alexametrics
Senin, 28 September 2020
Senin, 28 September 2020

Desa Sekotong Tengah Pertahankan Status Zona Hijau Covid 19

Desa Sekotong Tengah terus mempertahankan status zona hijau Covid-19. Langkah sukses ini tak lepas dari upaya pemdes bersama masyarakat dengan dibantu TNI-Polri. Kuncinya, mitigasi dilakukan sedari awal kemunculan covid-19.

—————————————-

 

SABAN tahun, bencana tak pernah absen di Desa Sekotong Tengah. Banjir rob hingga kekeringan sudah jadi langganan tahunan. Akibat itu pula, Desa Sekotong Tengah menyandang status desa rawan bencana.

Kondisi ini membuat pemdes mencari jalan keluar. Membentuk lembaga untuk mengantisipasi bencana. Langkah ini dimulai dari 2016. Yang pertama terbentuk adalah tim siaga bencana berbasis masyarakat (Sibat). Sibat ini berafiliasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI).

Kemudian disusul dengan desa tangguh bencana atau Destana. Yang bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar. Terbentuk pada 2018, Destana beranggotakan 35 orang, yang tersebar di 23 dusun se-Sekotong Tengah.

”Yang terakhir itu ada kampung siaga bencana atau KSB,” kata Kades Sekotong Tengah Lalu Sarappudin.

Setiap tahun, ketiga lembaga mitigasi ini mengambil perannya. Termasuk pada tahun ini. Ketika terjadi pandemi Covid-19. Kerja Sibat, Destana, dan KSB semakin luas lagi. Menjadi satu kesatuan dalam satgas covid di Desa Sekotong Tengah.

Sarappudin mengatakan, pemdes tidak panik menghadapi pandemi Covid-19. Begitu juga dengan masyarakatnya. Percaya dengan upaya pemdes untuk mencegah penyebaran Covid dengan keberadaan Sibat, Destana, dan KSB.

”Kita tidak kaget harus siapkan ini itu karena Covid. Di sini sudah ada pondasinya, tinggal menggerakkan elemen itu,” tutur Sarappudin.

Ketiga lembaga mengambil peran masing-masing di dalam satgas. Misalnya untuk Sibat, mereka bergerak di dapur umum. Destana yang bergerak di bidang evakuasi, turun ke lapangan apabila ada pasien positif covid.

Kemudian, KSB bertindak untuk melakukan pendataan. Terkait dengan warga yang berhak menerima bantuan Covid-19 dari pemerintah. KSB ini pula yang bertugas dalam penyalurannya.

Soal pendataan, upaya pemdes Sekotong Tengah patut diacungi jempol. Sadar bahwa penyebaran Covid-19 sangat berbahaya, mereka secara detail mendata setiap warganya yang baru datang dari luar daerah.

Satgas aktif turun ke setiap dusun. Hebatnya lagi, masyarakat yang baru datang datang dari luar daerah, juga ikut proaktif melaporkan ke aparatur dusun. Setelah itu, mereka secara sukarela melakukan isolasi mandiri di rumah.

Setelah empat bulan pandemi, tidak ada kasus positif covid di Desa Sekotong Tengah. Nihil kasus juga untuk yang meninggal dunia.

Kemudian, satgas sudah menyelesaikan pemantauan untuk warga berstatus ODP sebanyak 75 orang dan OTG 64 orang. ”Yang tersisa untuk ODP sampai Juli itu ada enam orang,” tuturnya.

Warga yang melakukan isolasi mandiri, tidak diabaikan. Satgas turun untuk membagikan sembako kepada mereka.

Terhadap warga dengan status ODP, ada tiga unsur yang terlibat. Dari sisi kesehatan, ada petugas puskesmas yang rutin mengecek kondisi warga. Satgas untuk pengadaan sembako. Serta TNI Polri untuk memberi pemahaman kepada warga di sekitar ODP.

”Kesadaran warga juga cukup tinggi. Mereka aktif melapor. Itu makanya kita sampai sekarang tidak ada kasus positif covid,” kata Kades.

Sekdes Sekotong Tengah Muhammad Rasid mengatakan, Satgas Covid di desa terbentuk pada April. Gabungan dari tiga lembaga mitigasi bencana yang sudah lebih dulu dibentuk. ”Setelah itu, kita gencar lakukan pendataan sama sosialisasi. Turun terus setiap hari,” kata Rasid.

Pandemi Covid sama sekali tidak dianggap remeh. Pemdes bersama masyarakat, Polri, dan TNI, bahu membahu agar tidak ada kasus positif di desa. Saling menjaga dan mengingatkan. Terutama soal protokol pencegahan covid.

Rasid mengatakan, protokol Covid tetap mengikuti regulasi dari pemerintah pusat. Pemdes kemudian membreakdownya. Menyesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Upaya Pemdes Sekotong Tengah, terkait dengan protokol kesehatan, terlihat di Pasar Sekotong. Seperti menyediakan tempat cuci tangan beserta sabun dan rutin melakukan sosialiasi terkait penggunaan masker.

”Termasuk di acara pernikahan. Tidak boleh salaman dan wajib pakai masker,” ujarnya.

Di samping itu, ada juga awiq-awiq gubuk di setiap dusun. Kata Rasid, sosialiasi pencegahan Covid mengandalkan empat media. Seperti radio komunitas, website desa, kelompok infomasi masyarakat (KIM) berbasis online, media sosial dan aplikasi chat seperti WhatsApp.

”Termasuk penempelan banner di ruang-ruang publik,” tandas Rasid. (dit/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Akhir September, Tren Konsumsi BBM dan LPG di NTB Meningkat

”Jumlah ini meningkat dibandingkan Bulan Mei 2020, ketika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dilaksanakan di berbagai daerah,” kata Unit Manager Communication, Relations, & CSR MOR V Jatimbalinus Rustam Aji, Jumat (25/9/2020) lalu.

LEM Hadirkan Baby Crab dan Gelar Plants Exhibition

Kami terus menghadirkan apa pun yang menjadi kebutuhan dan keinginan konsumen. Terpenting bisa menghibur mereka selama masa pandemi ini,” imbuh Eva.

Soal Kuota Gratis, Sekolah di Mataram Masih Validasi Data

”Verval ini kita lakukan  secara bertahap juga, setiap hari ada saja yang divalidasi,” jelas Suherman.

Simulasi Pembukaan Sekolah di NTB, Kerumunan Siswa Masih Terjadi

”Kalau di dalam lingkungan sekolah, semuanya tertib, tetapi pada saat pulang, masih ada kita temukan (kerumunan) meski tidak terlalu banyak ya,” ujarnya.

15 Ribu Suara Partai Non Parlemen Siap Dukung MUDA

"Kami berterima kasih atas dukungan tiga partai ini kepada kami," ujar HL Makmur Said memberikan apresiasi.

Bale Honda, Permudah Konsumen Servis dari Kantor

”Harapannya melalui aktivitas ini mampu meningkatkan kepedulian masyarakat agar tetap memperhatikan keamanan dan kenyamanan dari kendaraan pribadinya,” ujar Technical Service Sub Dept Head Astra Motor NTB Anton Prihatno.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.

Bantuan Presiden, Pedagang Kaki Lima Bakal Diberi Rp 2,4 Juta

Kucuran bantuan pemerintah dalam rangka stimulus ekonomi di tengah pandemi Covid-19 semakin beragam. Kemarin (19/8) sore di halaman tengah Istana Merdeka bersama sejumlah pedagang kecil, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan Bantuan Presiden (Banpres) Produktif.
Enable Notifications    Ok No thanks