alexametrics
Kamis, 6 Agustus 2020
Kamis, 6 Agustus 2020

Tak Punya Alat Tes Korona, RSUD NTB Mau Pinjam Mesin PCR Milik BPOM

MATARAM-Pemprov NTB menjanjikan paling lambat pekan depan sudah bisa menguji secara mandiri sampel spesimen pasien suspect Covid-19. Mesin PCR dan Reagen memang belum berada di NTB hingga kemarin (3/3).

Namun, Pemprov NTB menyebut mesin real time polymerase chain reaction (RT-PCR) yang dipesan dari Amerika sudah tiba di Jakarta. Sementara bantuan Reagen juga sudah didapatkan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Reagen itu diserahkan ke kantor Penghubung NTB di Jakarta.

”Rencana besok pagi (hari ini) alat dibawa dari Jakarta ke Lombok,” kata Direktur RSUD NTB dr HL Hamzi Fikri, pada Lombok Post, kemarin (2/4).

Alat-alat tersebut memerlukan waktu untuk penginstalan terlebih dahulu di laboratorium RSUD NTB sebelum digunakan. Jika semua berjalan mulus, Hamzi Fikri menargetkan, paling lambat pekan depan, RSUD NTB sudah bisa melakukan uji Covid-19. Disebutkan akan berbarengan dengan pengujian serupa yang sudah dimulai di Rumah Sakit Unram.

”Kita pastikan semua siap agar bisa periksa bersamaan dengan Unram,” jelasnya.

Andai pun mesin RT-PCR yang dipesan dari Amerika tersebut belum juga sampai di NTB, pihaknya sudah menyiapkan alternatif lain. RSUD NTB akan meminjam mesin RT-PCR milik Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Mataram. ”Kita bisa maksimalkan alat ini sebelum alat yang dipesan datang,” katanya.

Kemarin, Hamzi sudah mengunjungi laboratorium BBPOM Mataram. Teknis pemindahan alat tersebut sudah dalam proses. ”Kita tempuh semua jalur agar bisa periksa mandiri di NTB,” katanya.

Pihak BBPOM pun sudah meninjau fasilitas laboratorium biomedik milik RSUD NTB. Mereka terlebih dahulu akan menyampaikan hasil kajiannya ke kepala Badan POM di Jakarta. ”Pemindahan menunggu ACC kepala Badan POM berdasarkan hasil kajian yang dikirim,” terang Plt. Kepala BBPOM di Mataram Menik Sri Witarti.

Proses pemindahan alat RT-PCR dilakukan teknisi BBPOM dengan pengawasan bersama. Dia berharap semuanya lancar sehingga penanganan pandemi Covid-19 bisa lebih mudah.

 

Jumlah  ODP dan PDP Korona di NTB Meningkat Drastis

Sementara itu, hingga kemarin, pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 terus bertambah. Total, lima orang PDP telah meninggal. Bertambah satu dari sebelumnya.

”PDP inisial Bu EN, 77 tahun asal Rembiga meninggal 8 Maret lalu. Dipastikan negatif Covid,” kata Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) NTB I Gede Putu Aryadi, kemarin (2/4).

Gede menjelaskan, hasil uji laboratorium menyatakan dia negatif Covid. EN juga tidak punya riwayat perjalanan ke luar daerah. Kasusnya hampir sama dengan PDP asal Karang Medain. ”Meninggal karena penyakit lain,” katanya.

Hasil uji lab sudah lama keluar, hanya saja selama ini belum dimasukkan dalam data PDP meninggal. Sehingga total ada lima PDP meninggal, termasuk pasien J, asal Dasan Agung yang positif Korona.

Hingga kemarin, jumlah PDP dan ODP membengkak menjadi 1.869 orang. PDP sebanyak 66 orang, 39 orang masih diruang isolasi rumah sakit. ODP melonjak signifikan yakni 1.803 orang, sebanyak 1.357 orang masih dipantau.

Meningkatkan jumlah ODP disebabkan banyak warga NTB pulang kampung. Semua yang datang dari daerah terdampak Covid-19 masuk daftar ODP. Mereka menjalani karantina selama 14 hari.(ili/r6/r2)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Novi dan Dinasti Politik Zulkieflimansyah di Sumbawa

Dewi Noviany membantah keluarganya tengah membangun dinasti politik di NTB. Adik kandung  Gubernur NTB H Zulkieflimansyah itu mengklaim proses pencalonannya telah melalui mekanisme penjaringan parpol yang adil.

Partai Berkarya Terbelah, SK Dukungan di NTB Terancam Sia-sia

Goncangan politik hebat terjadi di tengah perburuan Surat Keputusan (SK) partai oleh para Bakal Calon Kepala Daerah (Bacakada). Goncangan itu muncul dari Partai Berkarya. Partai Berkarya versi Muhdi Pr ternyata yang direstui Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).

Gak Pakai Masker, PNS Bakal Didenda Rp 200 Ribu

Aturan wajib menggunakan masker diberlakukan di Kota Bima. Pemerintah Kota (Pemkot) Bima menegaskan sanksi bagi pelanggar akan mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Provinsi (Pemrov) NTB.

Tiga Dokter dan Delapan Perawat RSUD Dompu Diisolasi

Sebanyak 11 orang Tenaga Kesehatan (Nakes) RSUD Dompu yang sempat kontak dengan HM, pasien positif Covid-19 meninggal dunia menjalani isolasi. Masing-masing tiga dokter dan delapan perawat.

Lamaran Ditolak, Dosen di Bima Tikam Pacar Hingga Tewas

Naas menimpa  Intan Mulyati, 25 tahun warga Kelurahan Kumbe, Kecamatan Rasanae Timur, Kota Bima. Dia merenggang nyawa ditangan pacarnya sendiri Arif Satriadi, 31 tahun, yang merupakan seorang dosen di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima, Rabu (5/8).

Kasus Pengadaan ABBM Poltekes Mataram Segera Naik Penyidikan

Penyelidikan dugaan korupsi pengadaan alat bantu belajar mengajar (ABBM) Poltekkes Mataram tahun 2016 segera rampung. “Progres cukup bagus. Sebentar lagi naik penyidikan,” kata Kasubdit III Ditreskrimsus Polda NTB Kompol Haris Dinzah, Rabu (5/8).

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Gawat, 300 Mata Air di NTB Menghilang

Perusakan lingkungan, khususnya hutan membuat NTB kehilangan hampir 300 mata air. ”Dari 700-an mata air sekarang tersisa 400 sekian titik mata air,” ungkap Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) NTB H Madani Mukarom, Seninn (3/8).

Tabrakan, Pengendara Terbakar di Sindu Cakranegara

Satlantas Polresta Mataram menelusuri penyebab kecelakaan sepeda motor yang terjadi di Jalan Gora, Sindu Cakranegara, Senin malam (3/8). Peristiwa itu menyebabkan pengendara, Gusti Gede Kumbang meninggal dunia dengan kondisi terbakar.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Viral Pengunjung “Disko” Pendakian Savana Propok Rinjani Ditutup

Pengelola bukit Savana Propok, Pokdarwis Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba menindaklanjuti video joget para pendaki yang viral di media sosial. “Untuk mengevaluasi hal tersebut, kami akan menutup bukit mulai 8 Agustus,”  kata Ketua Pokdarwis Bebidas Chandra Susanto pada Lombok Post, kemarin (4/8).
Enable Notifications.    Ok No thanks