alexametrics
Sabtu, 28 Mei 2022
Sabtu, 28 Mei 2022

1.169 Anak NTB Terpapar Virus Covid-19

MATARAM-Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mulai memikirkan vaksinasi untuk anak. Apalagi setelah beredar surat dari BPOM, memperbolehkan vaksin Sinovac digunakan kepada anak usia 12 hingga 17 tahun.

”Anak kan juga terpapar. Cukup banyak juga. Kita harus mulai berpikir ke sana,” kata Kepala Dikes NTB dr H Lalu Hamzi Fikri, kemarin (29/6).

Fikri mengatakan, vaksinasi anak pernah dibahas dalam vicon bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hanya saja, tindak lanjutnya masih belum jelas. Belum ada keputusan resmi dari Kemenkes untuk vaksinasi anak.

Karena itu, dikes juga belum mengajukan permintaan khusus kepada pemerintah pusat. Untuk kebijakan vaksinasi anak. Apalagi saat ini pihaknya masih berkonsentrasi terhadap percepatan vaksinasi masyarakat.

”Resminya belum dari Kemenkes. Untuk sekarang yang dari 18 tahun ke atas,” ujarnya.

Meski belum ada, Fikri meyakini vaksinasi anak bisa saja dilakukan dalam beberapa bulan atau minggu lagi. Yang pasti, harus menunggu dulu izin dari Kemenkes. ”Keputusannya kan top down, kita menunggu. Yang jelas, kalau ada perintah pusat, kita jalankan,” tegas Fikri.

Baca Juga :  Lawan Korona, Akhirnya RSUD Selong Punya Laboratorium Biomolekular

Rekomendasi vaksin untuk usia remaja, beredar dalam surat Nomor RG.01.02.322.06.21.00169/T tentang hasil evaluasi khasiat dan keamanan komite nasional penilai obat. Surat ini ditujukan kepada PT Bio Farma selaku produsen vaksin Sinovac.

Surat yang ditandatangani Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, memberi rekomendasi anak usia 12 hingga 17 tahun divaksinasi Sinovac. Dengan dosis 600 SU/0,5 mililiter.

Langkah vaksinasi terhadap anak, tak lepas dari fakta banyaknya anak yang terpapar covid. Risiko tersebut semakin tinggi dengan rencana pembelajaran tatap muka, dimulai Juli tahun ini.

Paparan covid terhadap anak di NTB cukup mengkhawatirkan. Secara keseluruhan, hingga pertengahan Juni ini, sudah 1.169 anak di NTB yang dinyatakan positif covid. Sebanyak 20 di antaranya meninggal dunia.

Jika dilihat dari rentang usianya, anak di umur 13-18 tahun paling banyak positif, yakni 472 anak. Kemudian usia 6-12 tahun sebanyak 325 anak dan di bawah lima tahun ada 372 anak.

Baca Juga :  Sejumlah Lokasi Karantina Korona di Lombok Tengah Ditolak Warga

”Yang sembuh lebih dari 1.078 anak,” kata Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi.

Peningkatan kasus anak juga membuktikan masifnya transmisi lokal. Kebanyakan anak yang positif tertular dari orang tua mereka. Atau ketika bergaul di lingkungan tempat tinggalnya.

”Untuk anak balita, itu tetap kita ingatkan untuk jangan bawa anak keluar,” ujar Eka.

Dari data yang ada, kasus covid paling banyak menjangkiti remaja. Usia di 13 hingga 18 tahun. Rentang usia ini juga, merupakan anak-anak yang masih bersekolah di tingkat SMP hingga SMA.

Di awal terjadinya pandemi, balita yang paling banyak terkena covid. Dikarenakan sistem imun mereka yang belum kuat sehingga rentan terkena penyakit. Namun kondisi tersebut bergeser beberapa bulan terakhir. Kali ini remaja paling banyak terkena covid disebabkan mobilitas mereka.

Sehingga rencana vaksinasi untuk usia 12 hingga 17 tahun harus direalisasikan segera. Apalagi di NTB, rentang usia tersebut paling banyak terpapar covid. (dit/r5)

Berita Terbaru

Paling Sering Dibaca

Enable Notifications    OK No thanks
/