alexametrics
Selasa, 14 Juli 2020
Selasa, 14 Juli 2020

WHO Pastikan Pandemi Korona Masih Lama

BRUSSELS–Penduduk AS harus menahan diri jika ingin bepergian ke Uni Eropa (UE). Benua Biru itu mulai membuka perbatasannya setelah sekian lama menutup diri karena pandemi Covid-19. Namun, tidak untuk semua negara. Warga Negeri Paman Sam, Brasil, India, dan Rusia termasuk golongan yang dilarang masuk.

Dilansir The Guardian, negara-negara anggota UE sudah membuat daftar 14 negara yang dinyatakan aman. Daftar itu tidak mutlak dan akan diperbarui setiap dua pekan. Jika ada kenaikan kasus, bisa jadi mereka dicoret. Tiongkok sejatinya akan dimasukkan daftar tersebut. Tapi, UE masih menunggu jawaban terkait persebaran virus di Beijing.

Daftar negara itu hanya saran. Masing-masing negara di UE bisa membuat kebijakan personal. Spanyol, misalnya. Mereka sejatinya ingin menggeliatkan lagi bisnis pariwisatanya. Tapi, Madrid ingin bermain aman. Negara yang dipimpin Perdana Menteri Pedro Sanchez Perez-Castejon termasuk salah satu yang pernah terdampak Covid-19 cukup parah. Lebih dari 28 ribu nyawa melayang di Spanyol.

Pekan lalu Kroasia juga telah menerapkan aturan. Yaitu pengunjung dari Serbia, Kosowo, Bosnia, dan Makedonia Utara harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari jika ingin berkunjung. Itu disebabkan penularan di negara-negara tersebut mulai naik. Padahal, Komisi Eropa awal bulan ini sempat memaparkan bahwa membuka perbatasan dengan negara-negara non-UE di Balkan Barat jadi prioritas per 1 Juli.

Masing-masing negara memang harus menimbang kemampuannya dalam mengendalikan virus SARS-CoV-2. Terlebih, Sekjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan, angka penularan pandemi itu justru tengah melonjak. Virus tersebut masih berpeluang besar untuk terus menulari manusia karena banyak orang yang masuk golongan rentan.

’’Kenyataan pahitnya adalah (pandemi, Red) ini masih jauh dari kata berakhir,’’ terang Ghebreyesus Senin (29/6) seperti dikutip Channel News Asia.

Inggris, misalnya. Mereka belum berhasil mengendalikan penularan. Kota Leicester bahkan harus dikuntara karena menjadi hotspot penularan. Di kota tersebut kasus penularan pada anak-anak jauh lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock kemarin (30/6) menegaskan bahwa sebagian besar anak-anak yang positif Covid-19 itu tidak menunjukkan gejala. Meski begitu, mereka bisa menularkan pada orang lain. Karena itu, seluruh sekolah di Leicester ditutup mulai Kamis.

Nasib serupa dialami Kota Cebu di Filipina. Sebanyak 69 pegawai di Balai Kota Cebu positif Covid-19. Empat orang sudah meninggal dunia. Total, ada 5.494 kasus di kota tersebut. Pemerintah Filipina mengerahkan dokter tambahan dan drone untuk membantu mengatasi penularan.

Setali tiga uang, Korea Selatan bernasib serupa. Belakangan mulai muncul klaster baru di kuil-kuil yang didatangi penduduk. Mereka berencana untuk memberikan label tulisan ’’Risiko Tinggi’’ di kuil-kuil agar penduduk menambah kewaspadaannya. Sebab, banyak yang tak memakai masker dan mengabaikan protokol kesehatan. Salah seorang biarawan yang tertular di Kuil Gwangleug mengungkapkan bahwa dirinya sudah jaga jarak. Tapi, saat menemui jemaat, dia melepas maskernya karena udara panas. ’’Sekarang saya menyesal,’’ tegasnya. (sha/c13/dos/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Banyak Warga Mataram Menyepelekan Korona

Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kegiatan Car Free Day (CFD) di Jalan Udayana, kemarin. Sebab, kegiatan ini dinilai ilegal. Belum mendapat izin dari pemerintah dan aparat keamanan.

Bantu Nelayan Lobster, Pemprov NTB Diminta Lobi Pemerintah Pusat

Sebagian nelayan lobster di Dusun Awang Balak Desa Mertak, Pujut, Lombok Tengah beralih menjadi pekerja migran Indonesia (PMI). “Mereka berangkat sejak larangan ekspor benih lobster,” tutur salah seorang nelayan lobster Sayid Kadir Al Idrus pada Lombok Post, Minggu (12/7/2020).

Pemprov Kerahkan OPD dan Pol PP Awasi 19 Pasar di Mataram

Pemprov NTB mengerahkan pegawai dan anggota polisi pamong praja mengawasi pasar tradisional di Kota Mataram. Hal itu dilakukan untuk mencegah penularan virus korona.

Mulai Ramai Pengunjung, Perekonomian di Sembalun Menggeliat Lagi

Kawasan wisata Sembalun, Lombok Timur mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal. Peningkatan pengunjung memang terasa sepekan terakhir.

Lembaga Pendidikan Nonformal di Mataram Dilarang Belajar Tatap Muka

Bukan hanya sekolah, Pemkot Mataram belum mengizinkan lembaga pendidikan nonformal (PNF) menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka. ”Masih dilarang,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali, kepada Lombok Post Minggu (12/7/2020).

Penuhi Persyaratan, Sekolah di NTB Bisa Buka Mulai September

Tahun ajaran baru 2020/2021 tepat dimulai hari ini. Namun, karena pandemi, sekolah belum diperbolehkan menggelar KBM (kegiatan belajar mengajar) tatap muka. ”Tidak diperkenankan,” kata Gubernur NTB H Zulkieflimansyah, seperti yang tertulis dalam surat edarannya.

Paling Sering Dibaca

Usai Pemakaman, Kades Sigerongan Lobar dan Lima Warga Lainnya Reaktif

Aktivitas di Kantor Desa Sigerongan lumpuh. Menyusul hasil rapid test kepala desa dan sejumlah warganya reaktif. Selama 14 hari ke depan, pelayanan di kantor desa ditiadakan sementara.

Diserang Penjahat, Perwira Polisi di Sumbawa Meninggal Dunia

IPDA Uji Siswanto, Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, Sumbawa gugur dalam bertugas. Ayah tiga anak ini diserang oleh seorang terlapor berinisial RH alias Bim kasus pengancaman. Korban diserang, setelah mendamaikan warga dengan terduga pelaku.

Ikuti Mataram, Lobar Berlakukan Jam Malam

erkembangan pandemi Covid-19 di Lombok Barat (Lobar) semakin mengkhawatirkan. Kasus positif yang mencapai 300 lebih, menjadi atensi penuh Polres Lobar dalam melakukan upaya pencegahan penularan.

Tertangkap, Buron Pembunuh Polisi di Sumbawa Ditembak

Pelarian RH alias Bim terhenti pada Minggu pagi kemarin. Tersangka kasus penganiayaan yang menewaskan Uji Siswanto, Kanit Reskrim Polsek Utan tertangkap.

Liburan di Sungai Dodokan Lobar, Bayar Rp 5 Ribu Wisata Sampai Puas

Orang kreatif bisa membuat peluangnya sendiri. Itulah yang dilakukan Siali, warga Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung. Ia membuat Sungai Dodokan jadi spot wisata baru di Lombok Barat (Lobar).
Enable Notifications.    Ok No thanks