alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Terdampak Korona, Bantuan Pmerintah untuk Pesantren Mulai Cair

JAKARTA–Kemenag mulai menyalurkan dana bantuan operasional untuk pesantren. Banyaknya pesantren sasaran penerima bantuan, membuat penyaluran tidak bisa sekaligus. Kemenag mencairkan bantuan tersebut secara bertahap. Dari anggaran Rp 2,5 triliun, baru dicairkan Rp 930 miliar.

Penyaluran bantuan pesantren itu dilakukan Menag Fachrul Razi untuk sejumlah pesantren Nahdlatul Ulama (NU) di Jakarta. Dia berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik. ’’Bantuan ini menjadi bagian perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren yang jumlahnya ribuan,’’ kata Fachrul kemarin (30/8).

Bantuan untuk pesantren itu merupakan bagian dana penanganan dampak Covid-19. Kemenag memperoleh anggaran sebesar Rp 2,599 triliun untuk bantuan operasional pesantren dan lembaga pendidikan keagamaan Islam lainnya. Total ada 21.173 unit pesantren yang mendapatkan bantuan tersebut.

Perinciannya adalah 14.906 pesantren kategori kecil dengan jumlah santri 50-500 orang mendapatkan Rp 25 juta/lembaga. Kemudian 4.032 pesantren sedang (500-1.500 santri) menerima Rp 40 juta/lembaga. Lalu ada 2.235 unit pesantren kategori besar (lebih dari 1.500 santri) mendapat Rp 50 juta/lembaga.

Dalam tahap awal pencarian, dana yang disalurkan baru Rp 930,835 miliar. Dana tersebut untuk 9.511 pesantren, 29.500 madrasah diniyah takmiliyah, dan 20.124 unit lembaga baca Alquran atau TPQ. Kemudian bantuan pembelajaran online untuk 12.508 lembaga.

’’Saya memberikan apresiasi kepada pesantren yang telah banyak menyebarluaskan tentang protokol kesehatan,’’ katanya. Misalnya membuat ketentuan tidak keluar dari tempat yang terkena wabah. Kemudian juga jangan masuk ke daerah yang terkena wabah.

Fachrul berharap seluruh pesantren di Indonesia terus memperhatikan protokol kesehatan dalam proses pembelajaran. Kemudian pesantren juga menjaga pola hidup sehat untuk para santrinya. Dia juga berpesan seluruh pihak untuk saling berdoa, menjaga diri, dan menciptakan suasana optimisme di lingkungan pesantren supaya Indonesia segera terbebas dari Covid-19. (wan/JPG/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks