alexametrics
Selasa, 11 Agustus 2020
Selasa, 11 Agustus 2020

13 Pasien Korona di NTB Meninggal, Sebagian Besar Memiliki Penyakit Bawaan

MATARAM-Jumlah pasien positif Covid-19 meninggal dunia terus bertambah. Bila sebelumnya angka kematian cukup lama  bertahan di angka tujuh kasus, kini bertambah hampir dua kali lipat. ”Hari ini pasien meninggal dunia menjadi 13 orang,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, dalam keterangan persnya,  kemarin (1/6).

Kasus terbaru, dua orang pasien meninggal dunia yakni pasien nomor 561, Tn. H, laki-laki, 66 tahun, penduduk Desa Bugbug, Kecamatan Lingsar, Kabupaten Lombok Barat dan pasien nomor 669, Ny. J, perempuan, 62 tahun, penduduk Kelurahan Ampenan, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram.

Dengan penambahan itu, persentase pasien meninggal naik menjadi 1,9 persen dari 670 kasus pasien positif Covid-19 di NTB. ”Ini menjadi kabar duka bagi kita semua,” katanya.

Penambahan kasus meninggal itu diharapkan menjadi peringatan agar warga semakin waspada. Sebagian besar yang meninggal adalah warga usia lanjut dan balita. ”Dua kelompok usia ini memang berisiko tinggi,” katanya.

Hingga kemarin, total kasus positif Covid-19 di NTB 670 orang. Dengan perincian 292 orang sembuh, 13 meninggal dunia, serta 365 orang masih positif dan dalam keadaan baik.

 

SEBAGIAN BESAR MEMILIKI PENYAKIT BAWAAN

 

Sementara itu di Kota Mataram sebagai wilayah dengan jumlah penularan tertinggi di NTB, urang dari satu pekan, empat orang pasien positif Covid-19 asal Kota Mataram meninggal dunia. ”Karena komorbid. Ada penyakit penyertanya,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr. HL Herman Mahaputra.

Meski berstatus pasien positif, ia menyebut keempat pasien tersebut tidak murni meninggal akibat Covid-19. Tapi lebih dominan karena ada penyakit penyerta. Jack, sapaan karibnya mengatakan, sejauh ini tidak ada kasus yang sehat justru meninggal akibat Covid-19.

”Misalnya ada yang hipertensi, ginjal, asma, atau pneumonia. Lebih ke arah sana penyebab meninggalnya. Jadi Covid ini hanya membonceng saja,” ujar Jack.

Akhir Mei kemarin, gugus tugas Kota Mataram mencatat ada tiga PDP positif yang meninggal. Dengan inisial SS asal Kecamatan Sandubaya, berusia 30 tahun; A dengan usia 43 tahun dari Kecamatan Cakranegara; dan BK, 60 tahun dari Kecamatan Cakranegara.

Sebelum mereka, satu bayi laki-laki berusia 9 bulan meninggal di 23 Mei, dengan inisial FH. Meski begitu, FH baru dinyatakan positif pada 28 Mei. Keempat orang ini menambah angka kematian pasien positif. Menjadi tujuh orang. Tiga orang lainnya, meninggal dunia di awal-awal terjadinya kasus Korona di Kota Mataram.

Jumlah PDP positif di Kota Mataram hingga siang kemarin tersisa 128 orang. Di luar itu, sudah ada 105 orang yang sebelumnya positif, telah dinyatakan negatif. ”Yang meninggal ada tujuh. Kita berharap tidak ada penambahan untuk meninggal dan positif,” kata juru bicara gugus tugas penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa.

Gugus tugas mencatat ada 237 orang yang masuk sebagai pasien dalam pengawasan (PDP). Sementara 39 orang terus dipantau kondisi kesehatannya. Di sisi lain, dari rilis yang dikeluarkan gugus tugas, mereka telah menuntaskan pemantauan terhadap 454 orang tanpa gejala.

”Untuk yang OTG, nol,” ujarnya.

Dengan angka kasus covid yang terus bertambah, Suwandiasa berharap masyarakat ikut membantu pemerintah. Menekan angka penyebaran Covid-19. Tentunya dengan mematuhi protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah.

Melakukan physical distancing. Hindari keramaian dan kurangi aktivitas di luar rumah. Kemudian, jika terpaksa keluar, harus tetap menggunakan masker. Dan rajin untuk cuci tangan dengan sabun.

”Kita ingin pandemi ini sama-sama berakhir,” kata Suwandiasa. (ili/dit/r2)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Kapal Tenggelam di Tarakan, Satu Polisi Asal Lombok Tengah Meninggal

Kabar duka datang dari Ditpolairud Polda NTB. Satu anggotanya yang sedang bawah kendali operasi (BKO) di Ditpolairud Polda Kalimantan Utara (Kaltara) meninggal dunia.

Penjualan Mobil Toyota di NTB Masih Stagnan, Avanza Paling Diminati

”Dibanding saat kondisi normal, penjualan mobil baru pulih di angka 40-50 persennya saja. Kondisi ini bisa dibilang masih jauh dari situasi penjualan saat normal dulu,” kata Kepala Cabang Krida Toyota NTB Samsuri Prawiro Hakki, kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Data Kemiskinan NTB Belepotan, Verifikasi dan Validasi Sangat Lambat

Verifikasi dan validasi data kemiskinan atau data terpadu kesejahteraan sosial (DTSK) di NTB rupanya masih lambat. Hingga kemarin, baru lima daerah yang melaporkan hasil verifikasi dan validasi DTSK tersebut. Dari lima daerah itu, progres tiga daerah belum sampai 50 persen.

Kurikulum Darurat, Materi Belajar Siswa Dipangkas Hingga 70 Persen

LAMA DINANTI, Kurikulum darurat secara resmi telah diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pada kurikulum ini, banyak materi yang dipangkas bahkan lebih dari separo.

Lale Sileng, Figur Pemimpin Perempuan Kaya Pengalaman Birokrasi

Kenyang pengalaman di dunia birokrasi, Hj Lale Prayatni punya modal mumpuni untuk memimpin daerah. Urusan mengelola birokrasi, anggaran, hingga perencanaan dan pelaksanaan pembangunan, sudah lekat dengan kesehariannya. ”Sudah khatam saya soal itu,” kata Prayatni.

Harga Emas Naik, Aktivitas Pegadaian di Mataram Ikut Melonjak

Kondisi ini membuat jumlah penggadai yang mendatangi PT Pegadaian (Persero) terus bertambah. ”Dalam sehari, cabang atau unit besar yang ada di Mataram, biasa melayani lebih dari 50 orang nasabah. Kalau unit kecil sekitar 30-40 saja,” kata Suciati Triastuti, Asisten Manager Pegadaian Kota Mataram kepada Lombok Post, Senin (10/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Cucu Bupati Pertama Loteng Siap Mengabdi untuk Lombok Tengah

Menjadi satu-satu sosok perempuan, Hj Lale Prayatni percaya diri maju menjadi calon bupati Lombok Tengah. Birokrat perempuan ini ingin membawa perubahan bagi Lombok Tengah ke arah lebih baik. ”Saya terpanggil untuk mengabdi di kampung halaman saya,” kata Hj Lale Prayatni, Minggu (9/8).

Digerebek Polisi, Doyok dan Tutik Gagal Nyabu di Karang Bagu

Terduga pengedar sabu berinisial H alias Doyok ditangkap tim khusus (Timsus) Ditresnarkoba Polda NTB. Dia diringkus bersama seorang perempuan berinisial HT alias Tutik, Jumat sore (7/8) lalu.

Lale Sileng Pilih Yusuf Saleh Sebagai Wakil di Pilbup Loteng

Lale Prayatni memutuskan untuk menggandeng HM Yusuf Saleh. “Ya,” kata Lale singkat saat dihubungi, Minggu (9/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks