alexametrics
Jumat, 27 November 2020
Jumat, 27 November 2020

Kunjungan Wisatawan ke Kembang Kuning Meningkat, Ekonomi Menggeliat

Predikat sebagai desa kampung sehat terbaik tingkat Kabupaten Lotim membuat Desa Kembang Kuning mendapat hujan kunjungan wisatawan domestik. Dampaknya pun merata. Terutama bagi para pelaku usaha pariwisata yang sempat terpuruk di awal pandemi Covid-19.

——————————

 

SEBAGAI desa wisata terbaik nasional, Desa Kembang Kuning semestinya panen wisatawan di sepanjang tahun ini. Namun pandemi Covid-19 membuat hampir semua rencana dan persiapan para pelaku usaha pariwisata di sana gagal total.

“Di bulan pertama pandemi, kondisi kami sangat anjlok,” kata pemilik Bale Kopi Kembang Kuning Suparman pada Lombok Post, kemarin (3/11).

Ia menceritakan, salah satu yang menjadi andalan di Bale Kopi adalah paket wisata proses pembuatan kopi yang sangat diminati wisatawan mancanegara. Dalam satu kali proses pembuatan kopi, wisatawan dikenakan biaya Rp 150 sampai Rp 250 ribu per orang. Dalam sehari, biasanya ada dua sampai tiga kali paket yang terjual. Satu paket biasanya dua sampai tiga wisatawan. Belum lagi wisatawan yang ingin membeli kopi yang sudah jadi. Sehari, Bale Kopi bisa menghasilkan Rp 1,3 juta.

Di Kembang Kuning, yang menjalankan usaha pariwisata semacam itu tidak satu. Satu lokasi biasanya melibatkan 5 sampai 7 warga setempat. Kata Suparman, terbayang apa yang terjadi ketika semua itu tiba-tiba terhenti gara-gara pandemi Covid-19.

Namun, masyarakat Desa Kembang Kuning khususnya para pelaku usaha pariwisata tidak terlalu lama merasakan keterpurukan. Suparman mengatakan, hanya dua bulan saja. Terhitung sejak pertengahan Maret sampai pertengahan Mei. Sebab setelah itu, wisatawan satu persatu mulai berkunjung ke desanya.

“Tepatnya begitu pariwisata dibuka kembali,” jelasnya.

Menurutnya, hal itu tidak terlepas dari upaya pemerintah desa menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang sangat ketat. Sehingga membuat desanya menjadi zona hijau dan membuat wisatawan merasa aman berkunjung di tengah pandemi. “Kunjungan terus meningkat setelah adanya program Kampung Sehat,” terangnya.

Peningkatan kunjungan berasal dari berbagai rombongan lembaga swasta dan instansi pemerintah yang datang berkunjung melakukan studi banding ke desanya. Tentu, kunjungan tersebut tidak hanya karena predikat Kembang Kuning sebagai desa wisata terbaik nasional, tapi juga karena adanya program Kampung Sehat.

“Tentu karena keamanan dan penerapan protokol kesehatan yang ketat itu. Orang jadi percaya dan merasa aman untuk datang,” katanya.

Hal senada disampaikan Lalu Azhar, pelaku usaha pariwisata lain di Kembang Kuning. Ia mengatakan, dalam dua bulan terakhir, homestay di Kembang Kuning selalu terisi oleh rombongan lembaga yang datang untuk melakukan studi banding. Belum lagi kunjungan instansi pemerintah lainnya.

“Kami bersyukur sekali dengan adanya program Kampung Sehat ini,” terang Azhar.

Bendahara Pokdarwis Kembang Kuning Baiq Nengah Intan Pandini menambakan, dalam dua bulan terakhir, lebih dari seribu orang yang terhitung telah menginap di semua homestay di Kembang Kuning. Pandini juga menghitung, satu lembaga yang datang dalam rombongan bisa mengeluarkan Rp 30 sampai 50 juta. Uang ini tentu kemudian berputar di tengah masyarakat.

Kata Pandini, penghasilan itu pun dipastikan tidak hanya masuk ke kantong sebagian pihak. Namun sangat merata. Ia menjelaskan, untuk pemesanan makanan dan kudapan dalam setiap acara, ia selalu menggunakan produk milik desa. “Setiap menu biasanya kami bagi per rumah tangga,” kata Pandini. (tih/r6)

 

Magnet Wisatawan di Kembang Kuning

PAKET WISATA

  • PAket Tiga Hari Menjadi Orang Sasak
  • Paket proses pembuatan kopi secara tradisional atau coffee process
  • Paket pembuatan minyak kelapa atau oil process

 

KEINDAHAN ALAM

  • Pemandangan persawahan dan desa yang asri.
  • Air terjun Ulem Ulem
  • Air terjun Burung Walet
  • Air Terjun Kokok Duren
  • Air Terjun Seme Deye
  • Air terjun Jeruk Manis

 

PENGINAPAN MILIK WARGA

Jika tahun 2017 baru tersedia 6 homestay, saat ini jumlahnya sudah lebih dari 20 unit homestay.

 

Sumber: Diolah Lombok Post

 

- advertisement mobile-

Berita Terbaru

Mandiri Syariah Launching Fitur E-mas di Mandiri Syariah Mobile

Berdasarkan tren dan kebutuhan customer tersebut, kami melakukan inovasi produk layanan digital berbasis emas melalui fitur e-mas di MSM,” jelas Syafii.

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Makmur : Warga Mataram Pemilih Cerdas

Kritik terhadap jalannya debat Pilkada Kota Mataram yang telah terlaksana dua kali datang dari sejumlah pihak. Banyak yang menilai debat monoton, datar bahkan ada yang mensinyalir debat sebagai sebuah konspirasi.

Ini Dia Morikai, Masker Wajah dari Daun Kelor Bikin Wajah Kinclong

Nurul Rahmadani begitu kreatif. Perempuan jebolan Agri Bisnis Universtas Mataram ini memanfaatkan daun kelor sebagai bahan kosmetik. Terutama masker wajah.

Peluang Raih Hati Pemilih Mataram di Debat Terakhir

Sejauh ini, beberapa lembaga survei mengunggulkan H Mohan Roliskana-TGH Mujiburrahman (Harum). Elektabilitas pasangan ini disebut jauh meninggalkan tiga pasangan lain.

HARUM Buka Ruang Kreatif untuk Pemuda MATARAM

Gelombang revolusi industri 4.0 telah membawa perubahan fundamental pada berbagai tatanan kehidupan global. Hal ini ditandai dengan semakin berkembangnya kreativitas dan inovasi berbasis pemanfaatan teknologi informasi.

Paling Sering Dibaca

Perubahan Sosial di Era Pandemi

KEHADIRAN pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Barangkali juga tidak ada yang pernah membayangkan bahwa pandemi ini akan menyebabkan derita kemanusiaan yang begitu mendalam. Bahkan dalam waktu yang tidak lama, pandemi ini telah menyebar secara cepat dalam skala luas dan menimbulkan banyak korban jiwa.

Kisah Sukses Juragan Lobster NTB : Sekali Panen Rp 1 Miliar

Budi daya lobster sungguh menjanjikan. Inilah hikayat mereka-mereka yang hidupnya berbalik 180 derajat karena lobster. Sekali panen, ratusan juta hingga Rp 1 miliar bisa...

Perkembangan Bahasa Indonesia sebagai Pemersatu Bangsa

Kongres pemuda kedua pada 28 Oktober 1928 menyatakan pengakuan terhadap tumpah darah yang satu, tanah air indonesia; satu bangsa, bangsa Indonesia; dan menjunjung bahasa...

Rumah Ditandai, Ratusan Penerima PKH Mendadak Mengaku Mampu

Langkah yang dilakukan Dinas Sosial Kota Mataram cukup ampuh untuk memverifikasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Setelah melakukan labelisasi di rumah warga penerima PKH, ratusan warga mendadak menyatakan diri sebagai keluarga mampu alias memutuskan keluar dari program PKH.

Akta Kelahiran Anak Kini Bisa Dibuat tanpa Buku Nikah

Akta kelahiran anak kini bisa dibuat tanpa melampirkan buku nikah atau akta nikah orang tua. “Sekarang ada namanya SPTJM (Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak) pernikahan sebagai syarat buat akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Mataram Chairul Anwar.
Enable Notifications    OK No thanks