alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

Korona Bertambah, Mataram dan Lobar Tak Kunjung Keluar dari Zona Merah

MATARAM-Saat kasus Covid-19 daerah lain di NTB menurun, Kota Mataram dan Lombok Barat masih terus bertahan di zona merah. Kasus-kasus positif terinfeksi Covid-19 yang baru pun sebagian besar seberasal dari dua daerah ini.

”Ini menjadi PR besar kita. Penanganan kita harus betul-betul fokus untuk dua wilayah ini,” kata Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah dalam rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor Gubernur NTB, kemarin (30/6).

Data penambahan kasus baru per 29 Juni menunjukkan, 12 orang berasal dari Mataram dan enam orang dari Lombok Barat. Sementara per 30 Juni, penambahan kasus baru enam orang dari Mataram, satu Lombok Barat, tiga Lombok Timur, dan satu orang dari luar provinsi NTB.

Kondisi itu mengkhawatirkan. Karenanya Rohmi meminta sinergi pencegahan dan penanganan Covid-19 diperkuat. ”Sungguh-sungguh menjaga aktivitas-aktivitas kita, termasuk objek wisata yang telah dibuka,” katanya.

Ia menekankan, objek wisata yang boleh dibuka hanya tempat yang berisiko rendah. Itu pun harus dengan protokol ketat, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

”Ini butuh komitmen Kota Mataram benar-benar dan kita ingin Mataram lebih aktif lagi mensosialisasikan,” harapnya.

Saat ini, setiap hari ada kasus kematian. Itu menunjukkan transmisi lokal cukup masif. Kondisi itu harus menjadi atensi semua pihak. ”Penerapan protokol Covid-19 diperketat di tempat-tempat keramaian, pusat perbelanjaan dan rumah ibadah,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah meminta bulan Juli kedua daerah bisa menekan angka kasus Covid-19. ”Saya harap tim khusus segera dibentuk. Setiap hari harus ada laporan yang kami terima. Ini untuk mempercepat penanganan Covid-19 di dua wilayah tersebut,” tegas Zul.

Dalam pertemuan itu, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh mengungkapkan, sejak awal pihaknya terus berupaya menekan penularan virus Korona. Salah satunya dengan Penanganan Covid-19 Berbasis Lingkungan. ”Kami juga melibatkan berbagai pihak dalam penerapan protokol Covid-19,” katanya.

Meski Mataram masih berstatus zona merah, Ahyar memastikan semangat timnya tidak pernah surut.  ”Kami berkomitmen mendukung program provinsi dalam memutuskan penularan Covid-19 ini,” katanya.

Sedangkan Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid mengatakan, ia mendukung program Kampung Sehat. Menurutnya program tersebut sangat baik dalam menangani penularan Korona. ”Kami akan menerapkan kampung sehat di semua dusun,” ujarnya.

Pemda Lobar juga berkomitmen menerapkan protokol ketat di tempat-tempat umum, pusat perbelanjaan dan rumah ibadah.

Jumlah kasus Covid-19 di NTB mencapai 1.245 orang. Jumlah yang sembuh 825 orang, meninggal dunia meningkat tajam menjadi 65 orang, dan 355 orang masih dirawat.

Kemarin, tambahan kasus baru 11 orang dan sembuh baru tujuh orang, dengan kematian baru tiga orang. Tiga orang yang meninggal berasal dari Mataram dan Lombok Barat.

 

Pelototi Daerah Risiko Tinggi

 

Sementara itu, dari Jakarta, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menjelaskan, pihaknya sudah membagi daerah ke dalam zona-zona. Ada dua syarat utama sebuah daerah bisa ditetapkan untuk masuk zona hijau. Yakni, tidak terdampak dan tidak lagi ada kasus setidaknya selama sebulan terakhir.

’’Ke depan Gugus Tugas memprioritaskan 57 kabupaten/kota dengan tingkat risiko yang masih tinggi,’’ terangnya. Presiden sudah menekankan bahwa pelibatan seluruh komponen terutama TNI Polri  dalam mitigasi sangat penting dilakukan. Dibantu oleh tokoh-tokoh agama dan masyarakat. juga para budayawan termasuk antropolog demi menekan laju penularan.

Untuk bisa beralih ke zona yang lebih ringan, tidak cukup hanya mengandalkan kepala daerah. tanpa dukungan masyarakat, zona hijau sangat mungkin untuk berubah kembali menjadi kuning, oranye, bahkan merah. Meskipun, memang dalam tiga pekan belakangan zona merah sudah turun. Dari 108 kabupaten/kota menjadi 57.

Doni mendorong semua komponen sosialisasi di daerah menggunakan bahasa lokal setempat dan istilah yang lebih membumi. Misalnya terkait droplet, physical distancing, social distancing, new normal, harus diterjemahkan secara sederhana agar mudah dipahami masyarakat. libatkan pula mahasiswa untuk ikut dalam upaya mengurangi risiko penularan.

 

Rapid Test Mandiri

 

Meski kasus Covid-19 masih terus bertambah, warga kini sudah berani keluar daerah. Urusan keluarga yang mendesak dan keharusan melanjutkan pendidikan di luar daerah menjadi alasan.

Hal itu terlihat dari antusiasme warga melakukan rapid test mandiri di Balai Laboratorium Kesehatan Pengujian dan Kalibrasi (BLKPK) NTB. Ratusan santri Ponpes Al-Fatah Magetan yang hendak kembali ke ponpes datang melakukan rapid test. Mereka mendapat tes cepat gratis.

Selain para santri dan mahasiswa, masyarakat umum juga banyak yang datang melakukan rapid test mandiri. Berbeda dengan pelajar dan mahasiswa, mereka membayar Rp 400 ribu per orang.

Seperti Yusri, ia harus kembali ke Bandung bersama istri dan anaknya. Karena itu mereka harus rapid test untuk mendapatkan keterangan sehat sebagai syarat naik pesawat. ”Saya pulang ke sini karena ada musibah, sekarang harus balik lagi,” kata warga Mataram yang menetap di Bandung itu.

Biaya rapid test kini menjadi beban yang harus dibayar saat akan keluar daerah. Tapi karena urusan keluarga yang mendesak, ia harus ke Lombok. Yusri berharap ke depan biaya rapid test bisa lebih murah agar meringankan beban warga.

 

Imunisasi dan KB Turun

 

Sementara itu, dari Jakarta, Covid-19 mempengaruhi pelayanan kesehatan, termasuk imunisasi dan program keluarga berencana (KB). Hasil survei Kementerian Kesehatan mengungkapkan cakupan imunisasi dasar menurun. Perbandingannya, April menurun 4,7persen dibanding April 2019 lalu.. Sedangkan, angka pengguna KB turun sebanyak 1.179.467 pelayanan KB selama Januari hingga April.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Dokter Reisa Broto Asmoro mengatakan tidak berjalanan imunisasi di masa pandemi ini berpotensi menimbulkan wabah ganda. ”Imunisasi kepada anak ditekankan tetap penting diberikan meski di tengah pandemi dengan catatan protokol kesehatan tetap diutamakan,” ujar Reisa kemarin (30/6).

Reisa menambahkan pelayanan imunisasi di puskesmas atau fasilitas kesehatan pada masa pandemi memiliki ketentuan. Ketentuan tersebut yakni menggunakan ruang atau tempat pelayanan yang cukup luas dengan sirkulasi udara yang baik. Selain itu harus terpisah dari poli pelayanan anak atau dewasa sakit. ”Ruang atau tempat pelayanan imunisasi hanya untuk melayani bayi dan anak sehat,” katanya.

Ruang atau tempat rutin dibersihkan dengan cairan disinfektan dan tersedia fasilitas mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir atau hand sanitizer. Reisa juga berpesan agar mengatur meja pelayanan antar petugas dan orang tua agar jarak aman satu hingga dua meter. Kemudian, jalur keluar dan masuk diatur berbeda dan sediakan tempat duduk bagi sasaran imunisasi dan orang tua dan pengantar untuk menunggu.

Penurunan juga terjadi untuk peserta KB aktif dan peserta KB baru. Berdasarkan data BKKBN, terjadi penurunan drastis penggunaan kontrasepsi pada Maret lalu dibanding bulan sebelumnya. Dampaknya, meningkatkan jumlah kehamilan tidak direncanakan pada 2021. ”Kehamilan tidak direncanakan dapat menimbulkan masalah bagi keluarga di tengah situasi ekonomi yang sedang lesu. Sekaligu jadi tantangan pemerintah dalam pengendalian pertumbuhan penduduk,” ucapnya.

Sebagai trobosan dan dalam rangka Hari Keluarga Nasional ke-27, BKKBN menggelar gerakan pelayanan KB serentak sejuta akseptor. Layanan ini dilakukan di Puskesmas rawat inap, praktik bidan mandiri, kunjungan  rumah, rumah sakit dan faskes, serta layanan KB bergerak.

Di sisi lain, hingga akhir Juni penularan virus SARS-CoV-2 masih terjadi di beberapa wilayah. Angka kasus positif Covid-19 teridentifikasi di Provinsi Jawa Timur masih tertinggi. Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan, Jawa Timur menambahkan kasus baru sebanyak 331 orang, sedangkan kasus sembuh sebanyak 121. Secara komulatif jumlahnya mencapai 12.136 kasus. Jumlah kasus tersebut merupakan angka tertinggi di antara provinsi lainnya di Indonesia.

”Angka persen, angka persentase sembuh global di tingkat dunia adalah 50,3 persen,” tutur Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid Achmad Yurianto kemarin. Dia mengartikan banyak provinsi yang sekarang mencapai angka kesembuhan di atas 80 persen. (ili/JPG/r6)

 

Kasus Kematian Pasien Korona di NTB Dalam Sepekan

24 JUNI

  • Terdapat 2 kasus kematian baru
  • Seorang laki-laki 53 tahun dari Mataram seorang perempuan 64 tahun dari Lombok Barat.

 

25 JUNI

  • Terdapat 2 kasus kematian baru.
  • Seorang perempuan 63 tahun dari Lombok Barat dan seorang laki-laki 64 tahun dari Mataram.

 

26 JUNI

  • Terdapat 1 kasus kematian baru.
  • Seorang laki-laki 59 tahun dari Mataram.

 

27 JUNI

  • Terdapat 3 kasus kematian baru.
  • Seorang perempuan 36 tahun dari Lombok Barat, seorang perempuan 58 tahun dari Mataram, dan seorang bayi berusia satu bulan dari Lombok Tengah.

 

28 JUNI

  • Terdapat 6 kasus kematian baru.
  • Empat warga perempuan Lombok Barat masing-masing berusia 50,60, 74 dan 55 tahun. Seorang laki-laki warga Lombok Barat berusia 68 tahun. Dan seorang laki-laki warga Mataram berusia 59 tahun.

 

29 JUNI

  • Terdapat 1 kasus kematian baru.
  • Seorang perempuan 54 tahun warga Mataram.

 

30 JUNI

  • Terdapat 3 kasus kematian baru.
  • Seorang perempuan 52 tahun dari Mataram. Bayi perempuan berusia empat bulan dan bayi laki-laki berusia dua bulan dari Mataram.

 

Sumber: Gugus Tugas Covid-19

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks