alexametrics
Rabu, 30 September 2020
Rabu, 30 September 2020

Masih Waswas, Mahasiswa UIN Berharap Pelaku Penyerangan Kampus Ditangkap

MATARAM-Pascapenyerangan kampus UIN Mataram, aktivitas belajar mengajar kembali normal. Tapi mahasiswa masih dihantui rasa cemas. ”Kami resah kampus dirusak, kami juga risau (kemungkinan) penyerangan selanjutnya akan terjadi,” kata Fahri Rahman, mahasiswa Perbankan Syariah, UIN Mataram, kemarin (2/3).

 Minggu (1/3) dini hari, sekelompok orang tidak dikenal menyerang kampus UIN Mataram di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Jempong Baru. Aksi itu membuat kaca gedung dan sejumlah fasilitas rusak. Kerugian ditaksir Rp 1 miliar.

 Aksi itu membuat mahasiswa kini merasa tidak aman. ”Efek sampingnya nanti mungkin ada penyerangan-penyerangan terhadap mahasiswa, itu yang kami takutkan,” katanya.

                Mahasiswa berharap polisi segera menangkap para pelaku perusakan. Sehingga memberikan rasa aman bagi mereka. ”Kami tidak menyalahkan siapa-siapa tapi tentu ada oknum yang ingin merusak citra kampus ini,” katanya.

                Pantauan Lombok Post, proses belajar mengajar di UIN berjalan normal. Perusakan fasilitas kampus tidak membuat belajar mengajar terhenti. Sejak pagi kampus sudah ramai.

                Rina Wardaniati, mahasiswi PGMI Fakultas Trbiyah sangat menyesalkan aksi perusakan itu. ”Saya kecewa karena gedung baru ini baru sebulan kami pakai, tapi kemudian ada penyerangan,” katanya.

                Rasa takut, katanya pasti ada, sebab penyerangan masih mungkin terjadi. Hal itu membuat mereka cemas. ”Orang tua para mahasiswa juga khawatir dengan anak-anaknya di sini,” katanya.

                Rina berharap, oknum pelaku penyerang segera diketahui dan dihukum sesuai aturan yang berlaku.

                Sudiraman, mahasiswa lainnya berharap pihak kampus segera menyelesaikan persoalan itu. ”Jangan sampai masalah ini berlarut-larut yang berimbas kepada kita mahasiswa,” katanya.

                Mahasiswa ingin fokus kuliah, dia tidak ingin permasalahan manajemen kampus dengan warga justru mengorbankan mahasiswa. ”Kami ingin fokus belajar,” katanya.

                Sementara itu, Dr Yek Amin Azis, salah seorang dosen UIN Mataram juga menyesalkan kejadian itu. Baginya, peristiwa itu sekaligus menjadi refleksi bagi pihak kampus agar kejadian itu tidak terulang. ”Apakah kita yang gagal mengajar umat atau apa yang terjadi?” katanya.

                Bangunan UIN Mataram yang baru dibangun saat ini merupakan aset negara yang harus disyukuri warga. Sebab UIN Mataram menjadi percontohan bagi pembangunan UIN di wilayah Indonesia bagian timur. ”Hal semacam ini (perusakan) belum mampu dijaga masyarakat kita di sekitar sini,” katanya.

                Meski beberapa fasilitas kampus rusak, dia menjamin proses belajar mengajar tetap berjalan normal. ”Proses pendidikan dan bimbingan akan berjalan sedemikain rupa,” kata Kepala UPT Pengembangan Bahasa UIN Mataram itu.

                Sebelumnya, Kabag Ops Polresta Mataram Kompol M Taufik meminta warga yang melakukan penyerangan menyerahkan diri. ”Kirinya ini adalah perbuatannya silakan serahkan diri ke kepolisian!” imbuhnya.

Taufik memastikan, aparat kepolisian sudah melihat wajah-wajah pelaku di rekaman CCTV kampus. Sehingga lebih baik mereka menyerahkan diri.

Kasus penyerangan pada Minggu dini hari itu masih ditangani Polresta Mataram. Meski dipicu miskomunikasi warga dengan manajemen kampus, dia memastikan polisi akan memprosesnya. Sebab ada perusakan aset negara dalam kejadian itu. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

World Tourism Day, Pembangunan Harmoni Manusia dan Alam

PERUBAHAN arah pembangunan menuju pembangunan berkelanjutan saat ini menjadi tema utama dan agenda universal, termasuk dalam pembangunan disektor kepariwisataan. Pembangunan berkelanjutan yang dimaksud yakni menyeimbangkan dan mengintegrasikan antara pertumbuhan ekonomi, sosial dan lingkungan untuk kelangsungan hidup manusia dan bumi (Resolusi Majlis Umum PBB, 2015).

PLN Diskon 75 Persen Tambah Daya Hingga 3 Oktober

PLN NTB terus mendukung upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. Khususnya bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan juga Industri Kecil Menengah. Salah satunya dengan memberikan keringanan Biaya Penyambungan Tambah Daya untuk memberdayakan dan menumbuhkan kegiatan perekonomian UMKM/IKM.

Zona Hijau Korona di NTB Kian Berat

”Indikatornya lebih tajam lagi. Kemarin, yang dihitung hanya pasien positif (Covid-19) saja. Sekarang probable juga dihitung,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantor gubernur NTB, kemarin (28/9).

Masih Banyak Masyarakat Yakin Tak Tertular Korona

KESADARAN dan pemahaman masyarakat pada bahaya Covid-19 masih rendah. Hal itu tercermin dari survei Perilaku Masyarakat di Masa Pandemi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS).

Omnibus Law Disahkan, Buruh Ancam Mogok Nasional

Pembahasan RUU Cipta Kerja atau Omnibus Law di DPR yang sudah rampung menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pekerja. Sebab, pekerja akan paling terdampak dengan pasal-pasalnya. Salah satunya soal pemberian pesangon.

Optimisme Najmul – Suardi di Tengah Pandemi

Bencana gempa bumi 2018 dan pandemi Covid-19 membawa ujian berat bagi pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Tetapi semangat tidak boleh padam, masa-masa pandemi harus dilalui dengan penuh keteguhan dan ikhtiar yang kokoh.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks