alexametrics
Sabtu, 8 Agustus 2020
Sabtu, 8 Agustus 2020

Sengketa Lahan KEK Mandalika, Polda NTB Kedepankan Upaya Persuasif

MATARAM-Polda NTB berkomitmen menyelesaikan persoalan lahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. ”Saya baru 49 hari disini. Saya Pak Danrem, Gubernur, dan semua stakeholder yang ada sudah melakukan konsolidasi,” kata Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal, Rabu (1/7).

Ada isu yang akan dibahas dengan segera. Guna mendukung kebijakan pemerintah. ”Terutama, mendukung iklim investasi serta pengembangan ekonomi di daerah-daerah wisata,” jelasnya.

InsyaAllah pasti ada jawaban,” ujarnya.

Persoalan sengketa lahan masih dalam proses. Mereka akan melakukan identifikasi dan verifikasi. ”Kami sedang bekerja. Masih dalam proses,” jelasnya.

Disamping menjalankan proses identifikasi dan verifikasi juga berjalan melakukan komunikasi yang intens. Terutama dengan masyarakat yang berada di lahan tersebut. ”Kita mengedepankan persusasif humanis dari hati ke hati,” bebernya.

Iqbal menginginkan penyelesaian persoalan lahan di KEK Mandalika harus diselesaikan. Tentu penyelesaiannya harus dengan cara yang baik. ”Jangan sampai gaduh,” ujarnya.

Jenderal bintang dua yakin persoalan itu bisa selesai. Selama kita berikhtiar bersama dan memiliki visi dan misi yang sama persoalan itu pasti bisa diselesaikan. ”Ini kan niat baik kita semua. Tidak ada kepentingan apapun dalam persoalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, terkait pembayaran tanah enclave yang belum dibayar, tim akan melihat melalui legalitas yang dimiliki masyarakat.  ”Legal standing menjadi kekuatan,” jelasnya.

”Tetapi tidak kalah pentingnya ada aspek legalisasi dari aspek sosiologi hukum,” ungkapnya.

”Itu yang kami lakukan bersama-sama. Sekarang, tim inti sudah bergerak,” ujarnya.

Anggota Komisi II DPR RI,  H Syamsul Luthfi mengapresiasi upaya Kapolda NTB Irjen Pol Muhammad Iqbal menyelesaikan persoalan lahan di KEK Mandalika dengan mengedepankan persuasif. ”Memang harus seperti itu cara menyelesaikannya,” kata Luthfi.

Pihaknya sudah melakukan reses ke wilayah Mandalika. Dia mendengar apresiasi masyarakat di wilayah tersebut. ”Masyarakat disana sudah memegang alas hak yang kuat. Seperti, Pipil Garuda tahun 1958, lontar tahun 1946, dan sporadik tahun 1970,” terangnya.

Mereka mendapatkan alas hak itu sebelum HPL dikeluarkan pihak PT ITDC. Untuk bisa membuktikan itu asli atau palsu bisa melalui pengujian forensik. ”Silakan diuji saja keasliannya. Jangan malah mengklaim HPL (hak pengelolaan lahan) di atas lahan warga,” jelasnya.

Aturannya, HPL bisa diterbitkan setelah lahan warga dibebaskan. ”Ini lahan belum dibayarkan ke warga sudah diterbitkan HPL. Logika hukumnya, kan belum ada peralihan hak dari masyarakat ke perusahaan,” keluhnya.

Dia sudah mendengar aspirasi masyarakat. Mereka sudah setuju tanahnya dibayar dengan harga yang sudah ditetapkan tim appraisal. ”Kalau tidak salah tim appraisal menetapkan harga Rp 95 juta,” ungkapnya.

Sekarang tinggal melakukan pendekatan ke masyarakat. Agar, persoalan lahan segera selesai. ”Mudahan persoalan itu segera selesai agar pembangunan berjalan lancar,” harapnya. (arl/r2)

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Warga Kompak, Desa Kebon Ayu Gerung Pertahankan Zona Bebas Korona

Desa Kebon Ayu menjadi salah satu peserta lomba kampung sehat mewakili Kecamatan Gerung Lombok Barat bersama dua desa lainnya. Desa ini menjadi salah satu desa yang bebas dari wabah virus Covid-19. Apa rahasianya?

Di Kota Bima, Penilaian Kampung Sehat Dimulai dari Kecamatan Raba

LOMBA Kampung Sehat Nurut Tatanan Baru Polda NTB mulai memasuki babak penilaian di Kota Bima. Penilaian dilaksanakan di Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pilbup Sumbawa Barat, Petahana Berpeluang Lawan Kotak Kosong

Partai NasDem memutuskan mengusung HW Musyafirin-Fud Syaifudin di Kabuapten Sumbawa Barat (KSB). “Ke petahana,” kata Sekretaris Wilayah DPW Partai NasDem NTB Multazam, Jumat  (7/8).

Kenaikan Konsumsi dan Ulah Spekulan Sebabkan Elpiji Langka di Mataram

”Beberapa lokasi di sekitar Mataram yang mengeluh kelangkaan elpiji, bisa jadi disebabkan permintaan dan kebutuhan masyarakat setempat meningkat signifikan,” kata Section Head Communication Pertamina MOR V Ahad Rahedi

Pemerataan Mutu Pendidikan, SMA di NTB Rintis Program Sister School

”Jangan sekolah itu merasa maju sendiri, tetapi harus bisa berbagi dan memiliki imbas kepada sekolah lain,” jelas Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Dikbud NTB H Muhammad Fauzan pada Lombok Post

Efek BDR Dikeluhkan Wali Murid, Disdik Kota Mataram Janji Cari Solusi

”Dana bos itu tidak mungkin akan cukup membelikan keperluan kuota internet anak-anak. Kasian nanti sekolahnya tidak bisa bayar listrik, air hingga guru honor,” kata Kepala Disdik Kota Mataram H Lalu Fatwir Uzali

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

VIDEO : Otopsi Kunci Pengungkapan dugaan Pembunuhan LNS

Polresta Mataram berupaya memecahkan misteri penyebab kematian gadis berinisial LNS. Kuburan perempua yang ditemukan tergantung di salah satu perumahan di Jampung, Mataram ini diotopsi, Senin (3/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks