alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tak Punya Alat Tes, RSUD NTB Belum Bisa Deteksi Pasien Korona

MATARAM-Laboratorium RSUD NTB dan RS Universitas Mataram untuk uji sampel swab pasien suspect Korona ternyata belum berfungsi. Padahal sudah mengantongi izin Kementerian Kesehatan. Akibatnya, NTB masih harus menguji sampel di Surabaya, Jawa Timur. Memakan waktu dan prosedur yang lama.

”Lab belum bisa memeriksa karena mesin PCR dan reagen yang dipesan dari Amerika belum sampai,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, pada Lombok Post, kemarin (1/4).

Mesin yang dipesan Dinas Kesehatan NTB tersebut adalah mesin Real Time Polymerase Chain Reaction (PCR) dan reagen untuk mendeteksi SARS-Cov-2 atau Covid-19. Barang hingga saat ini belum dikirim dari Amerika Serikat karena kebijakan lockdown di sana.

”Pemprov tetap berupaya agar mendapatkan alat sehingga tes segera bisa kita lakukan,” jelasnya.

Barang tersebut, kata Gede sudah dipesan cukup lama. Bahkan beberapa waktu lalu tinggal pembayaran uang muka. ”Tapi karena ada lockdown di Amerika Serikat, barang belum bisa terkirim,” jelasnya.

Bila mesin real time PCR belum datang, Pemprov menyiapkan alternatif lain. Bisa dengan meminjam alat milik BBPOM di Mataram. Meski keluaran lama tapi masih bisa dipakai. ”Untuk reagen kita akan minta kepada pemerintah pusat,” katanya.

Pemprov berharap, pemerintah pusat memberikan sebagian reagen terlebih dahulu. Sehingga NTB bisa segera melakukan uji laboratorium. ”Kalau tidak bisa tetap kita mengirim ke Surabaya sampai barangnya ada,” jelasnya.

Sampai kapan? Tak ada batas waktu yang pasti. Itu berarti proses mengetahui seseorang suspect positif atau tidak di NTB akan memakan waktu yang lama. Ambil contoh misalnya, pasien positif nomor tiga dan empat. Mereka mulai diisolasi di RSUP NTB pada 22 dan 23 Maret. Pemprov NTB baru mendapat pemberitahuan mereka positif pada 31 Maret.

PCR sendiri merupakan metode pemeriksaan dengan teknologi amplifikasi asam nukleat virus untuk mengetahui ada atau tidaknya virus. Sedangkan reagen merupakan bahan yang dipakai dalam reaksi kimia, biasanya dipakai untuk mengetes darah.

Terpisah, Direktur RSUD NTB dr HL Hamzi Fikri menjelaskan, rencananya April ini laboratorium sudah bisa uji swab pasien Covid-19. Sebab, importir menjanjikan mesin dan reagen tiba awal April ini. ”Kami pantau setiap hari, info terakhir masih ada kendala  pengiriman transport dari USA ke Jakarta karena lockdown di sana,” katanya.

Penyedia barang, kata Fikri, tengah berusaha mencari penerbangan yang bisa membawa sampai Jakarta. ”Doakan semoga lancar,” katanya.

Volumen barang yang dipesan untuk 1.000 test. Reagen bisa ditambah jika mesinnya sudah datang. Mengapa tidak membeli di Indonesia? Kata Hamzi, barang tersebut saat ini sulit dicari di Indonesia. ”Semua sudah  kami tempuh, masalahnya kelangkaan barang di Indonesia,” katanya.(ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

2021, Pemkot Mataram Usulkan 400 Formasi CPNS

Pemkot Mataram mengusulkan 400 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021. Jumlah tersebut hasil kalkulasi dari kebutuhan pegawai daerah ini pada tahun 2020 dan 2021.

VIDEO : Pilwali Mataram Dianul-Badrun Maju ke Tahap Verfak

Bakal pasangan calon (Bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota H Dianul Hayezi-H Badrun Nadianto yang maju melalui jalur perseorangan melaju ke tahap verifikasi faktual (Verfak). “Dari hasil Vermin (verifikasi administrasi) syarat dukungan pasangan DR (Dianul-Badrun) sudah melebih target. Lanjut ke tahap verfak,” kata Ketua KPU Kota Mataram M Husni Abidin, Selasa (4/8).

Kisah Baitul Askhiya Sekarbela (1) : Semua Berawal dari 12 Dermawan

Apa yang dilakukan 97 dermawan ini patut diteladani. Kehadiran mereka yang tergabung dalam Yayasan Peduli Umat Baitul Askhiya telah meringankan beban ratusan orang.

Libur Korona Semakin Panjang, Anak-anak Lupa Pelajaran Sekolah

"Kita sudah lupa (pelajaran)," kata Rio, salah satu anak di Pagutan, Kota Mataram saat ditanya, apakah ia masih ingat materi pelajarannya di sekolah.

Lulus 2018, Pelantikan 262 CPNS Mataram Tertunda Karena Korona

Sebanyak 262 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang lulus pada tahun 2018 lalu harus bersabar. Sebab, pelantikan mereka harus ditunda karena wabah Korona.

Di NTB, Keluarga Kini Boleh Ikut Pemulasaraan Jenazah Pasien Korona

Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol I Gusti Putu Gede Ekawana Putra mendatangi RSUD Kota Mataram, Senin (3/8) lalu. Ia melihat bagaimana proses pemulasaran jenazah pasien Covid-19 yang dilakukan pihak rumah sakit.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Tertangkap di Bandara Lombok, Satpam Selundupkan Sabu dari Batam

Pria asal Batam berinisial AK, 47 tahun dibekuk tim khusus Ditresnarkoba Polda NTB, Minggu (2/8). Pria yang bekerja  sebagai satpam itu ditangkap setelah turun dari pesawat di Bandara Internasional Lombok (BIL).

NTB Waspada, Penularan Korona Terdeteksi di Usaha Rumahan

Penularan virus Korona di NTB kian tidak terkendali. Transmisi lokal kian merajalela. Hampir tidak ada ruang yang bebas dari penularan virus. Bahkan rumah pun mulai tidak aman. Terutama bagi mereka yang membuka usaha di rumah.

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...
Enable Notifications.    Ok No thanks