alexametrics
Kamis, 24 September 2020
Kamis, 24 September 2020

Waspada, Siswa Berpotensi Jadi Penyebar Senyap Virus Korona!

MATARAM-Di tengah desakan banyak pihak membuka kelas tatap muka, Dinas Kesehatan (Dikes) NTB mengingatkan risiko yang dihadapi sangat besar. Para siswa berpotensi menjadi penyebar virus secara senyap. ”Mereka ini merupakan silent spreader, penular yang tidak berbunyi,” kata Kepala Dikes NTB dr Hj Nurhandini Eka Dewi, Rabu (2/9/2020).

Penyebar senyap atau silent spreader, kata Eka, merupakan penyebar virus yang tidak disadari banyak orang. ”Karena anak kecil itu kan sistem imunnya belum sempurna,” katanya.

Ketika orang tua tidak telaten mengajari protokol Covid-19, kemudian anak bertemu dengan orang positif Covid-19 tanpa gejala, dia akan tertular. Jika orang itu membawa 100 kuman, maka semuanya langsung masuk ke tubuh anak tanpa penolakan. ”Kalau kita (orang dewasa) kan ada yang mental karena sistem kekebalan tubuh sudah terbentuk,” jelasnya.

Ketika sudah tertular, kadang-kadang anak tidak menampakkan gejala. Sehingga orang tua tidak menyadari anaknya terjangkit virus. Anak-anak dianggap steril dan bebas virus. ”Karena dia punya kuman yang banyak dia akan menulari banyak orang. Tanpa kita sadari dia adalah sumber penularan,” ujar Eka.

Itulah risiko yang harus diantisipasi jika kelas tatap muka benar-benar dibuka. Di sisi lain, anak-anak lebih susah dikontrol dibandingkan orang dewasa.

Meski pemprov akan membuka sekolah percontohan, NTB dinilainya belum layak membuka kelas tatap muka. ”Belum ada daerah kuning dan hijau, SKB empat menteri kan jelas itu, balikkan ke sana,” katanya.

Kalau pun 14 September mendatang uji coba pembukaan sekolah, itu harus dilakukan dengan protokol Covid-19 ketat. Ketentuan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. ”Harus mengikuti protokol,” katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi V DPRD NTB Akhdiansyah meminta pemerintah segera membuka kelas tatap muka. Terutama bagi sekolah yang berada di wilayah zona hijau Covid-19.

Di tengah pandemi Covid-19, ia menyadari bahaya penularan virus mengancam para siswa. Namun kondisi itu tidak boleh membuat pemerintah kehilangan akal. ”Justru tantangannya di sana,” katanya.

Sistem pembelajaran daring dinilai tidak efektif. Banyak keluhan dari orang tua dan siswa. Warga yang hidup di daerah terpencil kadang tidak bisa mengakses pelajaran dengan baik.

Meski dilanda pandemi Covid-19, pemerintah tidak boleh seperti orang ketakutan berlebihan. ”Agenda-agenda peningkatan sumber daya manusia harus tetap dijalankan,” ujar politisi PKB tersebut. (ili/r5)

 

 

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Hasil Survei Indikator, Elektabilitas HARUM Paling Tinggi

“Pak Mohan Roliskana hingga sejauh ini paling potensial menang dalam pemilihan mendatang,” ujar  Wakil Ketua DPP Golkar Ahmad Doli Kurnia dalam pemaparan yang dilakukan secara online dari DPP Golkar Jakarta, (18/9) lalu.

Polisi Pantau Kampanye Hitam di Pilwali Mataram

Pelaksanaan Pilkada di Kota Mataram mendapat atensi penuh pihak TNI-Polri. Polresta Mataram dan Kodim 1606 Lobar telah melakukan pemetaan potensi konflik dan mencegah secara dini beberapa konflik yang biasa terjadi pada masa Pilkada.

Trailer Film MOHAN Bikin Baper

Kreativitas sineas Kota Mataram terasa bergairah. Ditandai dengan garapan film bergenre drama romantic berjudul ‘Mohan’ yang disutradai Trish Pradana. Film yang direncanakan berdurasi sekitar 35 menit ini mengisahkan perjalanan asmara Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskan dengan istrinya Hj Kinastri Roliskana. Film Mohan dijadwalkan mulai tayang Bulan Oktober mendatang.

Pasangan Calon Harus Memberi Perhatian pada DPT

PESERTA pemilihan yaitu Pasangan Calon harus menunjukkan perhatian lebih pada seluruh tahapan yang ada, bukan hanya pada saat pendaftaran calon atau pada pemungutan suara saja. Salah satu tahapan yang sangat menentukan ialah tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih atau cukup disebut dengan penyusunan DPT.

Pendataan Bantuan Kuota Internet untuk Siswa Guru dan Mahasiswa Kacau

Hari pertama penyaluran bantuan subsidi kuota internet untuk siswa, guru, mahasiswa, dan dosen langsung berpolemik. Proses pendataan dan verifikasi nomor ponsel dinilai kacau.

Calon Kepala Daerah Wajib Jadi Influencer Protokol Kesehatan

DPR, pemerintah dan KPU telah memutuskan akan tetap melaksanakan pilkada serentak pada 9 Desember. Para calon kepala daerah (Cakada)  diminta menjadi influencer protokol kesehatan  agar pilkada tidak memunculkan klaster baru Covid-19.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Siswa SMP di Loteng Menikah, Kenal Lewat HP, Pacaran Cuma Empat Hari

Meski belum cukup umur, Suhaimi dan Nur Herawati telah resmi menjadi pasangan suami istri. Bagaimana kisahnya sampai mereka memutuskan menikah? Berikut ulasannya.

Bantuan Uang Tunai untuk Warga Terdampak Korona Diperpanjang Sampai Desember

JAKARTA–Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pemberian bansos. Awalnya, bansos hanya diberikan tiga bulan dari April sampai Juni, namun akhirnya diperpanjang hingga Desember 2020. Sehingga, total...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Sutradara Trish Pradana, Angkat Kisah Mohan ke Layar Lebar

Sutradara Trish Pradana tak henti melahirkan karya. Di tengah Pandemi Korona ini ia kembali ke balik layar menuntaskan film baru bertajuk "Mohan". Ini merupakan film yang diangkat dari kisah hidup Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana sewaktu remaja.
Enable Notifications    Ok No thanks