alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Inaq Kalsum Laporkan Balik Anak Kandung ke Polisi

MATARAM-Inaq Kalsum, 60 tahun menjadi sorotan publik. Itu setelah dirinya dipolisikan anak kandungnya, Mahsun, 40 tahun hanya gara-gara sepeda motor.

Kesabaran perempuan paro baya  asal Ranggagata, Lombok Tengah (Loteng) itu habis. Dia melaporkan balik anaknya ke Polda NTB, Rabu (1/7). ”Kita laporkan Mahsun atas penggelapan harta warisan,” kata L Anton Hariawan selaku penasihat hukum Ibu Kalsum, usai melapor ke Polda NTB.

Tak hanya itu, Mahsun juga dilaporkan terkait dugaan tindak pidana penyebar berita bohong. Mahsun melaporkan ibunya telah melakukan penggelapan dan pencurian sepeda motor. ”Padahal klien saya ini tidak bisa mengendarai sepeda motor. Unsur menggelapkan itu ketika sepeda motor itu sudah berpindah tangan. Ini sepeda motor hanya dipinjam,” jelasnya.

”Jadi ada dua laporan yang kita masukkan ke Polda NTB. Kasus penggelapan ke Ditreskrimum dan kasus penyebar berita bohong ke Ditreskrimsus Polda NTB,” kata Anton.

BACA JUGA : Sebelum Dilaporkan ke Polisi, Inaq Kalsum Mengaku Kerap Disakiti Anak dan Menantu

Ditolak Polres Loteng, Mahsun Ingin Laporkan Ibu Kandung ke Polda NTB

Anak Pidanakan Ibu Kandung, Polres Loteng : Laporan Kami Tolak!

Anton menjelaskan, terkait dengan dugaan penggelapan harta warisan tanah berawal dari meninggalnya pewaris bernama Mudahan, tahun 2017. Selanjutnya, Mahsun yang menjadi anak semata wayang menjual harta warisan berupa lahan seluas 40 are. ”Lahan itu dijual dengan harga Rp 240 juta,” bebernya.

Tetapi, Ibu Kalsum hanya mendapatkan uang Rp 15 juta. Seharusnya, berdasarkan pembagian harta warisan Kalsum harus menerima setengah dari harga penjualan harta warisan tersebut. ”Tidak sebandinglah kalau hanya memberikan Rp 15 juta,” keluhnya.

Uang hasil pembagian harta warisan tersebut tidak sepenuhnya dihabiskan Kalsum. Melainkan, dia membeli sepeda motor bekas seharga Rp 11 juta. ”Motor itu bukan dipakai untuk dirinya sendiri.  Karena, Ibu Kalsum tidak bisa mengendarai sepeda motor,” ujarnya.

Tujuannya membeli sepeda motor itu untuk diberikan kepada cucunya, atau anak dari Mahsun. Motor itu pun sering digunakan oleh cucunya. ”Yang menggunakannya pun adalah anaknya,” jelasnya.

Hanya karena sepeda motor tersebut dipinjamkan ke orang lain, sehingga Mahsun melaporkan ibunya ke polisi. ”Pelaporannya atas dugaan penggelapan,” bebernya.

Saat ini, pihaknya masih menunggu pihak kepolisian untuk menyelidiki berkas pelaporannya. ”Kita masih menunggu panggilan untuk pemeriksaan selanjutnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Ibu Kalsum mengaku sering mendapatkan tindakan kekerasan dari anak dan menantunya.  Sehingga sempat aksi kekerasan yang pernah dilakukan Mahsun didamaikan oleh kepala dusun (Kadus). Mahsun pun sudah menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya lagi. ”Nane jak wah lelah (Sekarang saya sudah lelah mendapatkan perlakuan tersebut),” ujarnya.

Mahsun sudah tiga kali menikah. Di istri pertama dan kedua masing-masing mendapatkan satu anak. ”Lek seninen ketelu ni taok ne sak noak lalok (Semenjak bersama istri ketiga ini dia kurang ajar),” keluhnya.

Kalsum berharap jika proses hokum yang bakal dijalani anaknya bias membuat Mahsun sadar.

Terpisah, Dirreskrimum Polda NTB Hari Brata mengatakan, laporan tersebut harus dipelajari terlebih dahulu. Melihat asal-usul permasalahannya. ”Hukum itu tidak selalu dipandang kaku. Kita harus dudukkan bersama. Tidak bisa kita langsung menggunakan delik untuk menangani kasus seperti ini,” kata Hari.

Pihak kepolsian nantinya akan mengedepankan mediasi untuk menyelesaikan persoalan itu. “Kita lebih utamakan restoratif  justice,” pungkasnya. (arl/r2)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks