alexametrics
Selasa, 22 September 2020
Selasa, 22 September 2020

Pemprov Masih Ngutang Rp 34 Miliar

MATARAM-Di tengah defisit, Pemprov NTB harus segera melunasi utang daerah pada tahun anggaran 2018. Terutama sisa dana yang belum selesai dibayar untuk proyek percepatan pembangunan infrastruktur jalan mencapai Rp 34 miliar.

Plt Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) NTB H Zainul Islam menjelaskan, karena Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sudah menentukan besaran utang daerah, maka pemprov akan berupaya melaksanakan kewajiban pembayaran utang pada tahun ini. “Itu kita upayakan dianggarkan di APBD Perubahan,” terangnya saat ditemui di Kantor Gubernur NTB, kemarin (1/7).

Proyek percepatan jalan yang belum dibayar itu merupakan retensi atau masa pemeliharaan selama enam bulan. Awalnya, total dana proyek percepatan pembangunan infrastruktur jalan Rp 77 miliar. Pemprov pun telah membayar sebagiannya yakni Rp 40 miliar lebih.

Tetapi saat kemampuan anggaran tidak memungkinkan, kemudian pembayaran dialihkan ke tahun ini. Bila tidak dibayar segera, maka akan jadi masalah dikemudian hari. Bahkan pemerintah bisa digugat pihak ketiga (rekanan).

Menanggapi hal itu, Zainul menegaskan, pemprov tidak akan lari dari tanggung jawab dan tetap mengupayakan untuk segera membayar. Paling telat bila tidak masuk di APBD Perubahan, maka ditetapkan di APBD Murni 2020. Komunikasi kepada rekanan mengenai hal ini sudah dilakukan sejak 2018.

“Kami bilang belum bisa membayar karena kemampuan keuangan dan dari rekanan gak ada protes karena kami sudah sampaikan sebelumnya jadi mereka maklumi,” ujar Sekretaris TAPD itu.

Kepala Bappeda NTB Wedha Magma Ardhi berharap di tengah minimnya anggaran pemprov, pembayaran sisa dana retensi atau masa pemeliharaan proyek percepatan jalan 2018 bisa tuntas tahun ini. Agar tidak menjadi beban pada APBD 2020.

“Kami usahakan untuk dianggarkan tahun ini, mudah-mudahan ya,” tandasnya. (yun/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Tagih Piutang Rp 3 Miliar PT GNE Libatkan Kejaksaan

Sekitar Rp 3 miliar uang PT Gerbang NTB Emas (GNE) tercatat sebagai piutang. Sejumlah perusahaan masih berhutang pada perusahaan daerah milik Pemprov NTB ini. “Makanya kita akan menggunakan JPN (jaksa pengacara negara) untuk menagih,” kata Direktur PT GNE Samsul Hadi, Jumat (18/9).

VIDEO : Buron ke Kalimantan, Pulang, Saen Diringkus di Lingsar

Pelarian anggota komplotan pencurian dengan pemberatan berinisial SR alias Saen, berakhir. Pria 31 tahun, asal Dusun Bagek Nunggal, Desa Peteluan Indah, Lingsar, Lombok Barat, itu dibekuk setelah setahun buron. ”Pelaku pulang karena rindu keluarga,” kata Kapolsek Lingsar AKP Dewi Komalasari, Sabtu (19/9).

WCD, Warga Lobar Bebaskan Pantai Cemara dari Sampah

Ribuan orang di Lombok Barat (Lobar) memperingati World Cleanup Day (WCD), akhir pekan kemarin. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Cemara. ”Semuanya terlibat. OPD, kecamatan, desa, bahkan masyarakat juga ramai ikut,” kata Bupati Lobar H Fauzan Khalid, Sabtu (19/9).

Bawaslu Dorong Pendaftaran Sengketa Online

Penetapan pasangan calon Pilkada 2020 akan dilakukan pada lusa mendatang (23/9) di Kantor KPU masing-masing daerah. Bawaslu kini mulai mempersiapkan diri menghadapi sengketa pencalonan. Sebab diperkirakan, bapaslon yang dinyatakan tidak memenuhi syarat akan membawa kekecewaannya ke Bawaslu.

Ada Apa dengan Pulau-pulau Kecil?

SAYA diundang oleh Ketua LPPM Unram, Dr. Muhammad Ali dalam diskusi untuk merevisi Rencana Induk Penelitian Universitas Mataram lima tahun ke depan. Salah satu bagian yang cukup alot diskusinya adalah ketika mendiskusikan fokus penelitian di Unram. Mengapa harus ada fokus?

Penyuntikan Vaksin Korona Untuk Warga Dimulai Januari 2021

Pemerintah telah bekerja sama dengan Uni Emirat Arab dan mendapatkan vaksin untuk Covid-19 sebanyak 20 juta dosis. Rencananya, vaksin mulai didistribusikan pada Desember.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Film MOHAN, Ini Dia Official Teasernya

Rumah Produksi Warna tengah merampungkan pembuatan film MOHAN. Film bergenre drama remaja tersebut tengah memasuki fase shooting. Namun demikian sebagai bocoran Warna telah meluncurkan cuplikan Official Teaser nya.

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.
Enable Notifications    Ok No thanks