alexametrics
Sabtu, 19 September 2020
Sabtu, 19 September 2020

Pedagang Harus Atur Jarak 1,5 Meter, Pengunjung Dilarang Berkerumun

Polres Lombok Utara mengerahkan personel di setiap Polsek untuk menegakkan protokol kesehatan di setiap pasar. Antara lain dengan memastikan setiap pedagang menjaga jarak lapak 1,5 meter. Pengunjung pun dijaga ketat agar tidak berkerumun.

—————————

 

SEPERTI yang dilakukan di oleh Polsek Pemenang, Lombok Utara.  “Sasaran penting kami adalah bagaimana menyadarkan  masyarakat tentang bahaya Covid di tempat ramai seperti pasar dan tempat wisata,” kata Kapolsek Pemenang Iptu Lalu Iskandar Zulkarnaen pada Lombok Post.

Di Pasar, pihaknya rutin melakukan penertiban sekaligus mengimbau protokol kesehatan. Menggunakan masker, mencuci tangan, dan wajib menjaga jarak. Seperti di pasar utama kecamatan tersebut, Polsek Pemenang melakukan pengaturan sesuai protokol kesehatan.

“Antar pedagang minimal 1,5 meter. Ruang untuk pembeli pun kami atur. Jadi mereka tidak berdesakan,” jelas dia.

Kata Iskandar, anggota Polsek Pemenang pun selalu standby melakukan pengawasan. Mereka akan memberikan imbauan langsung ketika ada warga yang tidak mematuhi protokol. Hal ini dilakukan hingga kegiatan pasar berakhir.

“Makanya  Alhamdulillah Pemenang dari zona oranye sekarang menjadi hijau,” aku dia.

Selain pasar, penjagaan ketat juga dilakukan di destinasi pariwisata. Salah satu destinasi yang kini tengah ramai dikunjungi ada di Desa Malaka. Di desa tersebut terdapat 10 titik pantai yang cukup diminati pengunjung lokal. Di antaranya pantai Padanan, Malimbu, hingga Nipah.

Polsek Pemenang menurunkan anggotanya untuk melakukan patroli sekaligus sosialisasi imbauan protokol kesehatan di kawasan tersebut. Terutama di malam hari, sebab ada banyak warga khususnya anak muda nongkrong di sana. Jika ada yang ketahuan tidak memakai masker, pihaknya masih melakukan langkah persuasif.

“Dipulangkan hingga disanksi push up belum kita lakukan,” aku dia.

Ketatnya penjagaan di kawasan tersebut, kata Iskandar, dilakukan mengingat masih ada warga kendor penerapan protokol kesehatan. Kedisiplinan warga melawan Covid ini masih menjadi PR yang harus ditingkatkan.

“Masih ada yang begitu tidak ada petugas dibuka maskernya. Jadi kayak main kucing-kucingan,” ujar dia.

Persoalan Covid ini, Iskandar menegaskan tidak bisa dijadikan bahan candaan. Virus ini tidak terlihat dan sulit mengetahui penularannya tanpa melalui tes. Sebab itu penting melindungi diri dan orang lain dengan menggunakan masker.

Iskandar melanjutkan, adanya program Kampung Sehat Nurut Tatatan Baru dari Polda NTB ini semakin memberi dampak positif dalam penanganan Covid. Sebab, seluruh elemen masyarakat bersatu untuk memerangi Covid secara lebih rinci.

“Hal-hal yang awalnya tidak diketahui akhirnya bisa terungkap dan diselesaikan bersama,” kata dia.

Untuk pengamanan di Gili Tramena, pihaknya melibatkan Polsubsektor Gili Indah. Sudah ada anggota kepolisian yang standby 24 jam di tiga pulau kecil itu. “Pintu masuk ke tiga gili itu pun dijaga ketat,” imbuh dia.

Khusus untuk sektor sosial ekonomi, tercipta ketahanan pangan di desa. Ekonomi kreatif terbangun untuk memulihkan ekonomi warga di tengah pandemi ini. Seperti eksisnya usaha rumahan berupa keripik dari kelapa.

Penjagaan dan pengawasan juga dilakukan di pondok pesantren. Di Kecamatan Pemenang terdapat cukup banyak pondok pesantren. Di sana, anggota Polsek Pemenang turun langsung penyuluhan setiap Jumat.

“Alhamdulilah, mereka konsisten karena kita kawal,” tandas dia. (fer/r6)

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Proyek Pasar ACC Ampenan Terancam Molor

Pengerjaan konstruksi fisik Pasar ACC Ampenan masih dalam proses sanggah. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram tidak ingin gegabah mengerjakan proyek yang anggarannya dari Kementerian Perdagangan itu. “Kita tidak ingin kejadian seperti  tahun lalu di Pasar Cakarenagara. Molor,” kata Kepala Disdag Kota Mataram H Amran M Amin, kemarin (18/9).

Saat Pandemi, Anak 14 Tahun di Mataram Nikah Dini

Fenomena pernikahan usia anak masih terjadi di Kota Mataram. Seperti yang terjadi di Kelurahan Karang Baru pekan lalu. AA, perempuan usia 14 tahun juga memilih menikah dengan IW, 20 tahun warga kelurahan Selagalas. Keduanya enggan dipisahkan dengan alasan cinta.

Kasus Korona di Mataram Kembali Meningkat

Tren kasus Covid-19 dalam sepekan terakhir mengalami peningkatan. Terjadi penambahan kasus tiap hari. “Biasanya kasus baru positif satu, dua. Tapi tadi malam sepuluh orang yang positif,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Mataram I Nyoman Suwandiasa, kemarin (17/9).

TGB Minta Kasus Penusukan Syaikh Ali Jaber Diusut Tuntas

Mantan Gubernur NTB yang juga ulama TGB M Zainul Majdi menyinggung kasus penusukan terhadap salah satu ulama nasional Syaikh Ali Jaber. Menurutnya, di balik kasus penusukan ini, ada upaya untuk memecah belah umat dan bangsa Indonesia.

Kampung Sehat NTB Jadi Energi Baru Penanganan Covid-19

Program Kampung Sehat yang diinisiasi Polda NTB mendapat sambutan hangat dari masyarakat dan telah memberi dampak nyata pada upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah pun tak sungkan memberikan apresiasi yang tinggi pada Polda NTB atas program inovatif ini.

Paling Sering Dibaca

Di Tengah Pandemi Korona, Dua Murid SMP di Lombok Tengah Menikah

Saat sekolah tak kunjung dibuka karena Pandemi Korona dua pelajar SMP di Lombok Tengah memilih untuk melangsungkan pernikahan Sabtu (12/9) lalu. Mereka adalah Suhaimi, kelas 2 SMP asal  Desa Pengenjek, Kecamatan Pringgarata menikahi Nur Herawati, kelas 1 SMP.

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Hari Pertama Razia Masker di NTB, Pemda Kumpulkan Denda Rp 9,1 Juta

Sebanyak 170 orang tidak menggunakan masker terjaring razia di hari pertama penerapan sanksi denda bagi pelanggar protokol kesehatan di seluruh NTB, kemarin (14/9). Dari para pelanggar di semua titik operasi ini, Badan Pendapatan Daerah NTB pun mengumpulkan uang sebesar Rp 9,1 juta.

Karyawan Swasta Gaji di Bawah 5 Juta Bakal Dapat Bansos Rp 600 Ribu

KONSUMSI masyarakat yang rendah membuat pemerintah memutar otak mencari solusi. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio Kacaribu menuturkan, pemerintah tengah memfinalisasi pemberian bansos bagi karyawan non PNS dan BUMN senilai Rp 600 ribu per bulan.
Enable Notifications    Ok No thanks