alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Jalur Timbanuh dan Aik Berik Butuh Promosi

MATARAM-Pendakian Rinjani masih menjadi favorit wisatawan yang berkunjung ke Pulau Lombok. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Sudiyono mengatakan, berdasarkan data yang masuk sampai 30 Juni, 1.335 orang melakukan pendakian ke Rinjani. Terdiri darin80 persen wisatawan mancanegara dan 20 persen domestik.

“Kebanyakan yang wisatawan asing ini berasal Eropa,” terangnya, saat dihubungi, kemarin (1/7).

Terkait perkembangan empat jalur pendakian, Sudiyono menjelaskan sejauh ini Sembalun dan Senaru masih jadi primadona. Kuota di kedua jalur pendakian itu setiap harinya selalu sold out. Sebelumnya, Balai TNGR telah menetapkan pembatasan kuota, Sembalun dan Senaru masing-masing 150 pendaki setiap hari. Sementara, jalur pendakian Aik Berik dan Timbanuh masing-masing 100 pendaki setiap hari.

“Kalau pintu Aik Berik dan Timbanuh, memang ada yang mau mendaki tetapi masih kurang peminat,” ujarnya.

Hal ini tetap akan dievaluasi oleh Balai TNGR. Memang pada awalnya, jalur pendakian Timbanuh dan Aik Berik bersifat alternatif. Namun ke depan pihaknya tetap ingin melakukan promosi agar kedua jalur pendakian itu sama seperti Sembalun dan Senaru. Selain itu, masih kurangnya wisatawan memilih kedua jalur karena Trekking Organizer (TO) masih sedikit. Jumlahnya pun bisa dihitung jari.

Menurutnya, ada korelasi antara jumlah TO dengan jumlah pendaki. Karena TO inilah yang selalu aktif mempromosikan Rinjani. Disisi lain, Balai TNGR tidak bisa memaksakan TO harus memakai jalur-jalur tertentu. Meski kondisi alam jalur Timbanuh dan Aik Berik masih sangat alami, tetapi ternyata itu tidak menjadi jaminan bisa diminati wisatawan.

“Ini tetap akan menjadi PR kita untuk promosi lebih gencar lagi,” tandasnya.

Manager Geowisata dan Trekking Taman Bumi Rinjani Budi Karyawan menambahkan, belum populernya jalur pendakian Aik Berik dan Timbanuh, karena keduanya adalah alternatif yang baru dibuka pada November 2018. Untuk mengakomodir belum dibukanya pintu Sembalun dan Senaru waktu itu. Meski begitu, pihaknya tetap melakukan promosi dengan membuka kuota yang tak jauh beda, agar dari langkah ini wisatawan bisa lebih mengenal Rinjani dari sudut yang lain.

“Jalurnya memang agak sedikit berbeda yang dua populer itu tetapi pesona alamnya tak kalah indah, Timbanuh menghadirkan savana luas, Aikberik banyak mata air dan sungai,” pungkasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

15 Ribu Suara Partai Non Parlemen Siap Dukung MUDA

"Kami berterima kasih atas dukungan tiga partai ini kepada kami," ujar HL Makmur Said memberikan apresiasi.

Bale Honda, Permudah Konsumen Servis dari Kantor

”Harapannya melalui aktivitas ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari kendaraan pribadinya,” ujar Technical Service Sub Dept Head Astra Motor NTB Anton Prihatno.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks