alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Alhamdulillah, Seluruh Daerah Dapat Gelar Salat Idul Adha dan Kurban

JAKARTA-Pemerintah memberikan lampu hijau bagi umat Islam untuk menyelenggarakan salat Idul Adha sekaligus penyembelihan hewan kurban. Kegiatan tahunan ini dapat diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia. Kementerian Agama (Kemenag) kemarin mengeluarkan edaran panduan penyelenggaraannya.

Muhammadiyah sudah menetapkan Idul Adha atau 10 Dzulhijjah jatuh pada Jumat 31 Juli. Sementara itu pemerintah masih menunggu sidang isbat penentuan 1 Dzulhijjah sebagai acuan penetapan Idul Adha. Sampai saat ini belum ada pengumuman resmi dari Kemenag kapan pelaksanaan sidang isbat tersebut.

Dirjen Bimas Islam Kemenag Kamaruddin Amin berharap umat Islam di tanah air dapat merayakan Idul Adha dan berkurban dengan tetap aman dari penyebaran Covid-19. ’’Kam berharpa agar umat Islam menunjukkan bahwa pelaksanaan ibadah tidak menjadi cluster baru,’’ katanya Selasa (30/6).

Sebaliknya kegiatan ibadah menjadi wahana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Kemudian untuk bermunajat kepada Allah. Kamaruddin titip pesan kepada seluruh umat Islam, saat merayakan Idul Adhan anti untuk terus berdoa supaya pandemi Covid-19 segera berlalu.

Menag Fachrul Razi mengatakan edaran yang diterbitkan Kemenag itu diharapkan menjadi petunjuk penerapan protokol kesehatan. Khususnya saat pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban. Kedua kegiatan itu supaya diselenggarakan dengan menyesuaikan tatanan kenormalan baru atau new normal.

Dengan begitu Fachrul berharap pelaksanaan salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat berjalan optimal. ’’Serta terjaga dari penularan Covid-19,’’ kata dia. Dia menegaskan bahwa salat Idul Adha maupun penyembelihan hewan kurban dapat dilaksanakan di semua daerah. Kecuali pada tempat yang dianggap masih belum aman dari Covid-19 berdasarkan keputusan pemerintah daerah atau gugus tugas Covid-19 setempat.

Ada sejumlah ketentuan yang diatur dalam surat edaran tersebut. Misalnya panitia salat Idul Adha melakukan pembersihan atau disinfeksi area pelaksanaan. Kemudian membatasi tempat salat minimal satu meter antarjamaah. Lalu mengecek suhu jamaah. Apabila ditemukan jamaah bersuhu lebih dari 37,5 derajat dan tetap sama setelah dicek dua kali, jamaah tersebut tidak diperkenankan masuk ke area salat Idul Adha.

Kemudian saat penyembelihan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia dan orang yang berkurban saja. Mustahik atau orang yang berhak menerima daging kurban diminta untuk menunggu di rumah saja. Karena diatur daging kurban disalurkan oleh panitia ke rumah. Jadi tidak ada kerumuman pembagian daging kurban di tempat penyembelihan. (wan/JPG/r6)

 

Protokol Kesehatan Salat Idul Adha

  • Salat Idul Adha dan penyembelihan hewan kurban dapat dilkaukan di daerah mana saja dengan menerapkan protokol kesehatan dan berkoordinasi pemda setempat.
  • Salat Idul Adha dapat dilakukan di lapangan, masjid, atau ruangan dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • Mempercepat pelaksanaan salat dan khutbah tanpa mengurangi syarat dan rukunnya.
  • Tidak mewadahi sumbangan dengan kotak berjalan karena rentan menularkan penyakit

 

PENYEMBELIHAN HEWAN KURBAN HARUS MEMENUHI SYARAT:

 

JAGA JARAK FISIK

  • Pemotongan dilakukan di areah yang memungkinkan jaga jarak fisik.
  • Panitia mengatur kepadatan, hanya dihadiri panitia dan orang yang berkurban.
  • Jaga jarak saat pemotongan, pengulitan, pencacahan, dan pengemasan daging.
  • Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik atau penerima.

 

PENERAPAN KEBERSIHAN PERSONAL PANITIA

  • Pemeriksaan kesehatan melalui pengecekan suhu tubuh.
  • Panitia penyembelihan dan penanganan daging, tulang, serta jeroan dibedakan.
  • Seluruh panitia mengenakan masker, pakaian lengan panjang, dan sarung tangan selama kegiatan.
  • Edukasi kepada panitia supaya tidak menyentuh mata, hidung, mulut, telinga, serta sering cucu tangan dengan sabun selama kegiatan.
  • Panitia hindari jabat tangan, selalu jaga etika saat batuk, bersin, dan meludah.
  • Panitia harus segera mandi sebelum bertemu dengan keluarga.

 

PENERAPAN KEBERSIHAN ALAT

  • Dilakukan disinfektan untuk seluruh perlengkapan sebelum dan sesudah kegiatan
  • Menerapkan sistem satu orang satu alat. Jika terpaksa menggunakan alat milik panitia lain disemprot disinfektan dahulu.

 

Sumber: Surat Edaran Kementerian Agama

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks