alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

FITRA Nilai Dukungan Anggaran Penanganan Korona di NTB Belum Optimal

MATARAM-Pemerintah daerah (Pemda) di NTB punya potensi anggaran cukup besar untuk penanganan Covid-19. Syaratnya, semua pemda harus berkolaborasi. ”Potensi anggaran yang bisa direalokasi sebesar Rp 1,8 triliun,” sebut Koordinator Divisi Riset Forum Indonesia untuk Transparansi (Fitra) NTB Jumi Jumaidi, kemarin (2/4).

Anggaran itu, kata Jumaidi, bisa diambil dari akumulasi dana alokasi khusus (DAK) fisik, DBHCHT, dana insentif daerah (DID) dan belanja tidak terduga (BTT)  pemda se-NTB. ”Tentu dilakukan sesuai arahan dan kebijakan pemerintah pusat,” katanya.

Fitra NTB mencatat, Pemprov NTB punya potensi anggaran Rp 393,9 miliar, Kabupaten Lombok Barat Rp 176,3 miliar, Kabupaten Lombok Tengah Rp 209,7 miliar, Kabupaten Lombok Timur Rp 202, 6 miliar, Kabupaten Lombok Utara Rp 135,3 miliar, dan Kota Mataram Rp 182,2 miliar.

Kemudian Kabupaten Sumbawa Rp 130,2 miliar, Kabupaten Sumbawa Barat Rp 103,9 miliar, Kabupaten Dompu Rp 82,6 miliar, Kabupaten Bima Rp 174,9 miliar,  dan Kota Bima Rp 99,5 miliar. ”Anggaran ini akumulasi DAK fisik, DBHCHT, DID, dan BTT masing-masing pemda,” jelasnya.

                Bila semua disatukan, akan terkumpul dana cukup besar untuk penanganan bencana Covid-19. ”Dengan begitu penanganan bisa lebih maksimal,” harapnya.

Fitra NTB menilai, pengalihan anggaran untuk penanganan pandemi Korona di NTB belum maksimal. Pemprov hanya mengalihkan belanja Rp 20 miliar. ”Masih terlampau kecil dibanding beban yang ada,” katanya.

Situasi saat ini, kata Jumaidi,  sudah darurat. ”Kita tidak ada waktu lagi untuk berleha-leha,” ujarnya.

Sekjen Fitra NTB Ramli Ernanda menambahkan, pemprov harus berkolaborasi dengan kabupaten/kota. ”Rumuskan langkah-langkah strategis dan menghitung kebutuhan penanganan, termasuk antisipasi dampak sosial ekonominya,” sarannya.

Kekompakan pemda akan mempermudah pencegahan dan penanganan Covid-19. ”Kami berharap pemerintah lebih cepat mengambil langkah sehingga kasus ini segera tertangani,” kata Ramli.

Sebelumnya, Asisten III Setda NTB H Lalu Syafi’i menyebutkan, dana yang sudah direalokasi untuk penanganan Covid-19 Rp 20 miliar. Dana tersebut diambil dari belanja-belanja yang tertunda akibat bencana non alam Covid-19. ”Ada Rp 4 miliar dari belanja tidak terduga dan Rp 16 miliar dari belanja lain-lain,” terangnya. (ili/r5)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Peredaran Gelap Tramadol di Gomong Mataram, Lima Orang Ditangkap

Tim Satnarkoba Polresta Mataram menggerebek rumah pengedar obat-obatan daftar G di Gomong, Mataram, Rabu (5/8). Sebanyak lima orang ditangkap. ”Dua pembeli, satu perempuan sebagai  penyedia, dan dua penjual,” kata Kasatnarkoba Polresta Mataram AKP Elyas Ericson usai penggerebekan.

Masuk Destinasi Wisata Terpopuler Asia 2020, Lombok Siap Mendunia

”Kalau masuk di ranking dunia artinya kita adalah destinasi yang memang layak untuk dikunjungi,” kata Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) NTB Awanadi Aswinabawa, Rabu (5/8/2020).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks