alexametrics
Kamis, 13 Agustus 2020
Kamis, 13 Agustus 2020

Tiba dari Pulau Jawa, Ratusan Santri asal NTB Langsung Dikarantina

MATARAM—Kamis (2/4) pagi kemarin, sebanyak 360 orang santri Pondok Pesantren di  Sukorejo, Sitobondo tiba di Lombok. Mereka datang melalui Pelabuhan Lembar, pukul 07.15 Wita. ”Dari Lombok Tengah dan Lombok Timur pertama sebanyak 240 orang,” kata Kepala Pelaksana BPBD NTB H Ahsanul Khalik, kemarin.

Untuk mencegah penyebaran Covid 19, santri yang baru tiba langsung dijemput  Pemda masing-masing, kecuali yang dari Pulau Sumbawa. Mereka ditampung sementara di Wisma Nusantara. ”Di sana dilakukan pengecekan kesehatan,” jelasnya.

Setibanya di pelabuhan, suhu tubuh mereka dicek dan dipisah berdasarkan daerah asal. ”Yang batuk pilek panas, tidak dikasi pulang tapi diisolasi pemkab masing-masing,” jelasnya.

Santri yang masuk orang tanpa gejala (OTG) diserahkan ke orang tua dan diminta isolasi mandiri di rumah.  ”Tapi  tetap dilakukan pemeriksaan petugas kesehatan,” jelasnya.

Kepala Dinas Perhubungan NTB H Lalu Bayu Windia menambahkan, pemeriksaan kesehatan dilakukan KKP Mataram dan Dinas Kesehatan NTB. Mereka yang turun dari kapal diberikan Health Alert Card (HAC). ”Kalau dulu hanya orang asing kita kasi, sekarang semua yang datang dari luar daerah harus punya HAC,” katanya.

Dengan pemeriksaan kesehatan di pelabuhan, mereka kemudian dipisah dalam kelompok orang dalam risiko (ODR) dan ODP. ”Yang ODR dia pulang tetapi dia harus isolasi diri,” ujarnya.

Mereka dibekali kartu isolasi mandiri untuk ditempel di rumahnya. Kartu itu berfungsi sebagai permakluman bagi warga yang lain, bahwa ada orang baru pulang dari luar daerah dan harus isolasi untuk sementara. ”Dipantau aparat desa, Babinsa dan lainnya,” katanya.

Semenatra mereka yang sakit atau suhu tubuhnya tinggi dimasukkan ke dalam ODP. ”Mereka masuk karantina terpusat di masing-masing daerah,” jelasnya.

Seperti 75 orang santri yang datang dari Jepara sebelumnya, 32 orang masuk ODP, sisnya ODR. ”Mereka dibawa ke Asrama Haji NTB,” katanya.

Bayu menyebut, lokasi karantina di tiap kabupaten/kota antara lain, Kota Mataram di Wisma Nusantara.  Kabupaten Lombok Barat di SKB Gunung sari, Kabupaten Lombok Tengah di rumah mutiara dekat bandara.

Kemudian Kabupaten Lombok Timur di rumah susun Labuhan Lombok. KLU menyiapkan RSUD Darurat Tanjung. Kabupaten Bima di RS Sondosia dan Rusunawa Samili, Kecamatan Woha, Kota Bima  di Pantai Lawata dan RS Kota Bima, dan Sumbawa di RS Manambai. ”KSB dan Dompu masih menyiapkan,” katanya.

Perlakuan yang sama diberikan kepada semua orang tanpa terkecuali. Baik penumpang yang lewat bandar udara, darat, dan laut. ”Bukan hanya rombongan TKI, santri, jamaah, pokoknya semua orang,” tandasnya. (ili/yun/r6)

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Belajar Tatap Muka Harus Ada Izin Orang Tua Siswa

TALIWANG- Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) HW. Musyafirin menegaskan belajar tatap muka di sekolah di tengah covid-19 bisa saja digelar. Tetapi syaratnya harus ada izin atau persetujuan orang tua siswa.

Lima Daerah di NTB Alami Kekeringan Parah, Ini Daftarnya

Lima daerah di NTB mengalami kekeringan ekstrem dengan status awas. Yaitu Kabupaten Dompu, Bima, Sumbawa, Sumbawa Barat, dan Lombok Timur. ”Masyarakat  kami imbau mewaspadai dampak dari kekeringan,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat Luhur Tri Uji Prayitno, kemarin (11/8).

Tertular Korona, Satu Anggota DPRD Lombok Timur Diisolasi

SELONG-Salah seorang anggota DPRD Lotim berinisial SM terpapar covid-19. “Ya, ada anggota kami yang dikonfirmasi positif,” kata Wakil Ketua DPRD Lotim H Badran Achsyid membenarkan informasi tersebut saat dihubungi Lombok Post, Selasa (11/8).

Soal Wifi Gratis Dewan Mataram : Pak Sekda Jangan Siap-Siap Saja!

Niat DPRD Kota Mataram untuk memasang wifi gratis di setiap lingkungan segera terealisasi. “Pak Sekda sudah bilang siap. Tapi saya bilang jangan siap-siap saja. Harus segera, karena anak-anak sangat butuh,” terang Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Mataram Nyayu Ernawati.

Lale-Yusuf atau Pathul-Nursiah, Siapa Didukung Golkar di Loteng?

MATARAM-Tampilnya H Yusuf Saleh mendampingi Lale Prayatni atau Lale Sileng membuat dinamika politik di Lombok Tengah (Loteng) semakin dinamis. Tidak hanya untuk peta perebutan kursi Kepala Daerah tetapi untuk arah dukungan partai Golkar.

H Masrun : TGH Saleh Hambali Harus Jadi Pahlawan Nasional

PRAYA-Kiprah dan nama besar ulama NU TGH Saleh Hambali tercatat dalam sejarah. Tokoh ulama karismatik yang berkontribusi nyata dalam membangun pendidikan dan semangat kebangsaan di Lombok, NTB.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Penggali Kubur LNS di Mataram Sakit, Arwah Minta Organ Dikembalikan

Penyidik telah melakukan otopsi terhadap jenazah Linda Novita Sari (LNS) maha siswi unram yang diduga jadi korban pembunuhan. Bagian tubuh LNS diambil dokter forensik untuk proses pemeriksaan.

Berkarya Pecah, Baihaqi-Diyah Terancam

MATARAM-Dualisme kepengurusan di DPP Partai berkarya berimbas ke daerah. terutama bagi Paslon yang sebelumnya menerima SK dukungan dari kepengurusan Berkarya terdahulu. Salah satunya pasangan H Baihaqi-Hj Baiq Diyah Ratu Ganefi (Baru) di Pilwali Mataram.

Ayo, Pekerja NTB Setor Nomor Rekening Dapat Bantuan Rp 600 Per Bulan

Para pekerja yang merupakan karyawan swasta di NTB tak boleh ketinggalan. Bagian Sumber Daya Manusia (HRD) di setiap perusahaan di NTB diingatkan agar proaktif menyetorkan rekening karyawan untuk mendapatkan bantuan Rp 600 ribu per bulan dari pemerintah.
Enable Notifications.    Ok No thanks