alexametrics
Rabu, 23 September 2020
Rabu, 23 September 2020

Dikes: Waspadai Penyakit ISPA

MATARAM-Suhu wilayah NTB masih sangat dingin. Terutama pada malam dan dini hari, dinginnya menjadi-jadi. Kemarin, pukul 06:00 Wita, suhu di Kota Mataram mencapai 18 derajat celcius. Hal itu terpantau dari layar smartphone.

Eka Septiana, salah seorang warga di Kelurahan Jempong Baru merasakan dingin yang ekstrem. Dia mengaku sampai menggigil. Bahkan minum air putih biasa seperti meminum air es, karena air galon di dapurnya ikut dingin. “Lebih dingin dari biasanya,” ujar salah satu karyawan swasta itu.

Sementara pantauan BMKG menunjukkan, nilai rata-rata suhu minimum di bulan Juni 20,6 derajat celcius. Itu menjadikan bulan Juni 2019 menjadi yang terdingin dalam delapan tahun terakhir. Meskipun belum melampaui rekor suhu minimum rata-rata terendah yang tercatat di tahun 2011 dengan suhu minimum 18,4 derajat celcius, yang membuat 2011 sebagai tahun paling dingin di NTB.

Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Restu Patria Megantara menjelaskan, berdasarkan hasil observasi di Stasiun Klimatologi Lombok Barat, suhu minimum terendah bulan Juni tercatat 16,8 derajat celcius, kemarin (30/6) pagi. Nilai itu merupakan rekor suhu minimum terendah ketiga pada Juni. Sebelumnya tanggal 24 Juni 2011 suhu terendah 15 derajat celcius, dan 18 Juni 2004 16,2 derajat celcius.

“Rekor nilai suhu minimum terendah yang pernah tercatat di Stasiun Klimatologi Lombok Barat adalah 12,2 derajat celcius, 23 Juli 2011 silam,” katanya.

Dengan anomali cuaca itu, masyarakat diimbau mewaspadai beberapa penyakit yang berpotensi terjadi. Karena meski dingin, NTB sudah memasuki musim kemarau.

Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi mengatakan, salah satu penyakit yang diwaspadai adalah diare. Keterbatasan air membuat kualitas air minum di daerah kekeringan juga menurun. “Hal itu menyebabkan potensi  diare meningkat,” katanya, kemarin.

Demikian juga saat suhu udara dingin, biasanya meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Infeksi ini menyebabkan penderitanya mengalami gangguan pernapasan. Dimana virus menyerang hidung, trakea atau paru-paru. “Pada saat udara dingin, virus mudah berkembang dan menyerang,” jelas mantan Kadikes Lombok Tengah itu.

Salah satu cara menjaga kekebalan tubuh adalah menjaga makanan, dengan tetap mengkonsumsi makanan bergizi. Kalau udara dingin dan ekstrem, ia mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan. “Minimalisasi keluar pada saat udara dingin,” imbuhnya.

Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara Internasional Lombok (BIL) Aprilia Mustika Dewi menjelaskan, suhu dingin yang akhir-akhir ini terjadi disebabkan adanya pola pergerakan angin dari Australia menuju Asia yang melewati Indonesia. “Massa udara yang dibawa bersifat dingin dan kering,” jelasnya.

Faktor yang mempengaruhinya adalah perbedaan tekanan yang membentuk pola pergerakan udara. Tekanan akan bergerak dari tekanan tinggi yaitu Australia ke tekanan rendah Asia. Perbedaaan tekanan yang cukup  signifikan akan menyebabkan menguatkannya tarikan massa udara dan kecepatan angin, khususnya di wilayah NTB.

Selain itu, pada musim kemarau tutupan awan sedikit, bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga panas yang diserap permukaan bumi pada siang hari sangat mudah dilepas di malam hari. “Karena itu saat malam suhu terasa dingin,” terang Dewi.

Dengan cuaca seperti itu, masyarakat diimbau mengantisipasi perubahan suhu yang lebih dingin dari biasanya. Caranya dengan mencukupi kebutuhan cairan agar tidak dehidrasi, memakai pakaian dan selimut yang lebih tebal, serta memakai pelembab kulit agar tidak kering.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB. Serta mewaspadai potensi gelombang tinggi di wilayah NTB.  “Diprakirakan tinggi gelombang mencapai lima meter di Samudera Hindia bagian selatan,” imbuhnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Dorong Pertumbuhan Ekonomi, NTB Promosikan Peluang Investasi

Ini merupakan kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Singapura, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), dan Bank Indonesia. ”Pasti ujungnya juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Kepala Perwakilan BI NTB Heru Saptaji.

Efek Pandemi, Transaksi Valas di NTB Melorot 90 Hingga Persen

”Hingga kini pandemi telah memukul telak seluruh kegiatan usaha penukaran valuta asing (kupva) di money changer hingga 90 persen,” kata Darda Subarda, pemilik Money Changer PT Tri Putra Darma Valuta, kepada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Silky Pudding Drink Lombok, Minuman Kekinian Satu-satunya di Lombok

Minuman ini hadir dengan delapan varian rasa, yakni Red Island, Choco Dream, Magical Blue, dan Beauty Sunset. Juga Baby Queen, Sweet Choco, Deep Purple dan terakhir ada Snlight Choco. “Harganya hanya Rp 13.000 per cup,” kata Ramadarima, pemilik Silky Pudding Drink Lombok.

Sumbawa Gelar Simulasi KBM Tatap Muka

”Masing-masing kecamatan, ada perwakilan atau piloting, minimal dua sekolah yang kami tunjuk,” kata Sahril.

Disdik Kota Mataram Berharap Bantuan Kuota Dimanfaatkan Maksimal

”Kami belum tahu persis, makanya kami akan tunggu petunjuk berikutnya,” ujarnya, pada Lombok Post, Selasa (22/9/2020).

Saatnya Kota Mataram Dipimpin Arsitek

“Tidak bisa kita mengharapkan perubahan, kalau masih memberikan kepemimpinan pada orang yang sama,” kata Ketua Partai Gelora NTB HL Fahrurrozi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Dua Terduga Pengedar Ekstasi Tertangkap di Karang Kediri

Dua terduga pengedar ekstasi berinsial PAW alias Patrick, 28 tahun, dan AZP alias Agli, 25 tahun, dibekuk tim Satnarkoba Polresta Mataram, Kamis (17/9) malam. ”Kita tangkap mereka di Lingkungan Karang Kediri, Cakranegara,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson, kemarin (18/9).

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...
Enable Notifications    Ok No thanks