasari yang ditemukan meninggal di rumah BTN Royal Mataram, Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram pada Sabtu (25/7) lalu akhirnya terkuak.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.
Enable Notifications.    Ok No thanks